
Area es berbentuk lingkaran dengan jari-jari 30 meter terbentuk, dan Ellijah berada di tengah-tengah medan buatan tersebut.
Pertarungan pria itu dengan orc raksasa sepertinya sudah mencapai kesimpulan yang tidak mengejutkan. Tentu saja, meskipun berbadan besar si orc hanya memiliki level 75, memang biasanya akan dinilai tinggi oleh sebagian besar orang, tapi yang dilawan adalah Ellijah, keturunan Frost beratribut es yang telah melewati pagar level 200.
Sekarang, apakah Ava sudah bisa mendekat atau dia malah akan terkena efek skill yang sepertinya belum menghilang?
Ellijah mendekatinya terlebih dahulu sebelum gadis tersebut memutuskan untuk berteriak dari kejauhan. "Kau tidak apa-apa?"
"Goblin-goblin yang kulawan kujadikan target percobaan."
"Bukan, orc tadi--"
"Oh, poin status kelincahan serta kecepatanku sudah kusetel 100% sejak dimulainya aku bertarung dengan goblin. Omong-omong, kenapa dia tiba-tiba melemparkan kapaknya kepadaku?"
Ellijah tidak mengetahui rujukan apa yang Eve maksud, 100% poin status? Dia juga tidak memiliki kemampuan untuk membaca pikiran orc, jadi dia hanya mengangkat bahu.
Bragh!
Mendadak suara dentuman pohon jatuh terdengar di belakang mereka, jauh.
__ADS_1
Siwon! Rose!
Tanpa menunggu respon Ellijah, Ava sudah terlebih dahulu melesat.
Sepertinya monster-monster lain memanfaatkan keributan di satu sisi untuk menyerang di sisi lain.
Dengan indra tajam, Ava dapat melihat lokasi perkemahan mereka, puluhan tengkorak berbagai bentuk berbaris rapi mengelilingi rumah kecil tersebut. Anehnya, mereka menghadap ke luar?
Undead.
Serangan paling efektif yakni atribut cahaya atau menggunakan kekuatan suci. Tapi keduanya tidak dimiliki oleh rombongan Ava. Terlalu banyak, gerumbulan musuh seperti ini pasti membebani. Sayangnya, racun ataupun bubuk tidur yang selama ini Ava andalkan tidak akan berguna. Tidak ada skill serangan pula, jadi dia hanya bisa menyerang langsung secara fisik, dari jarak dekat memanfaatkan statusnya.
Bragh!
Namun, anehnya lagi, monster yang terdiri dari tulang belulang tersebut tidak menyerangnya.
Kalau begitu, Ava langsung menembus barisan undead itu, masuk ke dalam rumah kecil yang pintunya telah menjebak terbuka.
Siwon dan Rose tidak ada.
__ADS_1
Kemungkinan yang tersisa, di dalam hutan asal kericuhan.
Jantung Ava berdegup keras hingga terasa di gendang telinganya. Kejadian ini mengingatkannya pada memori buruk di masa lalu dan saat ia menyelamatkan Lorah pada insiden Banderhobbs kapal.
Tapi pemandangan yang ia saksikan di luar perkiraan.
Monster raksasa lain berbentuk ular kobra memang menyerang mereka, tapi tubuh kolosal tersebut sudah rubuh, tergeletak lemah dan terluka. Mulut dengan sepasang taring berbisa menganga lebar, nyaris terlalu lebar akibat tulang besar yang mencegahnya menutup mulut. Dan monster undead yang sempat Ava lihat tadi, dengan membabi buta menancapkan gigi, cakar, ataupun senjata yang mereka punya pada badan yang bahkan tidak lagi bergerak di tanah.
"Oh, mama!" Siwon yang berbentuk naga terbang cepat ke arah Ava. Bukankah anak itu terlalu ... santai?
Dia lalu melirik ke arah Rose yang mematung tidak bergerak, Ava bahkan yakin pelayan tersebut tidak berani bernapas.
Barulah ketika Ava mengecek dengan observasinya, ia baru mengerti.
Ava mendapatkan informasi dua skill yang dimiliki Siwon, salah satunya, yang baru ia lihat, menyala terang.
Commander of Bones (VII)
Kemampuan untuk memberi perintah kepada tulang dari korban yang dibunuh oleh pengguna.
__ADS_1
Siwon adalah naga beratribut kegelapan.
Bocah itu seorang necromancer juga, ya?