Hellbent

Hellbent
Bab 68: Permintaan


__ADS_3

Meskipun tidak terjadi apa-apa setelah Ava sampai di penginapan, begitu juga hingga hari berikutnya, dia tidak bisa menyingkirkan keresahan yang ada dalam hatinya. Artinya, Ava harus menyelesaikan masalah ini secepat mungkin.


Musuh yang tidak diketahui.


Selain Woodrow, dia tidak mencari gara-gara dengan siapapun.


Dengan kata lain, inti problem ini bukan pada dirinya, melainkan dari sisi lain.


Orang yang mengincar Ava pasti mengira kalau dia adalah Eve.


Kalau begitu, masalah yang lain muncul.


Ava tidak tahu siapa saja yang berpotensi mencelakai penculiknya itu.

__ADS_1


Untuk itulah, dia menggunakan salah satu sumber daya yang ia dapat beberapa hari yang lalu.


"Jadi, permintaanmu sebagai imbalan menggantikan melakukan tantangan di kapal kemarin, sekarang kau menyuruhku untuk menyerahkan data informasi mengenai orang yang aku pikir adalah kau?"


Kenapa kalimat Rai rumit sekali? "Ya, aku tidak mau disangka sebagai orang yang tidak kukenal. Setidaknya aku harus tahu reputasi seperti apa orang itu sampai kisahnya terkenal."


Memang benar, Rai dalam pertemuan pertama mereka salah mengira Rina sebagai Eve, putri dari kerajaan Edodale. Wajah mereka identik sekali. Bahkan sampai sekarang, Rai memiliki sedikit kecurigaan kalau Rina hanya mempermainkannya dan dia memanglah putri yang populer tersebut.


Tapi biarlah, toh Rai juga tidak merasa nyaman dengan terus berhutang budi kepada gadis di hadapannya. Jadi setelah meneguk teh persiknya, Rai berkata, "Baiklah, apa yang ingin kau ketahui terlebih dahulu?"


"Eve Weinhamer. Putri kedua dari kerajaan Edodale."


Ava sudah tahu sejauh itu. Agh, seorang keluarga kerajaan. Merepotkan saja.

__ADS_1


"Tuan Putri Eve juga merupakan seorang alkemis terkenal. Item, ramuan, dan mantra yang dia buat selalu laku keras, karena itulah banyak saudagar yang rela mati untuk mendapatkan resep atau rancangan si Tuan Putri."


"Lalu, siapa Duke Frost?" Ava ingat nama itulah yang Rai asosiasikan dengan Eve ketika pria itu mengira kalau dia mengalami amnesia.


Kipas kertas dengan motif sakura menutupi setengah wajah Rai, menghalangi pandangan Ava untuk melihat ekspresi senangnya, "Ah, Ellijah Tristan Frost." Rai tanpa sadar mencondongkan tubuhnya, matanya selalu berbinar ketika bergosip seperti ini, "Dari rumor yang beredar. Duke Frost selingkuh dari Putri Eve dengan anak perempuan seorang Marquess, sampai hamil! Karena itulah si Tuan Putri kabur dari kerajaan. Namun Duke Frost membuktikan ketidakbersalahannya dengan memenggal mati perempuan yang katanya menjadi simpanannya itu. Sayangnya, sampai sekarang pun Putri Eve tidak segera kembali ke istana, tidak ada yang tahu keberadaannya."


Ava hanya tersenyum tipis ketika Rai pada dasarnya menceritakan kisah mutilasi dengan ceria. Namun, ada bagian dari cerita tersebut yang tidak Ava percayai, karena Eve yang ia ketahui selalu muncul dari alam bawah sadar setiap kali dirinya pingsan tidak terlihat seperti tipe orang yang kabur karena sakit hati mengenai masalah percintaan.


Eve adalah dopplegangger-nya, mengklaim kalau dia adalah versi Ava di dimensi ini. Dan apabila secara hipotesis hal tersebut benar, Eve pasti yang akan memenggal kepala wanita perebut tunangan itu dengan tangannya sendiri. Karena itulah yang akan Ava lakukan.


Namun Ava menyadari isu lain. Tunangan Eve adalah seorang psikopat.


Jika Duke Frost bersedia menjadikan musuh seorang Marquess hanya untuk membantah rumor perselingkuhannya, lalu apa yang akan ia lakukan kepada Ava, perempuan yang identik dengan tunangannya tersebut? Berbeda dengan Rai yang hanya seorang kenalan jauh, Ava tidak yakin argumen berlogika akan mempan kepada si yandere itu.

__ADS_1


Ava mengutuk Eve lagi.


__ADS_2