Hellbent

Hellbent
Bab 110: Patah Hati


__ADS_3

Guild Canthan sudah pulang dengan selamat dari misi mereka dalam mengawal kapal yang sebelumnya diserang oleh Banderhobbs. Mengingat tidak ada lagi serangan susulan, mereka sebenarnya tidak melakukan apa-apa. Namun bukan berarti mengasuh bangsawan yang rewel tidak melelahkan mental mereka.


"Jadi, inilah alasan kenapa dia menolakku?" Koran yang menyertakan gambar gadis yang familiar digenggam keras hingga kertasnya kucel, terutama pada bagian foto pria di samping gadis tersebut, hampir berlubang malah.

__ADS_1


"Kecemburuan nampak jelek sekali pada wajahmu. Yah, tidak heran, kalau aku juga tidak akan menerimamu kalau aku memiliki tunangan setampan itu." Rai mencemooh, berniat menebar garam pada hati Hao yang terluka. Jadi tebakan awalnya benar, kalau Rina adalah Eve, putri yang hilang. Dia tidak menyangka kalau ia dimanipulasi oleh Putri Eve dengan semudah itu, tentu saja orang yang kabur tidak akan dengan mudah membongkar penyamaran mereka. Selain itu, kalau dipikir-pikir lagi, Putri Eve tidak punya kewajiban memberitahukan dirinya apa yang sebenarnya yang terjadi, Rai hanya pernah melihat wajah sang putri sekali saja saat Guild Canthan diundang di istana melayang Edodale, mereka bahkan tidak pernah saling berbicara secara langsung sebelum pertemuan di hutan sebulan yang lalu. Omong-omong, dia bersikap cukup sopan bukan di hadapan Putri Eve? Ah, kalau Putri Eve tersinggung, Rai pasti sudah diseret oleh prajurit kerajaan. Kalau begitu, apakah dengan ini dia bisa dengan lebih leluasa menarik si penjinak monster ke guild mereka? River jelas sekali mengikuti keputusan "Rina" waktu itu.


Yong memijat batang hidung, kepalanya sudah berdenyut-denyut sejak seminggu yang lalu. Seharusnya ia berusaha menjauhkan adiknya agar tidak terlibat dengan Rina, bukan, Putri Eve.

__ADS_1


Hao otomatis menoleh, matanya yang sipit menatap tajam kakaknya yang duduk di sofa kantor guild mereka. "Kakak tidak pernah jatuh cinta ya?"


Rai nyaris terkekek, sahabatnya itu membicarakan masalah hati seolah seperti memakai artifak. Kalau rusak mau tidak mau harus dibuang. Namun pada dasarnya apa yang ia nyatakan adalah solusi yang tepat. Klan Gu, keluarga dua bersaudara tersebut memanglah klan yang terhormat, akan tetapi tetap saja tidak setara dengan status tinggi seorang royalti ataupun saingannya, Duke. Kalau dalam kestatusan bangsawan, mereka setara dengan Baron? Lagipula, kalau Hao berniat dengan serius bersaing dengan Duke Frost, hal tersebut hanya akan mendatangkan masalah bukan hanya untuk klan Gu, tetapi guild mereka juga. "Kalau begitu, mau kupertemukan dengan beberapa kenalanku?" Rai berseru semangat, mendukung penuh projek "Melepaskan Hao dari jeratan cinta monyet".

__ADS_1


"Agh, kalian tidak akan mengerti!" Pada akhirnya Hao keluar dari kantor guild dengan langkah berat.


__ADS_2