Hellbent

Hellbent
Ba 189: Gate Berlapis


__ADS_3

River dan Kino serta pasangan yang menggunakan tombak lah yang bertugas memberitahukan progres misi mereka ke kelompok utama masing-masing. Komunitas kecil bentukan Ezra yang terlebih dulu datang. Berbeda dengan kelompok Ava, pangeran ketiga kerajaan Igoceolon itu hanya memiliki beberapa 3 anggota yang tersisa, akan tetapi kualitas dari anggota tersebut tidak bisa diremehkan. Ketiganya memiliki skill poten atau serba guna yang melebihi tingkat VII, level yang baru saja direset pun naik secara signifikan hanya dalam beberapa hari. Kumpulan elit.


Ava sengaja mengabaikan gestur tidak sabar dari kelompok Ezra, begitu juga Adam yang melayang tembus pandang dan terus saja mengomentari setiap orang yang ia pandang.


Dua pihak bekerja sama untuk melawan bos penjaga portal keluar, sehingga mereka juga mendapatkan hak untuk masuk ke dalam portal bersama. Sayangnya Raja Dion sepertinya masih merasa pahit karena alkohol yang ia klaim digunakan sebagai senjata dadakan, karena itulah perjalanan yang seharusnya hanya memakan maksimal 30 menit, molor menjadi dua jam. Jadi, Ava hampir merasa gembira melihat wajah keriput sombong sang raja ketika kelompoknya muncul dari balik dinding labirin. Waktu tunggu yang canggung akhirnya bisa diakhiri.


Gadis itu menjadi representatif, menyalami formal tangan Ezra, senyum bisnis menyertai pertukaran salam serta terima kasih. Selanjutnya, secara bergantian mereka memasuki portal kotak biru bercahaya sesuai dengan kesepakatan yang disetujui. Tentu saja, yang pertama masuk adalah tim penyerang utama.


Ellijah yang terlebih dulu mengambil tempat di sisi Ava, menggenggam erat tangannya, diikuti oleh River yang menggendong Siwon di belakangnya. Baiklah, sudah saatnya.


Mengabaikan gumaman kesal Raja Dion yang masam karena masih harus menunggu, tidak tahu malu seperti biasa, Ava melangkah maju menuju sinar yang membutakan.


Awalnya ia merasa seperti diterpa oleh gelombang laut, tidak lama kemudian seluruh indra serta alat geraknya kelu, kebas, sekaligus kaku. Layaknya boneka plastik yang dibongkar setiap potong tubuhnya, utuh namun terpisah. Sensasi Ava kembali normal setelah beberapa detik, dan hal pertama yang ia perhatikan adalah telapak kanannya yang hangat. Ellijah masih berada di sebelahnya, berpegangan tangan.


Alis kiri Ava terangkat. Pasalnya, mereka terpisah ketika pertama kali memasuki gate di istana walaupun tunangan palsunya itu memeluk Ava hingga tulang rusuknya terancam patah. Tapi sekarang, bagaimana bisa mereka tetap bersama?

__ADS_1


Hal kedua yang menarik perhatiannya ialah dekorasi emas yang memenuhi tempat mereka berdiri.


Besar, mewah, dan dipenuhi item-item yang terlihat mahal. Mereka berada di dalam istana, tapi bukan Edodale karena Ava tidak mengingat kalau istana Edodale memiliki lukisan raksasa bergambarkan 12 orang yang sedang makan malam.


Saat itulah hal lain terjadi.


Selamat datang!


Semua pemain dapat keluar setelah menangkap pengkhianat yang tersembunyi.


Kondisi khusus:


Sebagian kecil dirinya berharap kalau cerita yang dipaparkan gadis asing yang Ratu Isabel selamatkan tidaklah benar, atau kasus tertentu akan langsung membawanya keluar dari gate. Untungnya sisi lain Ava yang lebih besar, lebih rasional, memperingatinya untuk melakukan persiapan kalau saja gate dengan misi berlapis memang ada. Karena itulah dia tidak kaget, hanya kecewa.


Hal yang tidak ia sangka tentu saja kondisi khusus yang menyertai misi kali ini.

__ADS_1


[System] terkunci?


Maksudnya ... semua fungsi [System] ditiadakan? Tanpa poin status, skill, ataupun level?


Lalu bagaimana dengan artifak?


Ava mengelus kalung yang menggantung di lehernya, memanggil nama Adam dalam kepala. Tapi hantu cerewet itu tidak segera muncul, padahal Ava harus bertahan menguatkan telinganya untuk terus mendengar ocehan Adam selama persiapan masuk portal tadi. Sekarang yang ia dengar hanya kesunyian tebal, sebelum Ellijah memecahnya. "Sayangnya kemungkinan terbaik tidak terjadi."


Ava mengangguk, berniat melepaskan tautan tangan mereka untuk menjelajahi lokasi asing tersebut, akan tetapi Ellijah menolak, jadi keduanya berjalan sembari bergandengan. "Benar, kita masih harus menjalankan misi yang lain sebelum bisa keluar dari gate ini."


Zap!


Mendadak, seorang wanita asing muncul dari udara kosong sebelum Ellijah dapat membalas Ava.


"Oh," sosok tidak dikenal tersebut melihat sekeliling dengan mata yang berbinar penasaran, sebelum akhirnya fokusnya jatuh kepada mereka berdua. Senyum manis yang lebih terasa seperti racun mekar pada wajah cantik itu. "Maaf mengganggu waktu berdua kalian~" Selain persona palsu yang langsung Ava benci, nada menggoda dalam suara halus tersebut seketika membuat ia merinding.

__ADS_1


Secara personal Ava tidak mengenal wanita asing itu, tapi iris elipsis yang bersinar otomatis membawanya ke satu kesimpulan.


Dia adalah iblis, salah satu saudara dari Lucifer.


__ADS_2