Hellbent

Hellbent
Bab 180: Bergabung


__ADS_3

Setelah dua hari-- yang terasa berbulan-bulan-- tidak bertemu, Ellijah tidak bisa diam tanpa memikirkan tunangannya. Kehadiran Raja Dion tidak membantu kestabilan emosinya meskipun pria itu merupakan calon mertua. Dengan kelakuan tirani egosentris seperti itu, siapa yang bisa tahan? Namun setidaknya Ellijah harap penderitaannya selama dua hari lalu dibuahi dengan poin tambahan yang membuatnya lebih bersinar di mata Eve.


Namun tunangannya itu hanya diam.


Dan Ellijah tidak suka dengan kebisuan Eve.


Wajah rupawan gadis tersebut kosong tanpa ekspresi, sedangkan matanya tidak fokus dan memandang jauh, ke tempat yang tidak bisa Ellijah lihat, menumbuhkan benih kecemasan yang mengganggu di belakang kepalanya.


Melihat Putri Eve yang tidak memasang penjagaannya, banyak bangsawan yang melihat situasi ini sebagai kesempatan mereka untuk mendekati putri yang biasanya anti-sosial, sayangnya aura Ellijah yang berbahaya memunculkan keengganan di antara mereka.


"Apa kau sakit?" Walaupun tidak dijawab, Ellijah masih setia duduk di samping tunangannya itu. Kehadiran Eve saja sudah menguras kelelahan batin yang ia tahan-tahan.


Baru ketika bising kerumunan agak menjauh, Ellijah sadar kalau mereka sengaja ditinggalkan berdua. Hanya ada dia dan Eve dalam jalur sempit ini. Terima kasih kepada Ratu Isabel.


Ratu Isabel jelas-jelas lebih bijaksana dalam menangani orang banyak. Setelah bergabung, beliau langsung membagi kelompok mereka menjadi tim pemburu dan tim domestik. Tim pertahanan seperti yang diimplikasikan dalam namanya memiliki tugas untuk mempertahankan mereka dari serangan monster. Karena itulah Ellijah sekarang memiliki waktu untuk bernapas dan terbebas dari bangsawan benalu yang terus saja bergantung kepadanya.


Duke Frost memang yang paling kuat, tapi satu orang saja tidak akan cukup untuk menyangga grup mereka. Pemimpin sejati seharusnya tahu itu.

__ADS_1


Dibiarkan berdua membuat kebisuan Eve semakin kentara.


"Apa kau sakit?" tanya Ellijah lagi, intonasinya naik karena khawatir. Langkah mereka mengikuti tanda-tanda yang dibuat mencolok oleh kerumunan mereka yang duluan.


Selain gaun yang dipotong pendek dengan sengaja, dia tidak melihat bekas luka ataupun goresan. Penampilan Eve masih bersih dan cantik meskipun dua hari dipastikan mereka tidak bisa mandi, mungkin hal itu juga berkat sihir Ratu Isabel melihat si penjinak monster dan bocah naga juga dalam keadaan yang sama.


"Apa kau tidak punya kembaran, Elli?" Tiba-tiba Eve bersuara, jauh sekali dari topik yang Ellijah sangka.


Kembaran? Kenapa sang putri mendadak penasaran dengan isu tersebut?


"Kau tahu aku adalah anak tunggal, Eve."


Ellijah adalah pewaris satu-satunya Dukedom Frost. Tidak ada rekaman tentang anak haram atau anak yang terbuang.


Artinya, Lexa tidak ada dalam dimensi ini.


Ava diingatkan lagi kalau dia hanyalah alien di sini, eksistensi yang tidak seharusnya ada.

__ADS_1


Seolah takdir menaburkan garam pada lukanya, ujung jari gadis itu mulai kejang. Kukunya sudah berubah menjadi hologram biru yang glitching.


Belum waktunya bulan ungu muncul. Jadi benar, interval glitching-nya semakin pendek. Dan baru kali ini Ava mengalaminya ketika di dalam gate.


Ding!


Sistem eror!


Terdapat bug yang terdeteksi!


Tampaknya bukan hanya Ava yang mendapatkan notifikasi tersebut.


"Sistem eror?" Ellijah bergumam di bawah napasnya.


Tubuh Ava semakin lemas, kehilangan tenaga. Ia jatuh berlutut.


"Eve!"

__ADS_1


Karena keberadaan bug, reset otomatis dilakukan!


Sayangnya, atensi Ava dikaburkan oleh rasa sakit yang seolah menggerogoti jiwanya. Seperti biasa, gadis itu pingsan.


__ADS_2