
... Ava tidak menyangka perjalanan mereka bisa memakan berjam-jam, atau itu hanyalah persepsi otaknya yang tidak sabar untuk segera menyelesaikan misi?
Dan ketika sampai, Ava tertegun, juga setengah bingung. Siwon menuntunnya ke sebuah ... gubuk?
Naga kecil itu dengan bangga meneriakkan kalau bangunan yang tidak sampai 4×5 meter tersebut sebagai rumahnya.
... Apa ini artinya Ava salah?
Melihat dari poin-poin asumsi yang dikumpulkan, dia menyimpulkan kalau yang dimaksud oleh rumah bagi Siwon adalah lokasi lab rahasia Eve. Namun tidak mungkin kan "lab" yang digadang-gadangkan hanyalah ruangan sempit yang cuma beberapa petak?
Hm, dia sebaiknya tidak perlu kecewa terlebih dahulu. Tempat ini termasuk dalam dunia fantasi yang dipenuhi sihir. Masih tidak menutup kemungkinan kalau bagian dalam gubuk itu lebih luas dari yang terlihat, seperti yang pernah ia lihat di film Harry Potter.
Sekarang, alasan apa yang akan Ava pakai agar ia bisa masuk?
Untungnya, dia tidak perlu berpikir keras.
"Ayo mashuk!" Siwon telah mendahului mengundang mereka.
__ADS_1
Namun yang Ava lihat hanyalah tumpukan jerami di pojok ruangan.
... Itu saja?
Tidak mungkin, kan?
"Siwon tidur di sini?" Menutupi rasa frustasinya, Ava menunjukan performa gemilang sebagai penipu. Ekspresi prihatin gadis itu berhasil memancing perasaan sensitif si naga kecil.
Siwon merangkak dengan keempat kakinya, mengambil posisi nyaman di tengah alas tidur yang dibuat seadanya. Sekali kedip, dia berubah lagi menjadi balita manusia. "Kalau malam, tempat ini cukup hangat kok."
Siwon menunduk, menendang batu imajiner dengan tangan bergerak gelisah. "Karena mama tidak ada."
... Ava harus menguatkan hati, karena Siwon persis sekali dengan dirinya sendiri saat masih kecil dan tidak tahu apa-apa. Polos dan lapar akan kasih sayang orang tua yang tidak pernah ia ada.
Dia harus fokus dengan tujuannya.
Meskipun masih kecil, naga adalah spesies yang memiliki intelegensi, jadi mereka secara alami pintar dan bijaksana. Ava sedari tadi menolak mengakui kalau dia adalah mama Siwon, karena itu bocah tersebut menganggap Ava dan rombongannya sebagai orang asing. Sehingga, walaupun Siwon menunjukkan ini-itu karena kewaspadaannya yang menurun akibat wajah Ava yang familiar, si naga kecil tidak akan dengan mudah memperlihatkan cara masuk ke lab Eve yang tersembunyi ..., kalaupun memang ada di sini.
__ADS_1
Apa Ava lebih baik mencari tanda yang ditinggalkan oleh sang putri untuk menuntunnya ke lokasi yang sebenarnya?Namun hari sudah mulai gelap, sebentar lagi hutan yang sejatinya sudah seram itu akan semakin dilingkupi kegelapan dan bahaya monster. Rencana barunya perlu ditunda terlebih dahulu.
Ava memandangi Siwon yang meringkuk di sebelah kakinya, mencari kenyamanan. Ia menghela napas, tapi tetap saja mengangkat tangan untuk mengelus rambut bocah yang semakin mendekatkan diri tersebut.
Yah, setidaknya mereka tidak perlu membangun tenda dengan adanya gubuk ini. "Siwon, bolehkah kami menginap di sini untuk malam ini?" Seperti yang Ava kira, ia mendapatkan anggukan antusias. "Rose, rentangkan kasur lipat tipis yang kita bawa di lantai."
"Baik, Tuan Putri."
"Elli, sebentar lagi malam, jaga tempat ini agar tidak didekati oleh monster-monster yang berkeliaran." Ellijah menurut tanpa banyak omong, walaupun raut mukanya masam, kalaupun ia bertanya lagi, hanya pertengkaran yang menjadi hasil.
"Nah, Siwon, kuharap kau tidak memiliki alergi tomat."
Ava yang akan memasak.
"Agh, aku benchi sayuran."
"Tapi tomat itu buah, bukan sayuran."
__ADS_1