Hellbent

Hellbent
Bab 129: Hutan Lebat


__ADS_3

Perjalanan lanjutan mereka dipenuhi oleh kecanggungan dingin. Ava terus berfokus pada pulau tujuan mereka yang masih hanya setitik terlihat, Ellijah tenggelam dalam pikiran gelapnya sendiri, dan Rose tidak berani memecah suasana tersebut, takut dimarahi karena berisik atau ikut campur. Hanya si pelayan tua yang tiga menit sekali mengeluhkan nyeri lutut dan punggungnya yang sudah tidak lagi muda.


Akhirnya, mereka sampai setelah setengah jam mengarungi air. Crimsonwood, pulau yang dipenuhi pepohonan tinggi dan besar hingga menutupi cahaya matahari untuk menyentuh tanah, tidak ada penghuni yang tercatat, setidaknya begitulah yang Ava lihat dari administrasi.


"Kita buat tenda di sini." Ava menginjakkan kaki di pasir pantai. Crimsonwood dikabarkan akan dipenuhi oleh monster karena daerah yang tidak terurus, karena akan berbahaya jika mereka menetap di kedalaman hutan. Namun terlalu dekat dengan lautan juga mengancam mereka ketika air pasang nanti malam.


Rose sebagai pelayan pribadi, inventorinya nyaris hanya dipenuhi oleh kebutuhan majikannya. Tenda muncul dari udara kosong. "Elli, bantu dia." Meskipun berstatus sebagai seorang Duke, Ellijah ikut dalam perjalanan ini sebagai pengawal Eve, jadi dinilai wajar saja apabila cakupan tugas Ellijah hingga memastikan kenyamanan sang putri. Namun perintah itu cuma menjadi petir di siang bolong bagi Rose, yang notabene hanyalah seorang putri Baron miskin di pinggiran negara. Jangan! Lebih baik kulakukan sendiri! Rose tahu benar tingkah laku Duke Frost ketika Putri Eve tidak melihat. Brrr, dingin dan kejam. Ia bahkan sampai takjub ketika sang putri masih belum menyadari dua sisi tunangannya tersebut sampai saat ini. Sayangnya, Ava butuh kedua orang itu untuk sibuk dengan hal lain untuk sementara, ia butuh melakukan sesuatu secara diam-diam. "Tunggu apa lagi?" Ellijah bergerak tanpa berkata apa-apa. Rose hanya bisa menerima nasib serta menelan air mata


Masih belum ada inovasi tenda instan, jadi dua orang tersebut harus mendirikan tenda dengan manual, memberikan setidaknya lima belas menit kosong bagi Ava untuk menyelinap. Jadi saat Rose serta Ellijah menggelar kain parasut untuk tenda, mereka tidak sadar kalau sang putri hilang dari pandangan.


Di sisi lain, Ava masuk dalam bayang-bayang pepohonan, bersembunyi. Jurnal Eve dikeluarkan dari inventori, dibaca lagi perlahan-lahan. Membaca dalam gelap memang tidak dianjurkan demi kesehatan mata, tapi status indra Ava seolah memberinya pengecualian.

__ADS_1


Lab rahasia berada di Crimsonwood, pulau tidak berpenghuni itu cocok sekali dijadikan sebagai pusat fasilitas yang mencurigakan, selain tidak ada yang berani mendekat, juga terdapat parameter keamanan tersendiri, monster liar. Dikatakan, jalur menuju lab rahasia tersebut diberi tanda yang dengan ahli berbaur dengan sekitarnya.


Meskipun sulit, setidaknya ia memiliki petunjuk. Mencari jejak ataupun tanda akan sangat dibantu oleh panca indra Ava yang tajam.


Wush! Wush!


Dedaunan rontok di atas Ava, masih hijau, belum waktunya untuk luruh. Artinya, terdapat sesuatu di atasnya


Ava mendongak, belati sudah ada di tangan kanan, tajam dan terlumuri racun paralisis.


"Uwah!" Sosok hitam meluncur turun, oh, lebih tepatnya jatuh dari dahan pohon. "Mama!"

__ADS_1


... Apa?


"Mama kembali lagi!"


Bukannya wajah mengerikan dengan gigi taring, tangan bercakar tajam, ataupun makhluk buruk rupa hasil mutasi mana, yang Ava lihat adalah wajah tersenyum seorang anak kecil.


"Mama!"


Ava membuang senjatanya.


Hab!

__ADS_1


Seorang balita secara harafiah jatuh ke pelukannya.


__ADS_2