Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Faris Yang Manis.


__ADS_3

Pagi yang indah nan dingin, membawa ketenangan pada siapa saja yang menikmati nya, suasana sepi di sebuah ruangan, dengan pelukan romantis yang melingkar di pinggang yang ramping, membuat dunia terasa milik berdua.


Sesuai yang di katakan Faris, dia benar-benar meminta jatahnya sampai dua belas ronde, mengakibatkan sang istri saat ini sedikit susah berjalan.


"Biar aku gendong!" ujar Faris, tanpa menunggu jawaban sang istri, cucu Adinata ini langsung mengangkat Nabil ala bridal style menuju kolam renang yang di penuhi dengan air panas .


Dengan begitu pelan dia menurunkan sang istri, saat mereka sampai pada kolam renang, kemudian Faris mendudukkan tubuh Nabil di tepinya.


"Sayang, kita mandi bersama ya!" tukas Faris.


Nabil tampak mengangguk kecil, rasanya dia sudah kehilangan tenaga nya, seluruh tubuhnya pun terasa remuk, karna harus mengimbangi sang suami yang tidak pernah merasa puas.


Setelah mendapat anggukan oleh sang istri, Faris perlahan turun, setelah itu dia memegang pinggang Nabil yang hanya menggunakan baju pendek saja.


"Aw..." pekik Nabil saat merasakan sakit pada bagian kewanitaan nya, karna dia harus sedikit melompat.


Melihat itu, Faris merasa kasihan juga tersirat rasa bersalah, sebab tanpa sengaja dia telah menyakiti wanita nya, karna tidak bisa mengontrol hasrat yang begitu besar saat bersama dengan istri nya.


"Maafkan aku sayang, karena aku kamu jadi kesakitan seperti ini!" pinta Faris sambil memeluk tubuh sang istri dengan begitu erat.


Nabil yang bersandar pada dada polos sang suami mendongak, dikecupnya sekilas dagu Faris "Jangan meminta maaf, aku ikhlas juga merasa senang, karna bisa menyenangkan hati Mas!" tukas Nabil menyangkal ucapan sang suami.


Posisi mereka saat ini sangat dekat, Nabil kembali bersandar pada dada bidang sang suami, keduanya berendam dalam air hangat di kolam yang luas juga terbuka, dengan air setingkat dada Nabil.


"Terimakasih, sayang! Kamu selalu mengutamakan kebahagiaan ku!" ucap Faris, tangan nya pun tak lepas dari pinggang ramping sang istri.


"Membuat mu bahagia, senang dan mendapatkan ridho mu adalah tujuan ku, mas! Dengan itu, maka Allah akan meridhoi ku juga!" jawab Nabil menimpali nya.


"Kamu memang wanita istimewa, sayang! Aku merasa senang karna sekian banyak wanita, tapi di berikan istri secantik, sebaik dan setulus dirimu!" ungkap Faris, saat ini dia sudah lihai dengan kata-kata romantis yang dulu tidak pernah dia ucapkan. Nabil memejamkan mata, menikmati pelukan dari Faris, dan mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut sang suami. Sebagai istri, tentu dia senang jika suaminya itu mengatakan bahagia karna dirinya. Akan tetapi, bayangan para wanita yang pasti sangat banyak menyukai lelaki nya itu, membuat Nabil seketika membuka mata kembali.


"Mas!" panggil Nabil, dan Faris hanya menjawab dengan berdehem.

__ADS_1


"Katakan!" ujar Faris.


Meski dengan ragu, Nabil tetap mengeluarkan unek-unek di hatinya "Hidup mapan dan juga memiliki wajah yang tampan, pasti dari dulu kamu selalu di kejar-kejar oleh banyak wanita kan?" pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir bervolume Nabil.


Faris terkekeh mendengar pertanyaan sang istri, apa istrinya itu sedang cemburu. Ide jahil pun tersirat dalam pikiran Faris, diapun berniat menggoda sang istri.


"Akhirnya kamu mengakui jika wajah suami mu ini sangat tampan, aku kira hanya wanita luar sana yang mengatakannya jika aku tampan. Tentu saja sangat banyak wanita yang menginginkan bersama ku, bahkan dari dulu aku sudah di kelilingi oleh wanita, ada yang mengaku sebagai fans, ada yang mengungkapkan perasaan, bahkan ada yang memohon supaya aku menerima mereka!" jawab Faris, meski niatnya hanya sekedar menggoda sang istri, tapi yang dia katakan memang benar adanya.


Nabil yang mendengar nya seketika itu juga dia merasakan perih pada hati nya, tanpa dia sadari jika mimik wajah nya seketika berubah cemberut, dengan bibir di monyong kan ke depan.


"Berarti bukan aku wanita yang pertama dalam hidup mu?" tanya Nabil, dia merasa kecewa, karena sudah berharap jika dirinya lah yang pertama.


Faris menyadari perubahan wajah sang istri, dan dia juga merasa jika Nabil melepaskan diri dalam pelukan nya, dengan senyuman manis, Faris memutar tubuh Nabil, menjadi menghadap pada nya, di raihnya dagu sang istri.


"Dengar kan aku, meski banyak wanita yang menawarkan dirinya pada ku, tapi tidak ada satupun yang mampu mencondongkan hatiku untuk mereka, hanya kamu, sayang! Cuma kamu yang telah merebut hatiku, mengisi nya, menghidupkan kembali, menumbuhkan rasa cinta yang tidak pernah aku rasakan kepada siapapun, kamu lah orang yang pertama yang telah mencairkan hati ku yang beku ini, hanya kamu sayang, kamu!" ucap Faris, kini telah membingkai wajah mungil sang istri dengan kedua telapak tangannya.


"Maka dari itu, ku ucapkan terimakasih, karna telah hadir di sisi ku" lanjut lagi.


Kecupan di seluruh wajah sang istri pun langsung Faris berikan, lalu dia kembali memeluk tubuh Nabil yang hanya menggunakan pakaian tipis, begitu pula sebaliknya, tanpa ragu, Nabil juga memeluk pinggang sang suami dengan begitu erat.


...****************...


Selesai berendam dan membersihkan tubuh mereka, saat ini pasangan suami istri yang sedang di landa asmara ini baru saja selesai menggunakan pakaian mereka, dan Faris sedang berdiri di belakang Nabil yang sedang duduk di kursi meja rias, dengan begitu lihai, Faris menyisir rambut panjang juga hitam milik sang istri.


Nabil melirik baju yang dia kenakan, cukup tipis dan juga sek-si, sebenarnya dia sungguh tidak nyaman, karna dia tidak biasa menggunakan pakaian minim seperti sekarang ini.


"Mas, apa baju ini nggak terlalu minim?'' tanya Nabil sebagai bentuk protes..


Faris tersenyum, lalu mencubit gemes pipi Nabil "Dengar sayang, aku suka melihat mu seperti ini, tapi hanya saat berdua dengan ku saja, karna aku tidak ingin mata orang lain juga menikmati bentuk tubuh mu yang indah ini, akan tetapi sekarang kan tidak ada orang lain selain suami mu ini, sayang! Jadi tidak masalah jika kamu menggunakan pakaian ini!" timpal Faris panjang lebar.


Nabil hanya menghela nafas pasrah, sebelum akhirnya dia merasa tangan kekar Faris kembali menggendong dirinya keluar dari dalam kamar.

__ADS_1


"Mas, kita mau kemana?" tanya Nabil yang tampak bingung, tapi tak lupa, dia juga melingkari kan tangan nya pada leher sang suami.


"Kita akan sarapan dulu, sayang! Supaya kita mendapatkan tenaga yang banyak untuk menciptakan Faris junior yang banyak juga!" sarkas Faris, langsung membuat kedua pipi Nabil merona. Dia mengingat betapa gagah nya sang suami saat berada di atasnya.


Sampai di meja makan berukuran minimalis, Faris menurunkan Nabil dengan sangat pelan, seolah istri nya itu kaca yang sangat tipis, akan pecah jika jatuh sedikit saja.


Nabil menatap makanan di hadapan nya, terlihat sangat banyak, merasa bingung karna Faris mengatakan hanya ada mereka berdua di tempat itu, tapi siapa yang menyiapkan sarana untuk mereka, terlebih semua makanan tersebut terlihat masih panas.


"Siapa yang memasak ini semua, Mas? Bukankah Mas bilang jika kita hanya berdua di sini?" tanya Nabil penasaran.


Lagi-lagi Faris tersenyum "Jangan lupakan sayang, aku Faris Hazam Adinata Bagaskara, apapun bisa ku lakukan dalam sekejap!" jawab Faris sombong, dan akhirnya Nabil hanya diam.


Nabil ingin bangun dari duduknya, untuk menuangkan nasi di atas piring sang suami, tapi dengan cepat Faris menahan nya.


"Duduk saja, sekarang kamu ratu ku, jadi biarkan aku yang memanjakan mu, setidak nya untuk hari ini!" tukas Faris, kemudian dia langsung ambil alih, menuangkan nasi beserta beberapa menu makanan di atas piring yang tadinya dipegang oleh Nabil.


Sesuai yang dia katakan, Faris benar-benar memanjakan Nabil, bahkan dia menyuapi makanan untuk sang istri, benar-benar sangat romantis, sarapan satu piring berdua, di temani dengan ciuman yang sesekali Faris berikan pada pipi mulus sang istri.


Nabil sedikit merasa tidak percaya, melihat perubahan sikap Faris, sungguh yang terjadi sekarang sama sekali tidak pernah terbayangkan dalam pikirannya, mengingat jika sang suami dulu adalah orang yang kaku, cuek juga dingin, tapi sekarang, dia menjadi lelaki romantis juga sangat manis.


.


.


.


.


~Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak ku, dengan cara like, komen dan juga Vote sebanyak-banyak nya ya🥰.

__ADS_1


__ADS_2