
Teleportasi adalah sihir tingkat tinggi yang sangat sulit dipraktekkan, selain karena mage yang dibutuhkan diharuskan berlevel tinggi, mana yang dipakai juga banyak. Karena itulah teleportasi merupakan sihir ekslusif yang hanya bisa dilakukan dengan ijin kepala pemerintahan, atau dalam kasus kerajaan Edodale, Raja Dion. Pengecualian biasanya dilakukan jika terdapat event besar, contohnya saja Ellijah yang memiliki skrol teleportasi sebagai hadiah dari perjuangan leluhur keluarga Frost selama ribuan tahun.
Ava sebenarnya bisa saja meminta Ellijah untuk menggunakan skrol teleportasinya, akan tetapi mereka berdua masih saja dalam perang dingin. Ditambah lagi, Ava sendiri menilai kalau Duke Frost sudah terlalu boros. Akan lebih baik jika skrol tersebut digunakan dalam situasi darurat saja. Sebab itulah Ava mengambil jalan lain, menggunakan posisinya untuk meminta ijin ke Raja Dion, yang dengan mudah memberikan restunya.
Gadis itu meneliti ruangan yang lantainya sudah digambari dengan rune sihir. Kotak kapur kosong tergeletak di sudut ruangan, batu mana juga telah ditata pada titik-titik garis rune bertemu. Mage tua yang tadi sempat ia marahi pun mengambil posisi, saat ia cek tadi laki-laki tersebut memiliki level 96 dengan mana hingga 78. Artinya dia hanya berfokus pada mana dan mengabaikan status jendela yang lain. Lima orang lain mengikuti ke dalam ruangan dengan canggung, kehadiran mereka sebenarnya tidak dibutuhkan, mereka hanya mengikuti kata instruktur dalam usaha mencari muka, berharap dana untuk penelitian pribadi dinaikkan.
Mungkin karena masih paranoid, Ava mengaktifkan skill observasinya untuk mengecek jendela status orang yang belum ia kenal.
__ADS_1
"Persiapan sudah selesai, Tuan Putri, Duke Frost. Kalian berdua dapat memposisikan diri di tengah formasi rune."
Dan untungnya, Ava menangkap hal yang janggal sebelum sesuatu terjadi. "Tunggu dulu." Namun, menuduh tanpa bukti malah hanya akan memperburuk situasi, jadi dia akan melempar tanggung jawab ke orang lain. Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari itu, Ava mendekat ke arah Ellijah, dengan berbisik ia berkata, "Eli, orang yang ada di sana mencurigakan."
Eve akhirnya berbicara dengannya! Ellijah pun sedikit menunduk, membuat telinganya lebih dekat lagi dengan bibir tunangannya itu. "Yang mana?" Akan tetapi gadis tersebut malah mundur.
"Jadi, apa yang harus kulakukan?" Ini adalah kesempatan Ellijah untuk berbaikan dengan Eve.
__ADS_1
***
"Tuan Tucker, terima kasih atas sambutan hangatnya tadi. Bagaimana jika Anda mengenalkan kami dengan para mage yang sudah repot-repot hadir?" Tucker yang semula merasa bersalah, kini matanya berbinar semangat. Bukan hanya dia gagal untuk mendukung usaha para peneliti muda yang mengikutinya, dalam proses ia juga mengingkari tugas aslinya sebagai mage kerajaan, tapi sekarang dia memiliki kesempatan untuk membentuk koneksi dengan Duke Frost?
Namun sebelum setuju, ia melirik diam-diam ke arah sang putri. Wajah cantik gadis itu masih saja datar, akan tetapi tidak ada penolakan. Bukankah baik-baik saja kalau begitu?
Dengan riang, Tucker menggiring Putri Eve beserta pelayannya dan Duke Frost ke arah rombongan yang ia panggil tengah malam tadi.
__ADS_1
Di balik wajah tanpa ekspresi, Ava tersenyum.