
Ava menambahkan klausa untuk durasi kontrak yang hanya sampai 6 bulan, gaji koin sebagai imbalan tambahan selain artifak yang sudah dijanjikan, menarik batasan kalau pihak Eve yang diwakilkan Marvin tidak mencampuri urusan pribadi Ava asalkan dia menjalankan perannya dengan baik, selain itu gadis itu akan mendapatkan 20% apapun barang yang ia dapatkan saat menjadi putri Eve.
Si pangeran langsung setuju untuk menandatangani kontrak tersebut ketika ia mengajukan syarat bahwa Ava harus tetap menjaga nama baik Eve.
Yah, Ava tetap berencana melakukan apapun yang ingin ia lakukan, entah itu perilaku buruk ataupun tidak, hanya saja ia mungkin harus sering-sering menyamar mulai dari sekarang.
Dan dengan begitu, Ava secara resmi menjadi seorang putri dalam semalam.
Namun proses penyempurnaan aktingnya bukan hal yang mudah. Marvin bersukarela menyisihkan waktunya selama beberapa jam untuk mengajari Ava mengenai tata krama keluarga kerajaan, banyak sekali isu-isu sepele yang diatur secara spesifik dan detail. Bagaimana cara memberi salam, berbicara, tertawa, makan, minum, bahkan melambaikan tangan pun terdapat metode yang harus diikuti.
Satu kata, merepotkan.
Tapi untung saja, masih ada sisi baik yang dapat Ava tangkap.
Uang.
Eve sebagai seorang putri memiliki anggaran pribadi yang fungsinya mirip sebagai uang saku dari kerajaan Edodale sendiri, jadi selain dari gaji bulanannya, Ava bebas menghabiskan 20% anggaran tersebut sesuai dengan isi kontrak yang ada.
__ADS_1
Dengan sekejap jumlah koin yang ia simpan dalam [System] meroket hingga mencapai tujuh digit.
Selain itu, pesanan Ava akhirnya datang setelah telat dua minggu lebih. Bia berhasil.
Karena itulah ia berada di tempat latihan privat yang dimiliki setiap royalti. Pada ruangan tertutup luas berlantaikan tanah tersebut, Ava sendirian. Lokasi yang cocok untuk melakukan percobaannya.
Gadis itu menggenggam erat item yang ada di tangannya, artifak yang pada dasarnya digunakan untuk memperlemah seorang budak kini berubah menjadi gelang yang akan membantunya. Dengan bunyi "klik" nyaring, sebuah besi tebal melingkar pas di pergelangan tangan Ava.
Hologram biru terpampang di depan wajahnya.
Identifikasi pemakai terdeteksi.
Pemakai adalah Raven X.
Pengontrol adalah Raven X.
Dikarenakan item penahan tersebut Ava pakaikan sendiri, orang yang dikontrol serta mengontrol cuma satu, dirinya. Dialah tuan dari perilakunya sendiri.
__ADS_1
Mungkin karena [System] menangkap "Raven X" sebagai namanya pada gate yang ia susupi satu bulan lalu, kini julukannya otomatis menjadi Raven X. Meskipun begitu nama dalam jendela statusnya tidak berubah, masih disensor.
Panel Kontrol Raven X
Koin : 8726988 Kunci? [Ya/Tidak]
Kekuatan : 28 Atur [100%]
Kecepatan : 20 Atur [100%]
Kelentukan : 19 Atur [100%]
Kecerdasan: 18 Atur [100%]
Indra: 26 Atur [100%]
Ava langsung menurunkan semua pengijinan output menjadi 50% kecuali kecerdasan mengingat poin status tersebut berguna untuk menaikkan kelas skill observasinya, yang sering ia pakai sehari-hari. Untuk status yang lain hanya mengganggu kegiatan Ava karena ia masih belum terbiasa dengan perubahan dalam tubuhnya, mungkin sudah ratusan kali Marvin mengomelinya karena tidak sengaja memecahkan cangkir teh ketika mereka masih dalam sesi pembelajaran, para pelayan juga kesusahan saat Ava tanpa sadar melangkah lebih cepat dari yang mereka mampu kejar, selain itu kini indra Ava tidak lagi kewalahan, alasan utama Ava memutuskan untuk memodifikasi artifak budak tersebut. Telinga dan matanya meskipun masih sensitif, tidak lagi bising dan membuat Ava kelelahan sendiri saat ia diam. Cuaca untungnya tidak lagi membuat ia terlalu kedinginan ataupun kepanasan.
__ADS_1
Akhirnya, Ava bisa tidur dengan tenang.