Hellbent

Hellbent
Bab 94: Battle of Nerves


__ADS_3

“Selamat malam, Putri Eve dan Duke Frost.” Yang pertama mendekati mereka tanpa takut dengan intimidasi tidak langsung Ellijah adalah sepasang suami-istri yang dilihat saja umur jelas sekali perbedaan umur mereka. Ava telah membaca profil mereka, Count dan Countess Wildingham, salah satu pendukung faksi bangsawan yang daerahnya berada di barat Edodale dengan keunggulan pariwisata lautnya.


Langsung bertemu dengan lawan, ya.


“Selamat malam juga, Count dan Countess Wildingham, kalian terlihat serasi sekali malam ini,” Ava membalas seraya menampakkan senyum bisnisnya, secara manis menyerang diam-diam. Meskipun kisah perselingkuhan sangatlah normal di kalangan masyarakat atas, cerita dari pasangan tersebut telah menjadi rahasia umum. Countess Wildingham awalnya adalah putri seorang Baron, ia kemudian dipinang langsung setelah debut oleh pria yang tiga kali umurnya, dikabarkan memiliki belasan simpanan yang ia peroleh berkat status serta kekayaan suaminya. Count sendiri merupakan pria yang telah bercerai hingga lima kali, semua mantan istrinya entah hilang atau meninggal karena sakit, tapi jelas saja tidak ada yang percaya dengan omong kosong tersebut, ditambah para pelayan wanita yang sering mengeluhkan perilaku kasar majikannya, maka dari itu Count Wildingham dirumorkan sebagai pemukul wanita, pelaku berulang dari kekerasan rumah tangga.

__ADS_1


Flap! Kipas berbulu menutupi setengah wajah sang Countess, “Ah, benar,” responnya tidak antusias. “Namun melihat kalian yang sekarang akur, saya merasa lega,” lanjutnya, menyerang balik. Dia pasti merujuk rumor tentang Duke Frost yang menghamili nona Marquess Terelui.


Akan tetapi Ava sudah siap, ia mengeratkan rangkulannya terhadap Ellijah, telapaknya yang terbalut sarung tangan juga mengelus ringan lengan kekar tunangan palsunya tersebut. “Tentu saja kami akur, Elli—Maksud saya Duke Frost, bahkan sempat-sempatnya berkunjung ke istana meskipun daerah Frost sangat jauh dari sini.” Dirinya sengaja terselip memanggil Ellijah secara kasual, juga memanfaatkan kekeraskepalaan pria itu untuk tetap tinggal sebagai alasan kedekatan mereka.


Tegukan ludah Ellijah nyaris dapat didengar, dentum jantungnya bahkan mengalahkan dengungan orang-orang di sekitarnya. Eve sangat dekat! Bau mawar sangat harum!

__ADS_1


“Menghilang? Tentu saja tidak, saya hanya menjalankan penelitian di luar kerajaan. Kalian tahu sendiri, saya sering membuat ramuan ataupun artifak. Bukankah begitu, Count Wildingham?” Wildingham terkenal dengan pariwisata mereka, terutama hiburan malamnya seperti judi dan pertunjukan, itulah kenapa meskipun termasuk dalam faksi bangsawan Wildingham merupakan konsumen nomor satu produk artifak judi yang diciptakan oleh Eve.


“Benar, Tuan Putri,” balas Count Wildingham dengan kaku. Meskipun mereka bermusuhan, jelas ia tidak bisa menyangkal kontribusi sang putri jenius yang membantunya meraup kekayaan.


Ava pun mendengar decakan kesal yang tidak berhasil disembunyikan oleh sang Countess. Namun kemasaman wanita yang seumuran dengannya itu tidak berlangsung lama, “Tapi bukankah aneh, jika kalian memang akur, kenapa belum menikah sampai sekarang?” Ava dapat membayangkan seringai yang meneteskan racun dari balik kipas berbulu itu.

__ADS_1


Tapi yang disinggung ada benarnya. Eve dan Ellijah telah bertungan semenjak kecil, akan tetapi sampai sekarang pernikahan mereka tidak segera ditentukan tanggalnya. Marvin yang sempat Ava tanyai hanya menjawab dengan ambigu, “Tidak cocok mungkin,” ujarnya. Apanya yang tidak cocok? Kalau memang keduanya tidak cocok bukankah lebih baik putus saja? Namun Ava sadar kalau pernikahan politik tidak bisa sesederhana itu.


__ADS_2