
Brak! Brak! Brak!
Kursi kayu yang dibanting patah, nyaris hancur, empat bagiannya terpisah setidaknya satu meter dari posisi masing-masing. Entah serpihan melayang liar hingga menggores pipi Chris yang berang, meneteskan setitik darah.
Badan Chris panas dan bergetar. Kamar hotel yang gelap tidak menghambatnya untuk menghancurkan beberapa barang lain seraya berteriak keras.
Belasan penjaga berarmor besi bersiaga di depan pintu, tapi tidak ada yang berani masuk ketika tuan mereka mengamuk seperti itu. Sudah tiga jam, dan bulan bertengger dengan cincin ungu kemerahan di ujung langit hitam, menandakan tengah malam. Untung saja hotel kecil yang mereka sewa telah dipesan seluruh ruangannya hanya untuk Chris dan para pengikutnya, sehingga tidak ada orang lain yang bisa mengeluh tentang betapa berisiknya si pangeran pertama malam itu.
Christopher kalah telak.
Kali ini dia tidak dapat mengungguli bocah yang kalau di istana selalu ia rendahkan.
Ibunya selalu bilang untuk berhati-hati terhadap ratu kedua ataupun anak-anaknya. Namun Chris mengabaikan pesan tersebut karena Ezra selalu ia anggap sebagai domba yang jinak. Apapun yang ia lakukan tidak akan dibalas, Ezra selalu diam tanpa memberitahu siapapun.
Meskipun begitu, setiap kali ia diundang dalam pesta, selalu Ezra yang menjadi topik perbincangan meskipun dialah anak yang pertama. Kata mereka pangeran ketiga pintar lah, berbakat lah, ini lah, itu lah. Tapi apa gunanya itu semua jika Ezra tidak akan pernah menjadi raja?
Chris tahu betul pemilihan kandidat dalam perebutan tahta ditentukan oleh skor dalam upacara Maturite setelah ulang tahun yang ke -18, karena itulah ia sangat percaya diri dengan kemenangannya. Menjadi yang tertua artinya ia memulai lima tahun lebih dulu dari kandidat yang lain. Tidak mungkin dia kalah, kan? Jadi selama ini ia santai saja sambil mengumpulkan kredit skor sekali-kali.
Namun ternyata Ezra tidak sejinak yang ia kira, bocah itu dengan serius berusaha menandinginya.
Dan dia kalah.
Chris menyambar gelas berisi air yang langsung ia teguk habis, lalu meletakkannya dengan kasar, tanpa pecah. Perkembangan. Kini dia tidak lagi merusak barang.
Meskipun wajahnya masih hangat, napas Chris lebih teratur setelah beberapa kali hembusan panjang. Namun mengingat lagi wajah sombong Ezra saat walikota sialan itu memilihnya lagi-lagi membuatnya naik pitam.
Ezra, walikota, prajuritnya, bahkan mage yang ia sewa tidak berguna! Hal ini terjadi karena mereka semua!
***
Tidak menunggu lama kontrak resmi terbentuk antara Ezra dan Jaffaz si walikota. Dari persetujuan ini Conwa akhirnya akan lepas dari musibah kekeringan, sedangkan Ezra dipastikan mendapat jutaan koin dan kredit skor untuk Maturite. Namun Ezra masih baru saja memulai perjalanan. Target besarnya, negara Berloi itu sendiri.
Saat pagi demonstrasi dilaksanakan, ribuan orang telah berkumpul untuk menyaksikan keajaiban yang akan menghentikan kesengsaraan mereka, sampai-sampai penduduk yang ada rela menunggu selama berjam-jam hanya untuk melihat momen legendaris tersebut.
__ADS_1
Ezra dan rombongannya diantar dengan unta yang didekorasi dengan kain mewah dan mengkilap, tujuan mereka satu kilometer di luar dinding kota. Saat sampai, Ezra kaget dengan barisan-barisan orang yang berlutut serta berdoa. Wajar saja, berbulan-bulan tanpa air akan membuat mereka putus asa.
"Kumohon, berkati kami dengan air, Ya Dewa!"
"Berkati kami dengan air, Ya Dewa!"
"Sebelah sini, Pangeran," panggilan Jaffaz menyadarkan Ezra dari kegemingannya. Benar, apa yang akan dia lakukan juga menyelamatkan ribuan bahkan jutaan rakyat yang terancam mati karena kekeringan.
Tapi ... sejujurnya Ezra masih belum memastikan apakah tongkat Temboloe yang ia pegang akan berfungsi baik. Dari buku ia tahu bagaimana bentuk dan kegunaan Temboloe, tapi ibunya berpesan untuk tidak menggunakannya secara sembarangan agar tidak lagi terjadi bencana banjir karena ulah iblis 600 tahun yang lalu.
Ezra paham kalau tongkat ini berkelas legendaris, tapi umur artifak yang sangat tua sempat membuat ia ragu. Apakah tongkat ini masih berfungsi dengan benar? Atau malah sudah tidak bisa sama sekali?
Jadi dia mengangkat tinggi-tinggi tongkat itu dengan hati yang berdebar, doanya sama dengan para penduduk. Berfungsilah!
Jleb!
Ranting kayu tersebut tertancap hingga setengah meter.
"A-apakah berhasil?" pertanyaan dari salah satu orang segera membuat kerumunan berbisik rendah.
Tidak ada reaksi?
Apakah tongkat itu sudah tidak berfungsi?
Akan tetapi, mendadak tanah yang Ezra pijak bergetar, begitu juga ranting yang bergoyang keras seolah ingin lepas dari cengkraman bumi.
Oh!
Cipratan air kecil mengalir dari lubang yang masih tertutup. Ezra akhirnya mencabut Temboloe dari tanah, yang langsung memuncratkan air setinggi tiga meter layaknya air mancur. Dia segera basah kuyup.
Tapi ... Ezra berhasil!
"Air! Air!" Sorakan menggelegar lantang bersamaan dengan tawa riang. Air mata kebahagiaan mengalir dari mereka yang bersujud syukur.
__ADS_1
"Tuan muda, sebaiknya Anda mengerikan diri," suara Al dingin dan datar seperti biasa. Namun artinya ini adalah kenyataan.
Langkah pertamanya untuk menjadi raja telah sukses.
Tanpa sadar, Ezra menyambut ratusan ucapan terima kasih dari penduduk sekitar dengan senyum lebar yang tulus.
***
Setelah keributan beberapa hari yang lalu, rutinitas Ava kembali seperti normal. Olahraga pagi mengelilingi kapal, tidak ada staf yang mau menegurnya untuk tidak berlarian, posisi Ava terlalu penting sehingga mereka mengabaikan masalah kecil tersebut. Setelah itu, ia akan membaca buku. Tumpukan buku yang baru saja ia beli sudah habis dibaca, jadi Ava hanya menyimak ulang novel yang ceritanya cukup menarik.
Ia tidak bisa berburu mengingat dirinya berada di tengah lautan. Jadi fokusnya beralih ke pembuatan ramuan.
Baru tadi malam ia mendapatkan 200 pesanan ramuan pengganda EXP dari akun tidak dikenal setelah stok-nya diludas habis, Pecinta-Orang-Tampan.
Unik sekali.
Tapi Ava sudah bisa menebak siapa itu.
Selena.
Untuk memesan langsung sebanyak itu, setidaknya pihak yang lain pasti sudah memastikan kemujaraban ramuan buatannya. Sejauh ini tidak ada yang berani mencoba-coba membeli dari [System] mengingat harga yang tinggi, jadi pastilah orang yang menerimanya secara langsung yang bisa melakukan pembuktian sendiri. Daftar orang-orang yang mendapat sampel gratis dari Ava masih terbatas, dan di antaranya yang terobsesi dengan wajah seseorang adalah Selena. Uang pemesanan pastilah dari Ezra, si pangeran itu. Seperti yang diduga, Ezra menjadi bank berjalan dan Selena menjadi perawat mereka.
Tapi langsung 200 botol?
Ava masih belum memastikan efek jangka panjang jika seorang individu terlalu sering mengonsumsi cairan ajaib tersebut, jadi untuk jaga-jaga ia membatasi pesanan sampai 20 botol per bulan bagi satu pembeli.
Namun sepertinya Ezra lagi-lagi memiliki keterpakuan terhadap sesuatu, sebelumnya Ava, kini ramuannya. Tiga akun lain memesan masing-masing 20 botol tidak lama setelah itu.
Pembenci-Hiu. Roy.
Erodalla. Al, nama itu hanyalah Alladore kalau dieja secara terbalik.
Terakhir, tentu saja Ezra. Igoceolon_Makmur. Branding pangeran tersebut kuat sekali.
__ADS_1