
Riska adalah adik dari nyonya Hana, Mamanya Faris. Wanita yang juga menggunakan hijab ini menjadi dokter spesialis bagian dalam, dan dia juga termasuk orang yang sangat dekat dan menyayangi keponakan nya itu, diapun juga mengetahui perihal burung Faris yang selama ini koma, karna sebagai dokter, tentu dia ingin keponakan nya sembuh.
Akan tetapi, sudah banyak usaha yang dia lakukan, akan tetapi, burung keponakan nya itu masih saja tidur dengan tenang.
Dan sekarang ... Dia malah mendengar jika Faris sudah mempunyai istri. Dengan langkah lebar wanita yang setengah paruh baya ini langsung menerobos masuk ke dalam kamar keponakan nya, membuat Faris yang masih setia mengelus rambut sang istri mengalihkan pandangannya.
"Tante...!" panggil Faris yang langsung bangun dari duduknya.
Dr.Riska mendekat, dengan wajah garang nya, dia langsung memukul lengan Faris dengan sangat kasar menggunakan tas kerja nya.
Plak....
"Aw...! Kenapa tante memukul ku?" tanya Faris yang tidak paham dengan tantenya yang tiba-tiba datang langsung memukul nya.
"Dasar keponakan kurang aj*ar kamu ya, kenapa kamu menikah tidak memberitahu sama Tante, sudah merasa hebat kamu ya, hingga Tante mu ini di lupakan!" gerutu dr.Riska terus memukul keponakan nya.
"Tante ... Tante, nanti aku bisa jelaskan. Tapi sekarang periksa istri Faris dulu!" pinta Faris sambil mengelak pukul maut dari wanita yang sudah di anggap nya ibu itu.
Mendengar itu, dr.Riska berhenti memukul Faris, tapi bukannya langsung memeriksa Nabil, dia malah membalikkan tubuhnya dengan melipat kedua tangannya di atas dada.
"Sekarang kamu baru mencari tante!" tukas nya dengan nada merajuk, seolah dia anak yang masih berumur lima tahun.
Faris terkekeh melihat tingkah adik Mamanya ini, dengan perlahan dia mendekat lalu memegang kedua sisi bahu tantenya itu.
"Tante ku yang paling baik dan juga cantik, tolong periksa istri ku ya, Tante nggak kasihan apa sama keponakan menantumu itu, dia sudah lama pingsan...!" pinta Faris dengan nada lirih, membuat dr.Riska langsung membalikkan badannya dan melihat seorang wanita cantik yang terkulai lemah dengan mata terpejam.
Meski terlihat pucat, namun kecantikan yang Nabil miliki membuat dr.Riska terkagum melihat nya.
__ADS_1
"Kamu dapatkan dari mana bidadari ini, Faris?" tanya nya sambil bejalan mendekati ranjang.
Faris tersenyum bangga mendengar pertanyaan dr.Riska.
"Bukan kah dia sangat cantik?" ucap Faris balik bertanya. Sedangkan dr.Riska hanya mengangguk, membenarkan sambil tangannya mulai lincah memeriksa keadaan istri keponakan nya itu.
"Kamu berhutang penjelasan dengan Tante, Ris!" timpal nya lagi, Faris hanya berdehem, dia tau jika sudah berurusan dengan Tantenya itu, memang perkara yang tidak mudah.
Setelah beberapa saat memeriksa Nabil, dr.Riska langsung menatap horor pada Faris, membuat Presdir tampan itu meneguk ludahnya secara kasar.
"Faris, mendekat lah...!" seru nya.
Faris pun tidak membantas, dengan pasti dia melangkah. Akan tetapi saat sudah sangat dekat dengan dr.Riska, telinga Faris langsung di tarik dengan berbagai kasar.
"Katakan pada Tante, kamu apakan istrimu hah? Sehingga dia menjadi seperti ini!" tanya nya dengan nada marah, dan itu dengan wajah sangat serius.
"Kamu tau, dia sangat lemah, tensinya juga sangat rendah, terlalu banyak pikiran dan juga kelelahan, merasa tertekan hingga membuat kesehatan nya menurun. Ini sangat bahaya untuk ibu dan anak yang ada dalam kandungan nya!" jelas dr.Riska, mengatakan yang dia dapatkan setelah memeriksa Nabil.
Namun, mendengar ucapan dari wanita yang sangat dia sayangi ini, membuat jantung Faris terasa berhenti berdetak, nafasnya tercekat, tenggorokan nya kering, dia tak lagi memberontak meski dr.Riska masih menarik telinga nya.
"Ap-apa yang Tante bilang... Ca-calon bayi?" tanya Faris terbata-bata.
Mendengar pertanyaan Faris yang tampak terkejut membuat dr.Riska melepaskan jeweran di telinga keponakan nya itu.
"Jangan bilang kamu juga tidak tau tentang kehamilan istri kamu, Faris!" imbuh dr.Riska, sedangkan Faris masih belum percaya sepenuhnya.
"Apa yang Tante katakan itu benar? Istri Faris hamil,?" tanya Faris tak sabaran.
__ADS_1
Melihat kesenangan dari wajah Faris, membuat dr.Riska juga ikut merasa senang, dengan senyuman dia mengangguk, bukan lagi wajah garang bengis di perlihatkan nya.
"Selamat, Faris! Kamu sudah sembuh, dan sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah!" ucap dr.Riska orang pertama yang memberikan selamat.
"Tante, apa ini nyata? Faris akan menjadi seorang ayah? Apa Faris akan benar-benar menjadi lelaki sempurna!" cerocos Faris lagi, membuat dr.Riska geram dan mencubit pinggang Faris.
"Aw....! Kenapa Tante malah mencubit ku?" tanya Faris sebagai bentuk protes.
"Biar kamu sadar, kalo sebentar lagi kamu akan menjadi Ayah!" timpal nya.
"Sudah berapa lama, Tan?" tanya Faris yang sangat penasaran juga merasa sangat bahagia.
"Untuk pastinya Tante belum tau, besok coba kamu bawa ke rumah sakit, biar Tante periksa!"
.
.
.
.
.
Jangan lupa, Like, komen dan juga Vote ya kakak ku sayang.
~Bersambung
__ADS_1