Hellbent

Hellbent
Bab 160: Inquary


__ADS_3

Kepulangan disambut antusias oleh orang-orang di istana, utamanya Raja Dion. Kabar bahwa Putri Eve lah yang menjadi pelopor antidot wabah suatu negara jelas-jelas sudah sampai di telinga mereka. Ini artinya, nama baik kerajaan Edodale makin gemilang di mata dunia.


Meskipun begitu, masih ada satu hal yang mengganggu Raja Dion.


"Kenapa Tuan Putri memberikan hak pemasaran penawar ini kepada pihak asing?"


Seperti yang Ava bilang, antidot yang ia buat memiliki potensi yang sangat besar. Apabila pihak kerajaan lah yang mengembangkan bisnis ini, selain adanya kesempatan Edodale guna menanggung rasa terima kasih kerajaan Uflaria, uang yang akan datang akan membantu pengisian ruang harta royalti.


Namun itu artinya keuntungan yang ada akan masuk ke dalam simpanan Putri Eve, sesuai kontrak yang ia tandatangani maka Ava hanya mendapatkan 20% dari yang seharusnya ia miliki. Karena itulah ia lebih memilih bekerja sama dengan Ezra, sebab uang akan mengalir ke dalam tabungan pribadinya langsung.


Ava pun beralasan, "Nama Edodale masih akan tertanam dalam benar raja dan rakyat Uflaria walaupun yang memasarkan adalah Pangeran Ezra, tapi dengan begini pangeran Igoceolon tersebut akan berhutang budi."


Tidak mungkin Raja Dion tidak mendengar upacara Maturite yang digunakan guna memilih pewaris tahta kerajaan tetangganya itu. "Jadi Tuan Putri yakin kalau Pangeran Ezra lah yang akan mendapatkan gelar putra mahkota?"


Ava telah menyelediki dua pangeran lain yang menjadi rival Ezra. Yang satu mirip anak kecil manja dan egois, yang satu lagi tidak memiliki ambisi. Di antara ketiganya, Ezra memang yang paling menjanjikan. "Benar, Yang Mulia."


Untuk beberapa saat, hanya keheningan yang meliputi ruang kerja sang raja. Ava masih berdiri tenang di tengah-tengahnya, bosan bahkan, ingin sekali tidur.


Meskipun masih bermuka masam, apa yang diutarakan Putri Eve memang lebih terlihat menguntungkan, jadi meskipun Raja Dion masih tidak senang pada akhirnya dia menerimanya. Tapi masih ada lagi yang ingin ia bahas. "Baiklah, kalau begitu. Namun bagaimana dengan tugas yang Tuan Putri jalankan?"


Inovasi untuk menangani kelompok ter*ris.


Perjalanan Ava dimulai karena misi rahasia tersebut, jadi ketika wajahnya tiba-tiba terkenal, untungnya isu antidot yang ia buat menutupi objektif asli tugasnya.

__ADS_1


Ava mengeluarkan sebuah artifak dari inventorinya, Bia menyelesaikan komisinya dua hari yang lalu. Gadis itu mulai menjelaskan, "Bom yang mereka buat pada dasarnya campuran dari atribut angin dan api dengan intensitas yang tinggi. Karena itulah artifak ini dibuat untuk mendeteksi lokasi mana dengan kedua atribut tersebut."


"Apakah benda ini tidak akan salah mengira? Seperti skill seseorang yang kebetulan memiliki elemen yang sama?"


"Item ini akan mendeteksi kepadatan mana di atas batas tertentu, jadi apabila terdapat individu dengan atribut serupa, mereka tidak akan terdeteksi. Namun apabila mereka tetap tertangkap radar, artinya skill yang mereka gunakan memanglah skill dengan mana yang banyak, mereka harus tetap diperiksa untuk berjaga-jaga skill yang ada merupakan bom itu sendiri, bukan hasil dari artifak yang dibawa."


"Kekurangannya?"


"Tidak bisa mendeteksi artifak yang ada dalam inventori dan skill pasif."


Hm. Hal tersebut memang disayangkan, tapi setahunya, memang tidak ada yang bisa melihat ataupun mengutak-atik fitur [System] yang dibuat oleh [The Developer].


Yah, kecuali skill dan eksistensi Ava, tapi sang raja tidak tahu hal ini.


Kalau begini, Ava sebaiknya mengundang Bia secara langsung ke istana.


Itu saja, bukan?


Namun sebelum dia berpamitan, Raja Dion mendahuluinya, "Oh, kudengar kau membawa seorang anak dan seorang pria."


Ava tidak menyukai implikasi dari nada sang raja. Namun ia paham betul kalau tindakannya memang mencurigakan.


"Anak yang Yang Mulia maksud adalah seekor naga, dan pria itu adalah penjinak monster."

__ADS_1


Ava nyaris terlonjak ketika Raja Dion tiba-tiba berteriak, "Naga?!"


Sepertinya ... Siwon akan menjadi isu yang lebih besar dari yang ia kira?


"Jadi penjinak monster maksudnya?"


"Dia kupekerjakan sebagai pengasuh naga tersebut." Posisi River dalam istana memanglah ambigu. Butuh pelatihan berbulan-bulan untuk menjadi seorang pelayan royalti, apalagi prajurit istana. Meskipun dia adalah pemburu yang handal, tidak akan mudah meyakinkan seseorang tanpa sertifikat yang distempel oleh raja.


Namun dengan kalimatnya tersebut, orang-orang akan menganggap kalau River lah yang lebih dulu menjinakkan Siwon.


Ugh ..., ia terganggu dengan pikirannya sendiri. "Menjinakkan Siwon", ras anak itu memang naga, tapi dia juga memiliki bentuk balita biasa.


Galau, ia merasa telah menjadi jenis orang dewasa yang dibencinya.


Agh.


"Tuan Putri tentu sudah siap dengan konsekuensinya, bukan?"


Naga adalah makhluk agung yang pantas untuk dipuji-puji, tapi penjinak monster masih dipandang buruk oleh sebagian besar masyarakat. Faksi bangsawan tidak akan dengan mudah melepaskan alasan untuk menjatuhkan Putri Eve yang semakin terbang tinggi.


Yah, Ava tidak akan memamerkan Siwon ataupun River layaknya monyet dalam sirkus. Jadi keduanya tidak perlu ditampilkan secara publik.


Sayangnya Raja Dion berpikir lain, "Kekuatan adalah cara terbaik untuk membuat orang-orang tunduk, jadi perlihatkan bagaimana pihak yang melawan royalti akan berakhir."

__ADS_1


Ah, Ava belum bisa istirahat.


__ADS_2