Hellbent

Hellbent
Bab 118: Keraguan


__ADS_3

Meskipun sudah menduganya, Ava tetap terkejut. Ia tahu apabila item mendeteksi kebohongan, artifak kejujuran akan menyetrum pemakainya. Namun ia tidak menyangka efek "sedikit tersetrum" tersebut bisa sampai membuat orang terkapar dan kejang-kejang. Bukankah itu terlihat berbahaya? Pelaku seolah dihujani ribuan volts yang membuat tubuhnya terbakar.


...


...


Rai gila. Mereka memainkan truth or dare yang mematikan ternyata.


Namun dengan begini sudah terbukti, hipotesisnya benar.


"Tahan dia." Dua mage yang semula linglung, seketika bergerak untuk mengekang Wendy yang mereka kira sebagai rekan kerja.


Badan mage wanita berambut coklat tersebut masih berkedut-kedut, aliran listrik belum hilang dari sistem ototnya. Matanya juga berputar ke atas, hanya bagian putih yang terlihat sehingga membuat Wendy lebih terlihat layaknya orang kesurupan.

__ADS_1


Awalnya Ava masih belum yakin, pasalnya situasi saat ini berbeda dengan yang dulu. Saat insiden pengeboman minggu lalu, semua orang memasang kewaspadaan yang tinggi, dari pihak kerajaan maupun *******, sehingga setiap pergerakan yang mencurigakan akan memicu reaksi yang ekstrim dari kedua sisi. Sekarang, dalam misi rahasia yang Ava jalankan, meskipun mage yang ditugaskan siap siaga, terlihat sekali mage tua itu tidak cukup merasakan krisis sampai-sampai membawa orang-orang yang tidak berkaitan ke ruangan tersebut.


Selain itu, berkebalikan dengan insiden pengeboman yang tujuannya menyebarkan ketakutan dengan merusak properti sekaligus mengambil nyawa penduduk, misi Wendy sepertinya hanyalah sebagai pengawas, setidaknya begitulah asumsi Ava. Mage wanita berambut coklat tersebut tidak memiliki niatan untuk melukai Ava, bar HP tidak muncul pada jendela status Wendy seperti yang terjadi pada lawan-lawannya sebelumnya. Ava hanya menaruh curiga berkat fitur baru dari skill observasinya. Dalam inventori yang ia lihat dengan acak, Ava secara beruntung mendapatkan gambaran artifak buatan yang memiliki logo tidak asing. Logo iblis.


Untuk berjaga-jaga, Ava memang sebaiknya mencabut dulu benalu yang ada, akan tetapi yang ia punya hanyalah bukti tidak langsung. Banyak yang bisa disanggah apabila ia bertanya terang-terangan, mulai darimana ia tahu, maka Ava mau tidak mau wajib menjelaskan skill-nya. Kemudian item yang dijadikan bukti pun tersimpan dalam inventori, tidak ada yang boleh dengan sewenang-wenang memerintahkan seseorang untuk membuka publik inventorinya apabila tidak ada perintah resmi. Maka dari itu Ava menghindari resiko dengan menggunakan Ellijah, pria itu juga masih membawa artifak pengetes kejujuran dalam inventori. Menjadikan dia tameng yang sempurna untuk rencana ini.


***


Ellijah awalnya tidak setuju dengan apa yang ingin dilakukan Eve, karena terdapat kelemahan dalam rencana tersebut. Artifak pengetes kejujurannya rusak.


Namun untuk menenangkan suasana hati tunangannya yang sedari tadi pagi buruk tersebut, Ellijah bersedia melakukan rencana yang ia anggap tidak berguna itu.


Akan tetapi, berbeda dengan ekspektasi rendahnya, cincin tersebut berfungsi dengan lancar.

__ADS_1


Mata-mata yang ada tertangkap karena berbohong.


Ellijah menonton dengan kosong ketika mage wanita yang tidak sadarkan diri tersebut diseret keluar ruangan, pikirannya seolah terhenti, mata birunya masih tidak fokus saat kepala divisi serta murid-muridnya memeriksa kembali persiapan teleportasi, takut kalau ada yang salah akibat campur tangan mata-mata yang ternyata ada di antara mereka.


... Jadi item itu tidak rusak?


Lalu bagaimana bisa cincin tersebut tidak bereaksi ketika Eve pakai?


"Elli!" lamunannya harus terhenti karena teriakan sang putri yang telah mengambil posisi di tengah formasi teleportasi bersama pelayan pribadinya.


Diam-diam Ellijah membuat alasan. Eve sudah terkenal sebagai perancang artifak buatan yang hebat, mungkin saat itu ia memakai item yang mematikan fungsi artifak di sekitarnya?


Untuk memastikan ia harus bertanya langsung.

__ADS_1


Sayangnya, entah kenapa ia merasa enggan.


__ADS_2