Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Bersenang-senang dengan ku.


__ADS_3

Tubuh Talia semakin bergetar saat melihat siapa lelaki di hadapannya. Lelaki yang baru saja dia jebak.


"Fa-Faris!" seru Talia dengan suara terbata-bata menahan rasa takut sekaligus gugup nya.


Faris menaikkan alisnya sebelah, dengan senyuman sinis menghiasi bibirnya "Halo, Nona! Kita bertemu lagi." ujar Faris masih memberikan senyuman mematikan untuk Talia.


Glek...


Talia menelan ludah nya secara kasar, meski Faris tersenyum, tapi tatapan nya sungguh mematikan, rasanya seluruh bulu di badannya sudah bangun karna merinding akibat tatapan mematikan Faris.


"Ke- kenapa saya di ikat? Di mana saya?" tanya nya dengan suara gemetaran.


Faris bangkit, merapikan jas nya, kemudian melangkah mendekati Talia.


"Bukan kah kamu ingin menghabiskan waktu dengan ku? Bukan kah kamu ingin kita bersenang-senang?" tanya Faris sambil berbisik di telinga Talia.


Mendengar itu, Talia yang sudah terobsesi dengan Faris langsung merasa senang, rasa takut di hatinya hilang seketika, raut wajah kekhawatiran nya berganti dengan senyuman.


"Apa maksud mu?" tanya nya berpura-pura tidak tau, padahal dia sudah berpikir jika Faris akan menghabiskan waktu bersama dengan dirinya di dalam ruangan berbentuk kamar tersebut.


Faris melirik ke pada Diki sekilas, yang sedang menyunggingkan senyuman licik di bibirnya.


"Kita akan habiskan waktu di sini," jawab Faris membuat Talia semakin melayang.


"Tapi kenapa harus di sini, dan kenapa juga aku harus di ikat? Padahal tanpa kau paksa


pun aku siap menyerahkan diriku seutuhnya pada dirimu!" imbuh Talia yang kembali merasa aneh dengan tempat mereka berada saat ini, pasalnya di sana hanya ada penjara dan alat senjata di dinding dan dalam sebuah lemari.


"Jika di kantor istri ku akan tau, jika di hotelpun orang lain akan tau, maka dari itu aku membawa mu kesini!" sergah Faris.


Diki sudah cekikikan, merasa geli dengan apa yang di ucapkan Faris.


Talia sempat berpikir, tapi setelah itu dia kembali mengembangkan senyumnya "Baiklah, dimana pun asal kan bersama mu,"


"Tapi ... Kenapa dia juga di sini?" tanya Talia kini sudah melirik pada Diki.


"Tadi dia hanya mengantar ku kesini,"


Tatapan Faris kini beralih pada Diki "Kamu taukan apa yang harus kamu lakukan?" tanya Faris.


"Hem ... Bersenang-senang lah kalian, Nona Talia!" setelah mengucapkan itu, Diki langsung melangkah keluar, menutup pintu dan meninggalkan Talia dan juga Faris.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, Talia sudah sangat bahagia, dia kira jika Faris benar-benar akan bersama dengan dirinya untuk kesenangan, Talia sudah beranggapan jika Faris juga mempunyai rasa kepada dirinya.


Setelah pintu tertutup, Faris membuka jas kantor nya, dan meletakkan di atas kursi nya, dia kembali mendekati Talia, sambil membuka dua kancing kemeja nya yang berwarna maroon, tak lupa kedua lengan kemejanya pun juga di gulung hingga ke siku.

__ADS_1


Talia semakin hilang akal melihat ketampanan Faris semakin bertambah dua kali lipat saat penampilan nya seperti itu.


"Kamu sungguh sangat seksi!" celetuk Talia, Faris menatap nya aneh, dalam hati dia sudah cukup geli mendengar ocehan wanita itu sedari tadi.


"Bukan kah aku yang seharusnya berkata seperti itu!" tanya Faris yang kini sudah berjongkok di depan Talia.


Talia Menghirup parfum yang di gunakan Faris, semakin membuat Talia mabuk kepayang.


"Sebelum kita bersenang-senang aku ingin menanyakan sesuatu padamu," ujar Faris menatap Talia.


Talia menautkan kedua alisnya "Mau bertanya apa?" tanya Talia.


Sebisa mungkin Faris menjawabnya dengan lembut "Bukan kah kamu mempunyai perusahaan sendiri yang di wariskan untuk mu, lalu kenapa kamu mau menjadi karyawan biasa di kantor ku, sedang kamu bisa seorang pimpinan perusahaan?"


"Bukan kah sudah aku katakan saat pertama kali aku melamar bekerja, aku hanya kagum dengan perusahaan milikmu!" jawab Talia asal.


"Apa benar hanya mengagumi perusahaan ku? Jadi kamu tidak tertarik padaku?" tanya Faris lagi, tangan nya sengaja mengelus pipi Talia, ingin sekali Faris mencekik Talia saat itu juga. Akan tetapi dia menahan nya karna ingin mengetahui tujuan Talia melamar kerja di perusahaan nya.


"Tidak-tidak, aku sangat tertarik padamu, bahkan saat pertama kali aku melihat mu, juga sebelum kamu menikah dengan wanita aneh itu. Kedatangan ku ke kantor mu, aku hanya ingin dekat dengan mu, ingin memiliki mu, ingin menjadi pendamping hidup mu. Akan tetapi wanita aneh itu sudah merebut mu dariku." jawab Talia dengan begitu jujur. Dia sudah tidak tahan menahan sesuatu dalam dirinya, terlebih saat Faris mengelus pipinya, dia ingin cepat-cepat lepas dan mencium bibir Faris.


"Kenapa kamu tidak melepaskan ku dulu?" tanya nya mulai protes karna sekiranya dia tidak di ikat, sudah pasti dia sudah mencium Faris.


"Sebelum pertanyaan ku habis, maka kamu tidak akan aku lepas dulu." ujar Faris, mencoba bersikap santai, meski hatinya bergemuruh karna menahan amarah, ketika Talia mengatakan istri nya wanita aneh.


"Tadi ... Apa kamu sengaja ingin membuat istri ku cemburu?" tanya Faris lagi, tiba-tiba Talia terdiam.


"Jangan ragu, ayo katakan. Jika pun iya aku tidak akan marah, malah senang," timpal Faris lagi.


"Maafkan aku, sayang! Aku terpaksa berbicara baik kepada nya, supaya aku tau yang sebenarnya." lanjut Faris membatin mengingat sang istri.


"E e itu memang benar, aku memang sengaja membuat istri mu cemburu, apa aku salah?" tanya Talia sok polos.


"Tapi dia malah menghina ku." sambung nya lagi.


"Aku berharap dia membunuhmu!" Imbuh Faris lagi dalam hati.


"Kamu tidak salah kok. Maafkan aku karna tadi tidak membela mu,"


"Hem ... Sudah bukan? Cepat lepaskan aku!" pinta Talia lagi.


"Ada satu hal lagi yang ingin aku tanyakan."


"Apa lagi?"


"Apa kamu juga yang menyebar gosip tentang istri ku menjadi sugar baby?" tanya Faris semakin mengintimidasi.

__ADS_1


Talia sempat diam, akan tetapi seketika dia langsung menggeleng "Aku tidak tau masalah itu." jawab nya dengan pasti.


Faris menatap nya penuh menyelidik, ada tersirat rasa takut dalam kedua netra wanita tersebut.


"Katakan saja, aku tidak akan marah!" ujar Faris berbisik sensual di telinga Talia.


"Ti-tidak, Aku tidak tau!" jawab Talia dengan memejamkan mata.


"Hem ... Baiklah kalau seperti itu!" Faris bangun, dia langsung mendekati pada lemari kecil. Mengambil satu pisau kecil dan kembali mendekati Talia.


"Sekarang lepaskan aku," pinta Talia membuat nada memohon. Dia tidak melihat pisau yang di bawakan Faris.


"Bukankah kita ingin bersenang-senang?" tanya Faris yang kini kembali berjongkok di hadapan Talia.


Sedangkan wanita itu hanya mengangguk "Kalau seperti itu, kamu nikmati saja permainan ku, aku akan membuat mu tidak akan bisa melupakan momen ini." ujar Faris lagi.


Talia mengembangkan senyumnya, dua sudah tidak sabar saat Faris akan membuat dirinya melayang, dan setelah ini Faris akan menjadi milik nya. Pikir Talia.


Seketika senyuman nya memudar, ketika melihat pisau kecil sudah berada di depan wajahnya.


"Apa yang akan kau lakukan dengan pisau itu?


"Aaaakkhhhhh"


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Ngehalu lo ketinggian, Talia.


Oh iya, karna Jono sudah di ketemukan, jadi pemenang Giveaway nya akan aku umumkan beberapa bab lagi ya, simak terus ya ceritanya.


Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang.


Bantu dukung juga dengan bintang dan hadiah sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


__ADS_2