
Siwon duduk tenang di pangkuan Ava, berusaha menggigit permen karamel yang lengket dengan gigi halusnya. Balita sudah boleh memakan permen, kan? Asalkan tidak tertelan utuh saja.
Ava mengalihkan pandangannya dari ubun-ubun Siwon, sadar betul dengan dua orang yang sedari tadi menonton interaksi pasangan (bukan) ibu-anak tersebut, menuntut jawaban atas kebingungan mereka, terlebih Ellijah yang berstatus sebagai tunangan Eve.
"Namamu siapa?" Ava akhirnya melontarkan pertanyaan yang ditunggu-tunggu.
"Shiwon," bocah itu menjawab singkat, satu gigi depan yang tanggal berakibat pada pelafalan yang berangin.
"Siwon?"
"Ehm!" Dia mengangguk antusias, masih senang dengan permen manis yang ia terima.
"Lalu, kenapa Siwon memanggilku mama?"
"Karena mama adalah mama." Ava berhasil menjaga ekspresinya. Ingat, dia hanyalah anak kecil.
"Maksudnya, mamamu memiliki wajah yang mirip denganku?"
__ADS_1
Mungkin mendeteksi penolakan dari Ava, Siwon menoleh ke belakang, menunjukkan wajah cemberut serta mata besar yang memprotes. "Mama adalah mama!"
Ava menggigit gemas bibir bawahnya. Siapa sangka balita akan masuk dalam daftar kelompok yang sulit ia tangani.
"Eh, tapi aku baru melihat Siwon hari ini. Memangnya, mamamu pergi?" Kekesalan bocah itu semakin jelas, ia memisahkan diri dari Ava. Kemudian dengan jari telunjuk mungil, ia menuduh, "Kalau mama bukan mama, berarti boneka!"
"Hah?" Hasilnya, kebingungan Ava malah berlipat ganda.
Ada seseorang yang tidak tahan dengan situasi ini, Ellijah. "Maksudmu apa?" Meskipun suaranya rendah, nada berbahaya dapat dirasakan bahkan ketika Ava bukan target ancaman tersebut. Menakutkan, apalagi bagi seorang anak kecil yang secara alami sensitif terhadap suasana hati orang dewasa. Benar saja, Siwon kembali merengek. "Uwah!"
Ava langsung menenangkan balita tersebut, mendekap nyaman, mengelus punggung dengan lembut.
***
Setengah lusin permen karamel kemudian, pertanyaan mereka mulai menampakkan jawaban.
"Jadi, mamamu biasanya berkunjung setiap 30 malam, tapi sampai sekarang belum muncul?"
__ADS_1
"Ehm! Aphakah mama tersheshat ya? Huthan kan menakuthkhan dan membingungkhan."
Walaupun dengan elakan konstan, Siwon tetap bersikeras kalau Ava ialah mama yang ia cari. Melihat bocah itu hanya mau lengket dengan Ava dan menjauhi Ellijah serta Rose, mungkin wajah yang familiar lebih membuatnya nyaman. Otomatis, Ava yang terus mengemong balita tersebut. Setidaknya, ia tidak lagi dirujuk dengan titel "mama", kompromi setelah satu jam lebih memamerkan kekeraskepalaan masing-masing.
Ava masih yakin kalau Siwon bukanlah anak kandung Eve, tapi bagaimanapun juga sudah jelas kalau keduanya berhubungan.
Lab rahasia Eve ada di pulau ini. Siwon adalah seekor naga yang masih anak-anak, ras agung langka yang dianugerahi dengan bakat terhadap sihir yang melimpah. Ditambah lagi, Siwon memanggil Eve "mama". Dengan premis-premis tersebut, meluncurlah perkara terfokus.
"Kalau begitu, rumah Siwon di mana?"
Lokasi lab rahasia Eve.
"Adha jauh di dhalam huthan! Ayo, kuanthar!"
Siwon seketika itu berubah. Dengan satu kali putaran, tubuhnya yang mirip dengan balita bertransformasi menjadi reptil bersayap besar dengan sisik hitam mengkilat. Siwon terbang rendah, mengepakkan sayap dan menari riang dengan berbantalkan angin.
Memang benar inilah tujuan terselubung Ava, tapi ... Siwon harus diajari untuk tidak dengan mudah mengajak orang asing ke rumahnya. Atau juga sebaliknya. Ah, mungkin dia akan baik-baik saja dengan level tingginya? Hm, tapi tetap saja ia masih seorang anak kecil.
__ADS_1
Apapun itu, sepertinya inilah cara tercepat melokasikan lab Eve.