
Pembantaian di depan mereka tentu membuat syok siapapun yang melihatnya. Dan emosi yang selanjutnya muncul kemungkinan besar adalah marah ataupun takut. Akan tetapi Ava sadar kedua perasaan tersebut hanyalah menjadi penghalang jalan mereka untuk selamat. Otomatis dia menarik lengan Ib dan River yang nyaris menerjang maju.
"Kita butuh rencana," Ava menetapkan. Dia harus tetap hidup.
Satu, dua, ... dua belas. Selusin banderhobbs mondar-mandir di dek dasar. Tiga di antaranya sibuk melahap onggokan daging yang menggunung di depan mereka, empat ekor tidur dengan perut yang menggelembung, sisanya bersiap-siap untuk kabur bersama korban yang tidak berdaya.
Mereka butuh rencana, tapi mereka juga harus cepat sebelum kasualti yang lain berjatuhan. Menghadapi banderhobbs yang paling merepotkan tentu saja kemampuan mereka untuk bersembunyi dalam bayang-bayang, tapi selain itu monster tersebut juga memiliki lidah lentur yang dapat memanjang serta cakar yang tersembunyi di balik tangan kaki mereka yang lembek. Kelemahan katak dengan atribut kegelapan itu tentu saja elemen cahaya atau api. Namun kelompok mereka tidak ada yang memiliki atribut cahaya, menggunakan api pun hanya akan membahayakan tubuh-tubuh yang masih belum jelas status kehidupan mereka.
Untung atau buntung, Ava tahu satu cara, tapi jika dia melakukannya, Ava akan kehilangan sumber pertahanan yang akan sangat sulit dia dapatkan lagi.
Pistolnya masih penuh dengan peluru, plus dengan satu magasin tambahan. Banderhobbs yang hanya terdiri dari daging berlemak akan sangat mudah dibunuh dengan satu tembakan di kepala, peredam suara yang Ava pasang juga tidak akan menarik perhatian monster lain yang mungkin masih berkeliaran.
Namun, itu artinya Ava akan kehabisan peluru, padahal tidak ada pandai besi yang mau ataupun bisa menyulap logam menjadi proyektil, dia bahkan belum yakin apakah ada bubuk mesiu di dunia fantasi ini.
Tapi ... Ava tidak sebaik itu.
Ia tidak mau mengorbankan apa yang dimilikinya untuk keselamatan orang lain.
Akan tetapi dengan sengaja membahayakan orang lain juga akan meninggalkan rasa pahit yang tidak akan bisa Ava hapus.
Jadi dia memilih mengutarakan rencana yang lebih beresiko. "Masing-masing dari kalian akan kuberi 3," bola-bola serbuk bius dengan cepat berpindah tangan. River sudah paham dari belasan kali Ava memakainya. Ib yang meskipun baru saja tadi menonton efek mujarab item Ava, dengan pengalamannya hingga berlevel 100, dia yakin pria itu akan mahir menggunakannya dalam waktu dekat. Masalahnya adalah Dom, Ava tidak boleh memberitahu dengan cara menggurui, Dom hanya akan mengajaknya bertengkar nanti, jadi secara singkat dan jelas Ava berkata, "Lemparkan saja ke wajah bodoh monster itu, lalu serang." Dom mengangguk.
"Aku dengan River, tuan Ranker dengan Dom, jika banderhobbs bersembunyi, cium bau mereka yang busuk, jadi gunakan indra penciuman untuk melokasi posisi mereka, lalu lempari dengan pisau agar mereka keluar." Ava merangkum garis besar rencana mereka.
__ADS_1
"Lorah, jangan bergerak dari sini, sembunyi sebaik mungkin."
"Ini kain hitam untuk menutupi tubuhmu. Kucing ini juga akan menjagamu."
"Jika ada monster yang terlalu dekat, lempari mereka dengan bola ini, lalu lari sekencang mungkin ke tempat persembunyian yang lain."
"Gadis kecil, jangan takut, kita akan menyelesaikan mereka dengan cepat."
Dom, River, Ava, dan Ib bergantian menasehati ataupun menenangkan Lorah, satu-satunya yang belum bisa bertarung di antara mereka.
Lig berada di depan Ava dan River, selain sebagai senjata dan pertahanan, Ava menjadikan serigala besar berbulu abu-abu itu sebagai dalih indranya yang tajam, karena hal tersebut merupakan status tambahan yang unik bagi setiap orang, sebaiknya tidak disebarkan dengan sembarangan.
"Kau lemparkan ke tiga sebelah kanan, aku tiga sebelah kiri." Dengan koordinasi singkat, Ava dan River berhasil menidurkan 4 banderhobbs di bawah level 30, dua sisanya yang dari jauh saja terlihat lebih besar, segera melompat marah di hadapan mereka, untung saja pergerakan mereka lebih lamban, efek serbuk biusnya menyebabkan 12% pengurangan kecepatan.
Satu tumbang.
"Lig, gigit!" Serigala milik River itu membidas kaki gemuk katak yang tersisa, menancapkan dalam barisan gigi-giginya, keras kepala meskipun tubuhnya terpontang-panting karena banderhobbs yang meloncat-loncat panik, berusaha melepaskan hewan yang perlahan mengunyah kakinya. Ava juga mendengar bunyi patahan dari badan-badan yang tidak sengaja tertimpa kekacauan tersebut. Terdapat garis halus di jembatan hidung Ava, merasa setengah bersalah.
Pihak mereka nyaris unggul, tapi dengan begini Ava maupun River tidak dapat menyerang musuh yang berjingkrak-jingkrak edan. "Suruh Lig untuk mundur." Lagipula, serigala itu pastinya mengalami tulang remuk setelah terbanting berkali-kali.
Namun banderhobbs satu ini kukuh merepotkan mereka, monster itu tetap berusaha kabur meskipun terpincang-pincang, luka gigitan silver wolf tidak bisa dianggap enteng, kakinya terkoyak.
Tunggu! Arah itu ....
__ADS_1
"Lorah!"
Ava dan River buru-buru menyusul, berusaha menghentikan katak sialan itu menuju penjuru yang tidak mereka inginkan. Ava memaksakan ototnya yang sudah pegal untuk meraih banderhobbs pengkor agar ia bisa membunuhnya sebelum mencapai tempat persembunyian Lorah.
Buk!
Sayangnya, Ava terhempas, bersamaan dengan tubuh yang menimpanya, Dom. Ava dan River memasuki daerah pria bertato lengan dan si ranker tersebut, yang tengah kewalahan menghadapai banderhobbs terbesar dari yang pernah mereka lihat, berlevel 70.
Ava berpikir cepat, mengabaikan sisi tubuhnya yang berdenyut-denyut. "River, bantu mereka. Aku yang akan melindungi Lorah."
"Ada apa dengan adikku?!" Dom yang masih belum bangun seketika terkesiap, mendongak, matanya menuduh. Sedangkan Ava tersentak dengan teriakan Dom, tapi menurutnya wajar saja jika ada hal yang menyangkut tentang Lorah, tentu dia akan panik. "Kita tidak punya waktu." Benar, mereka tidak bisa mengulur waktu.
Ava secara jelas mendengar raungan Dom di belakangnya, tapi dia terus berlari.
Namun ketika ia sampai ....
Kosong.
Lorah ataupun Ako tidak ada, ia hanya menemukan katak pincang tadi yang berbaring lemas, napasnya lemah, sepertinya karena kehabisan darah.
Sebagai jaminan, Ava tidak sungkan-sungkan menancapkan pisaunya untuk membuka paksa perut licin si monster katak, dengan begini banderhobbs itu akan mati tidak lama lagi.
Kini ia berfokus pada bekas tempat persembunyian Lorah, Ava dapat mencium aroma yang familiar, lavender hitam. Artinya, Lorah memakai bola bius yang ia berikan, dengan kata lain ada monster yang mendekat ke sini sebelum mereka datang.
__ADS_1
Oh, tidak.