Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Kabar Bahagia.


__ADS_3

Halo semuanya...๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Lanjut lagi ya ceritanya. Hmmm maaf ya, update nya lama, Sekarang ini beneran lagi nggak ada semangat nulis๐Ÿ˜ซ.


Pengen hiatus, tapi pengen cerita nya cepat kelar, huffff serba salah.


Aku lanjut aja ya, kalo kalian masih mau baca Alhamdulillah, tapi kalo bosan juga nggak maksa kok๐Ÿ˜.


Di lanjutin aja ya kisah Nabil dan juga Faris.


...****************...


Mobil Lamborghini melesat masuk dalam pekarangan rumah terdapat taman kecil di penuhi bunga sedang bermekaran.


Tiga manusia keluar dari alat transportasi mewah yang mereka tumpangi. Faris, Nabil dan Diki langsung berjalan menuju pintu bercorak putih yang masih tertutup rapat.


Perlahan bel yang berada di samping pintu di pencet, belum ada tanda-tanda orang akan membuka nya, Faris kembali memencetnya lagi, hingga terdengar suara dari dalam menyahuti.


"Tunggu sebentar." suara wanita paruh baya terdengar begitu lembut, membuat wanita yang berdiri di sebelah Faris merasa sangat senang, dan tidak sabar ingin segera mencium dan memeluk nya.


Ceklek...


Pintu terbuka, seketika wajah dua wanita yang sama-sama menggunakan niqab ini langsung berbinar, tanpa menunggu lama Nabil langsung mengucapkan salam kepada sang ummi yang telah membuka kan mereka pintu.


"Assalamualaikum, Ummi," Nabil langsung menyambar tangan wanita yang telah melahirkan dirinya dan mencium nya.


"Wa-waalaikumsalam!" jawab ummi dengan rasa keterkejutan, karna anak dan menantu nya tidak mengabari kalo mereka akan datang.


Nabil langsung memeluk sang ummi yang langsung mendapatkan balasan pelukan hangat "Ummi apa kabar?" tanya Nabil, sebelum nya dia hanya bisa berkomunikasi dengan kedua orang tuanya melalui ponsel, tapi sekarang dia bisa bersitatap dengan ummi nya.


"Kabar Ummi baik, Nak! Kamu apa kabar? Kenapa tidak kasih kabar dulu kalau kalian mau datang?" jawab ummi sekaligus bertanya sambil tangannya mengelus punggung sang putri.


"Sengaja, Mi! Biar jadi kejutan," jawab Nabil dengan senyum simpul nya.


Setelah ibu dan anak ini berpelukan, Faris juga ikut mencium tangan mertua nya, dan di susul oleh Diki juga.


"Mi, sehatkan?" tanya Faris sambil menyalami tangan ummi Fatimah.


"Alhamdulillah, sehat Nak! Ayo kita masuk dulu!" timpal nya lagi.


"Siapa, Mi?" suara lelaki paruh baya terdengar di belakang ummi Fatimah juga sedang menuju pada mereka.


"Sini, Bi! Lihat siapa yang datang," pekik ummi memanggil suaminya.


"Abi...!" saat melihat abi Zainal, Nabil langsung menyelonong masuk tanpa memperdulikan Faris lagi, dia terlebih dulu masuk dalam pelukan cinta pertama nya.


"Kamu pulang, Nak?" tanya sang aby kepada putri dalam dekapan nya.


"Iya, Bi! Maaf baru sempat pulang sekarang!" jawab Nabil lirih, ummi menggeleng kepala melihat putrinya, Faris dan Diki pun ikut masuk menghampiri istri dan mertua Faris.

__ADS_1


"Aby memang sangat merindukan kamu, Nak! Tapi Abi tau kamu sekarang sudah menjadi istri orang, jadi kamu memang tidak boleh pergi jika suami mu tidak ikut serta, kecuali dia memberikan izin!" timpal abi Zainal yang langsung menusuk relung hati Faris, sungguh mertuanya orang yang sangat pengertian dan baik.


"Ya sudah, kita duduk dulu ya, Abi ingin mengobrol dengan suami mu. Kalian menginap di sini kan?" tanya aby Zainal lagi.


"Iya, Bi" jawab Nabil membenarkan.


Tanpa menunggu lagi, mereka semua duduk di sofa ruang tamu, Nabil duduk di tengah abi Zainal dan juga ummi Fatimah, sedangkan Faris duduk bersebelahan dengan Diki.


"Apa proyek mu di luar kota sudah selesai, Nak?" tanya abi Zainal memulai percakapan setelah beberapa saat mereka duduk, dan di suguhkan minuman dan cemilan di atas meja di hadapan mereka.


Tidak tau saja jika pernyataan nya lagi-lagi membuat Faris terasa gugup, dan Nabil merasa sedih, secara dia tau, proyek yang di jalankan Faris sekarang ini adalah pabrik pembuat minuman haram.


"Hampir selesai, Bi!" Jawab Faris meyakinkan diri. Diki hanya diam, meski dia tau jika saat ini Faris sedang merasa tegang.


"Rasain, emang enak terus bohongi mertua mu, Takut kan kalau dia tau, akhirnya menyuruh Nona Nabil meninggal mu!" batin Diki, dia seperti sedang bersenang-senang atas penderitaan Faris saat ini.


"Abi, daripada membahas pekerjaan, lebih baik kita bahas hal lainnya saja, Nabil ada kabar baik untuk Abi dan Ummi!" timpal Nabil, tidak ingin suaminya terus-terusan membohongi abi dan ummi nya.


"Kabar apa sayang?" tanya ummi Fatimah.


"Nabil sedang hamil, Mi, Abi! Sebentar lagi Ummi dan Abi akan menjadi kakek dan nenek!" bukan Nabil, melainkan Faris yang menjawabnya.


Mendengar kabar itu membuat pasangan suami istri paruh baya ini sangat merasa senang.


"Alhamdulillah ya Allah... Akhirnya kita mendapatkan cucu, Bi!" ujar ummi dengan penuh rasa syukur.


"Itu pasti, Bi! Saya tidak akan membiarkan dia sedih atau pun kecapean sedikit pun!" jawab Faris dengan penuh keyakinan.


Ummi dan Abi langsung memeluk anak semata wayangnya, mereka benar-benar sangat bahagia, di umur mereka yang sudah tidak terbilang muda lagi, mereka masih di berikan kesempatan untuk melihat cucu.


"Selamat ya sayang, selamat juga untuk mu, Faris! dan terimakasih telah membuat anak ummi bahagia. Ini benar-benar kabar yang sangat membahagiakan untuk kami, Nak! Nanti Ummi akan adakan syukuran atas kehamilan mu!" ujar ummi Fatimah. Mereka pun melanjutkan pembicaraan keluarga, abi dan ummi aktif bertanya tentang kehamilan sang putri, dan memberikan nasihat apa yang boleh dan tidak boleh di lakukan ibu hamil.


Tanpa terasa hari mulai sore, Nabil dan Faris sudah di persilahkan untuk masuk ke dalam kamar, Diki juga di suruh menginap di sana, karna biar sekalian dia dan Faris berangkat ke kantor, dan mengantar Nabil ke rumah Mira yang baru di beritahu oleh ummi Fatimah jika sahabat nya itu sedang sakit.


Faris menatap ke sekeliling kamar sang istri, paduan warna putih dan juga ping, khas kamar cewek, dengan banyak boneka tersusun di atas rak dan juga ranjang, di sudut lain, ada rak yang di susun kitab juga Al-Qur'an di atas nya, terlihat sangat rapi dan juga sejuk.


"Mas, mandi dulu ya, biar Nabil siapkan air nya!" ujar Nabil setelah meletakkan tas selempang nya di atas sofa kecil hampir dekat dengan pintu.


"Tapi buka ini dulu," ucap Faris menyuruh Nabil membuka dasi juga kancing kemejanya.


Nabil menggeleng juga tersenyum, perlahan dia membukakan jas, dasi dan juga kemeja yang di pakai Faris, selanjutnya Faris melakukan sendiri membuka celana nya hingga menyisakan bokser saja.


"Kita mandi bersama ya!" ajak Faris memeluk Nabil dari belakang, dia tidak pernah diam, selalu mencium Nabil jiak mereka sudah lengket.


"Bisa mas mandi sendiri, aku ingin menemui Ummi sebentar, saat ini ummi pasti tengah berada di taman!" jawab Nabil, jujur Nabil memang rindu masa-masa kebersamaan nya dengan sang ummi.


Faris diam, lalu mengangguk "Tapi berikan aku satu ciuman dulu," pinta Faris membuat mimik wajah memelas.

__ADS_1


Cup....


Tanpa menunggu Nabil langsung mencium bibir sang suami, tanpa di minta Nabil melu*mat bibir pink sang suami, membuat Faris bersorak gembira di dalam hati, pasalnya Semenjana mengetahui Nabil hami, istrinya menjadi manja dan juga sedikit agresif.


Meski hanya sekali, tapi mereka berciuman lumayan lama, hingga akhirnya Nabil melepaskan diri.


"Sudah, nanti lanjutkan lagi" tanpa sadar Nabil mengucapkan kata-kata yang akhirnya membuat diri nya malu.


"Lanjut apa sayang? Hemm" tanya Faris, tepatnya meledek sang istri.


Kedua pipi Nabil langsung merona, dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya.


"Mas mandi sana, aku nyiapin pakaian untuk Mas dulu" ucap Nabil mengalihkan pembicaraan.


Faris tersenyum sambil melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah menyiapkan pakaian untuk sang suami, Nabil keluar kamar, perlahan menuruni tangga hingga dia sampai pada lantai pertama.


Tujuan nya saat ini hanya lah taman, karna dia yakin sang ummi sedang berada di sana saat ini.


Sesuai dugaan nya, Nabil melihat jika ummi Fatimah sedang duduk di bangku panjang yang berada di tengah-tengah taman.


"Ummi," Panggil Nabil, membuat sang ummi mengalihkan pandangannya.


"Eh kamu, Nak! Ayo sini duduk," ucap ummi memanggil sang putri untuk duduk di sebelah nya.


Bukan nya duduk, Nabil malah merebahkan dirinya di atas pangkuan wanita yang telah melahirkan dirinya, meski dia tampak tersenyum bahagia, namun siapa sangka hatinya masih terlalu sakit atas kenyataan yang baru saja dia ketahui. Dan tempat ternyaman untuk mencurahkan nya adalah sang ummi, meski Nabil tidak menceritakan nya.


Begitu juga ummi Fatimah, melihat tingkah Nabil dia tau, jika putrinya saat ini sedang menyimpan sesuatu, meski Nabil tidak menceritakan nya, dan diapun tidak ingin tau, mungkin saja istri nya tidak ingin mengumbar aib rumah tangganya.


Dengan sangat lembut ummi mengelus kepala Nabil yang berada di pahanya.


"Ummi tidak tau apa yang sedang kamu alami, Nak! Tapi Ummi tau jika saat ini kami sedang memendam sesuatu yang mungkin tidak bisa kamu ceritakan. Dengar, Nak! Setiap rumah tangga pasti memiliki masalah, tidak ada rumah tangga yang berjalan mulus tanpa cobaan sedikitpun, yang sudah saling kenal saja bisa bertengkar, apalagi kalian, menikah tanpa mengenal satu sama lain, tentu banyak hal yang baru kalian ketahui tentang pribadi masing-masing setelah menikah. Tapi, Nak! Kita harus bersabar untuk itu, karna cobaan dalam rumah tangga itu merupakan suatu cobaan, jika kalian mampu melewati nya, maka rumah tangga kalian akan selamanya bertahan, hanya itu pesan Ummi, dan Ummi harap, seburuk apapun rumah tangga kalian, jangan pernah menceritakan keburukan nya, karna itu sangat di murkai Allah!" jelas ummi panjang lebar yang langsung bisa memenangkan hati Nabil.


Sementara di sisi lain, abi Zainal dan Diki sedang duduk berdua, mereka terlihat begitu akrab, meski mereka baru beberapa kali bertemu.


"Apa kamu sudah menikah?"


.


.


.


.


~Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa Like komen dan juga Vote ya kakak ku sayang.


__ADS_2