Hellbent

Hellbent
Bab 165: Rival


__ADS_3

Kini sesi acara yang Ava tunggu-tunggu, pemberian hadiah. Saat yang tepat untuk para penjilat menunjukkan keahlian mereka. Bagian yang paling Ava sukai tentu saja, 20% hadiah tersebut akan menjadi miliknya. Urutan dimulai dari orang dengan status paling tinggi di sana, sang raja. Lalu, Ratu Isabel dan Pangeran Marvin. Ketiganya menyembahkan artifak beranking tingi. Kemudian tunangan (palsu)-nya, memberikan cincin bertahtahkan berlian merah muda yang Ellijah pakaikan langsung pada jarinya di depan publik.


Omong-omong, apakah Ellijah dan Eve tidak memiliki cincin pertunangan? Tidak ada yang menyuruhnya untuk terus memakai aksesoris pengikat hubungan tersebut, bahkan Ellijah sendiri.


Selanjutnya, sembari melempar sanjungan berlebih, kebanyakan para bangsawan juga menghadiahinya dengan perhiasan, ada juga yang membawa buku tebal mengenai alkemi, hewan langka yang manfaatnya hanya sebagai dekorasi karena bentuk yang indah, dan juga item-item acak lain.


Hm, hadiah dari keluarga kerajaan lah yang terlihat paling mahal. Kalaupun ia memilih aksesoris, pasti nanti akan ia jual untuk menghasilkan koin.


Namun ada satu yang berbeda dari yang lain.


Seorang gadis yang gaunnya tidak kalah mewah dengan yang dipakai Ava, memasang wajah masam sembari menyerahkan kadonya. Sebuah pisau. Sang penerima tidak banyak memikirkan isi kotak yang ia buka, Ava lebih tertarik dengan ekspresi gelap si gadis yang tidak mau disembunyikan, pasalnya meskipun banyak orang di pesta tersebut dari pihak oposisi, semuanya berpura-pura senang dengan senyum palsu mereka. "Apa maksudnya ini, Putri Romula?" Ellijah melangkah maju, rautnya tegang disertai tatapan tajam.


Ada yang salah dengan pisau ini?


Ava sendiri tidak masalah dengan benda tersebut, karena artinya ia menambah stok pisaunya yang cepat habis karena status kekuatannya. Lagipula pisau yang ia terima terlihat berkualitas baik, meskipun terlalu banyak hiasan, Ava berpikir pisau itu tidak buruk juga.

__ADS_1


Tapi Ellijah berpikiran lain. Memberikan kado pisau sama saja memutus hubungan, doa agar yang menerima terkena kecelakaan, atau agar dia lekas mati. Intinya, pendatang nasib buruk.


Gadis itu berani sekali secara terbuka menunjukkan keagresifannya dalam pesta yang dirayakan di istana melayang Edodale, wilayah musuh.


Ini sama saja menantang keluarga kerajaan, karena itulah Ratu Isabel juga mengangkat keberatannya, "Putri Romula, bisa Anda jelaskan maksud hadiah yang Tuan Putri bawa?"


Putri Romula? Hm, Ava dengan rajin membaca nama-nama para undangan agar ia dapat menyusun strategi dalam menghadapi siapapun lawannya nanti. Putri Romula adalah salah satu yang harus ia hapal.


"Selain prestasi Putri Eve dalam menyelesaikan masalah dunia dengan kepintarannya, saya mendengar bahwa sang putri juga mahir melawan monster saat berhadapan dengan banderhobbs yang muncul dalam fenomena badai hitam, sampai-sampai Putri Eve menerima medali emas karenanya."


Memang Edodale dan Afrein masih menjaga hubungan baik, tapi hal tersebut tidak dapat dibilang sama dengan interaksi para putri. Yah, dengan sifat Eve selama ini, tidak butuh seorang genius untuk memprediksi bagaimana obrolan keduanya berlangsung.


"Karena itulah, saya ingin meminta Putri Eve untuk memberikan saya kesempatan dalam berduel dengan sang putri."


Hm. Jadi Putri Romula merasa terancam? Mengingat Eve hanya berkutat dengan alkemi ataupun artifak sihir, Romula yang menahan penuh emosi ketika orang-orang berusaha menjadikan kedua putri tersebut sebagai rival, putus kesabaran saat tahu kalau Eve juga pintar bertarung, area ahlinya.

__ADS_1


Duel, ya?


Hm, tidak masalah.


Karena dengan latihan konstan dan panen status poin dari monster kecil yang beli hidup-hidup, jendela statusnya sudah setara dengan status seseorang yang berlevel 70.


"Namun untuk menjaga keadilan duel, saya berharap Putri Eve tidak akan memakai trik, artifak, ataupun skill sihir yang berlebihan. Dengan begitu, kita hanya menilai kemampuan bertarung saja."


... Romula jelas-jelas menyatakan syarat yang meraup sebagian besar taktik bertarung Ava selama ini.


Yang dilakukan Romula memang akan dianggap sangat tidak sopan. Namun tantangan publik yang ditolak hanya akan membawa rasa malu terhadap nama baik keluarga kerajaan Edodale, jadi menghindar tidak akan menjadi pilihan.


Lagipula, pertarungan jarak dekat memang keahlian Ava. Dengan batasan tadi, dia pun memiliki alasan untuk tidak menunjukkan skill sihir apabila ditanya, toh Ava sama sekali tidak memiliki mana.


"Baiklah, Putri Romula. Saya dengan senang hati akan berduel dengan Anda."

__ADS_1


__ADS_2