Hellbent

Hellbent
Bab 135: Nina Bobo


__ADS_3

Rose sekali lagi memeriksa kasur lipat bagian sang putri untuk memastikan kenyamanan majikannya, tentu agar kepalanya aman di tempat. Ava pada akhirnya terpicu, karena sikap Rose mulai menyebalkan dan menganggu, jadi dia memberikan peringatan ringan. Ava hampir tersentak akibat suara 'duk!' nyaring ketika si pelayan penakut tersebut bersujud keras dengan panik. Berdecak, Ava memberikan krim penyembuh buatannya untuk menghentikan kening Rose yang berdarah.


Tapi sebelum Ava bisa menyamankan dirinya, terdapat satu masalah lagi. "Bisakah kau berhenti?" Gadis itu melirik tajam Ellijah, seolah mata hitamnya bisa mengeluarkan laser panas kepada target yang berdiri di luar jendela.


Sedangkan Ellijah berpura-pura bodoh, "Aku berjaga-jaga, sesuai tugas yang kau berikan kepadaku."


"Kalau begitu awasi area hutan, jangan memelototiku terus." Membayangkan kalau Ellijah suka melihatnya tidur saja membuat buku kuduk Ava berdiri, tidak mungkin ia bisa terlelap dalam situasi ini.


"Sudah kubilang, sudah kupasangk--"


"Bunuh saja monster yang mendekat sebelum alarm peringatan berbunyi, kau mau ada suara bising sepanjang malam?" Ava dapat maklum ketika mereka sedang makan, tapi inilah usahanya agar Duke Frost menjauh. "Kau tahu kalau ini Crimsonwood, bukan? Sarang monster yang gate-nya tidak pernah terjamah. Atau lebih baik lagi, buat mereka agar tidak berani mendekat sama sekali!" Kaca yang buram tidak dapat menyembunyikan ekspresi muram Ellijah.

__ADS_1


Akan tetapi, setelah suasana malam mulai tenang, Ava merasa kalau selimutnya ditarik ringan. Apakah ada monster yang sengaja diloloskan oleh Ellijah? Sebagai bentuk balas dendam picik begitu?


Ia bangkit seketika, siap dengan dua belati di kedua tangan. Untungnya, Ellijah bukanlah Ava.


Yang menganggu inisial tidurnya kali ini adalah Siwon.


Balita naga itu memeluk bantal empuk yang lebih besar dari badannya, melihat perempuan di hadapannya dengan mata polos dan bibir merajuk. Mungkin tersinggung dengan reaksi Ava yang agresif. Gadis itu langsung mengembalikan pisau berlumur racunnya ke inventori. "Apa?" tanya Ava lirih, lelah dan mengantuk.


... Banyak maunya bocah satu ini. Lagipula, jika ia sejak lahir berada di Crimsonwood, bagaimana bisa ia tahu rutinitas hangat tersebut? Apakah Eve memberitahunya? Atau pernah melakukan hal-hal di daftar tadi?


... Tapi Ava masih ragu.

__ADS_1


Yah, permintaan Siwon tidak sulit. Lagipula Ava berniat mendekati anak kecil tersebut agar ia bisa segera mengetahui lokasi lab rahasia Eve. Namun, dia tetap harus menarik batas.


"Sudah kubilang, aku bukan mamamu."


Meskipun berasal dari ras naga, Siwon lebih mirip dengan anak anjing yang dibuang saat ini.


"Berbaring sini," lanjut Ava, mengembalikan semangat dalam binar mata Siwon dengan seketika. Bocah itu langsung menelusup di antara selimut, mengambil posisi tepat di sebelah Ava. Dua pasang panik hitam saling bertatapan.


"Tutup." Telunjuk gadis itu mengelus lembut pelipis Siwon, kelopak matanya lalu terkejap sesuai dengan perintah. Tangan Ava kemudian turun, menepuk pelan perut mungil si naga kecil secara berirama. "Siwon bobo~ Oh, Siwon bobo~ Kalau tidak bobo, digigit nyamuk~"


"Nyamuknya akan kugigit duluan!"

__ADS_1


"Hush!"


__ADS_2