Hellbent

Hellbent
Bab 161: Persiapan Ulang Tahun


__ADS_3

Ulang tahun Putri Eve.


Baru saja selesai dengan misi yang diberikan raja, Ava langsung dibebani lagi dengan tugas mengurus detail-detail persiapan pesta dansa dalam merayakan hari lahir dopplegangger-nya itu. Yah, lebih tepatnya Ratu Isabel yang menjadi ketua panitianya mengingat tugas seorang ratu adalah mengerjakan rumah tangga internal istana, Ava hanya meng-OK-kan saja. Ratu Isabel ialah satu-satunya orang yang membongkar identitas palsu Ava, tidak mungkin ibu yang seperti itu tidak tahu-menahu mengenai selera sang putri, bukan?


Pada pesta ulang tahun ini juga lah yang dimaksudkan oleh raja ketika memerintah Ava untuk memamerkan kekuatan River dan Siwon agar para bangsawan tidak bicara yang macam-macam mengenai keluarga kerajaan.


Jadi mereka sibuk berlatih sekarang.


"[Summon]!" Isu pertama adalah melihat seberapa banyak undead yang dapat Siwon ambil sekaligus. Skill necromancer milik bocah itu sepenuhnya bergantung kepada banyaknya mana yang dimiliki. Undead yang dipanggil pun membutuhkan jumlah mana yang berbeda untuk dipanggil. Modal mana tulang-belulang goblin kecil yang diperlukan tentu lebih sedikit dari undead monster ular yang Siwon kalahkan di Crimsonwood. Karena itulah prioritas Ava adalah menaikkan poin status mana si naga mungil. Dengan ramuan pengganda EXP-nya, level Siwon naik secara konstan. Jasa pengantaran monster hidup Ava manfaatkan secara penuh, mumpung uang yang digunakan masuk ke dalam anggaran pribadi Putri Eve, bukan koinnya sendiri.


Kelas skill Siwon juga meningkat semakin sering kemampuan tersebut digunakan. Koneksi antara Siwon dengan undead-nya makin kuat, area pengaruh diperluas, jangka waktu undead dipertahankan diperpanjang, serta cooldown skill semakin pendek.


Lalu, River. Setelah ia perhatikan baik-baik, skill penjinakan River memang termasuk dalam kategori penyerangan mental. Bagaimana tidak, monster yang mengamuk bisa River tenangkan dengan cepat. Monster macan yang agresif pada hari pertama, sudah menurut seminggu kemudian. Sayangnya, pria itu memiliki batas seberapa banyak summon yang bisa ia pelihara karena skill yang belum cukup tinggi tingkatannya.

__ADS_1


Selain pelatihan rajin keduanya, Adam mengajari Ava cara membuat ramuan mana instan, mengembalikan 5 poin mana dengan seketika setelah diminum. Meskipun dia tidak memiliki bakat dalam sihir sama sekali, potion ini akan sangat berguna dalam situasi genting bagi orang-orang di sekitarnya.


Untuk Ava sendiri, yang lebih ia butuhkan adalah ramuan stamina instan. Tapi Adam memiliki wajah kesal yang jarang diperlihatkan, Ava langsung tahu kalau hantu itu tidak tahu apa-apa mengenai resep yang ia butuhkan.


Hm, Ava menyangka Adam akan serba tahu mengenai ramuan fantasi.


Masalah terakhir, sama seperti masalah-masalah sebelumnya, ialah Ellijah.


Tunangan (palsu)-nya tersebut makin tidak waras semenjak perjalanan kembali mereka ke Edodale.


Ellijah juga hobi sekali mengganggu Siwon. Tidak jarang naga kecil itu cemberut ataupun ngambek setiap kali mereka berpapasan. Untung saja menenangkan bocah itu kini menjadi tugas River yang lebih ahli memomong anak kecil.


Bukankah seorang Duke harusnya sibuk? Pangkatnya sama dengan gubernur jika dibandingkan dengan dunia asal Ava, benar? Walaupun tidak ada bisnis yang mendesak, jauh dari wilayahnya selama sebulan lebih dianggap liburan yang berlebihan, bukan?

__ADS_1


Namun, saat ditanya, Ellijah hanya menjawab enteng, "Aku punya bawahan yang kompeten, lagipula aku juga masih bekerja ketika di sini."


Hah?


Kapan?!


Ava hanya dapat melihat Duke Frost yang terus mengikutinya seperti stalker selama ini.


Ah, sudahlah, bukan urusannya.


Ava akan sangat bersyukur jika saja ada panggilan darurat dari Dukedom Frost, tapi itu artinya ada masalah besar di wilayah Utara Edodale, penduduk polos yang tidak bersalah apa-apa akan menanggung akibat doa egoisnya.


Yah, setidaknya kehadiran Ellijah masih bisa ditoleransi.

__ADS_1


Ava baru sadar kalau ia jarang sekali mengalami ledakan emosi acak, mungkin karena wajah pria itu yang identik sekali dengan Alex. Walaupun sikap pria itu sendirilah yang sangat menyebalkan hingga memicunya untuk emosi, tapi Ava lebih stabil dari biasanya.


Hm, mungkin Ellijah tidak buruk juga.


__ADS_2