Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Senyuman Faris.


__ADS_3

Saat ini di rumah Bagaskara, tampak empat orang sedang duduk di ruangan keluarga, Nabil duduk di antara suami dan juga sang ummi.


Setelah melepas rindu, mereka kini berceloteh, bercerita karna sudah sangat lama mereka tidak bertemu, hanya melalui ponsel mereka bisa melepaskan rindu.


"Nak, bagaimana kabar mu? Nabil bilang pekerjaan mu sangat banyak, hingga tidak sempat berkunjung ke rumah!" tanya ummi Nabil, membuat Faris meliahat pada istrinya. Berarti Nabil berbohong untuk membela dirinya, padahal selama ini dia hanya ke kantor dari hari Senin sampai Jumat, itupun selalu pulang dengan cepat.


"Ah iya, Mi! Faris lagi mengerjakan proyek di luar kota, maka dari itu belum sempat mengunjungi kalian!" jawab Faris.


"Tidak apa-apa, Nak! Ummi ngerti! Dan ummi berterimakasih karna selama ini kamu sangat baik memperlakukan Nabil dan juga menjaganya, Nabil selalu mengatakan jika dia sangat bahagia hidup dengan mu, karna dari dulu sampai saat ini kamu begitu menyayangi dirinya!" lanjut ummi lagi, Nabil hanya diam, aby Zainal ikut tersenyum, karna ikut merasa bahagia.


Berbeda dengan Faris, dia tahu jika istri nya juga membohongi kedua orangtuanya hanya untuk membela dirinya.


Faris tersenyum, tidak tau harus menjawab apa, semakin hari Faris semakin kagum dan merasa menyesal atas apa yang pernah dia perbuat.


"Ini kah istri yang dulu aku sakiti, ini kah dia yang dulu selalu aku hina, tapi tak pernah sekalipun dia menjelekkan diriku walaupun pada kedua orang tuanya!" batin Faris, ingin rasanya dia memeluk Nabil dan menghujani dengan ciuman di wajahnya.


"Oh ya, proyek apa yang sedang kamu dirikan sekarang, Nak?" tanya aby Zainal.


Deg...


Faris terdiam, tidak tau harus menjawab apa, tidak mungkin dia mengatakan jika dia sedang membangun pabrik pembuat minuman.


Saat ini Faris merasa di hakimi, baru kali ini dia berada dalam posisi yang menegangkan seperti ini.


"Hanya sedang membangun kan perpustakaan komputer canggih, Aby tau sendiri perusahaan ku mencipta alat-alat yang mereka butuhkan, maka dari itu mereka meminta bekerjasama dengan kami!" bohong Faris, tapi di angguki oleh mertuanya.


Mereka berbincang-bincang cukup lama, hingga akhirnya ummi mengajak Nabil ke dapur, untuk memasak makan siang mereka.


Faris dan aby Zainal masih di sana, mertua dan menantu ini tampak membicarakan masalah bisnis.


Suasana siang ini terasa lebih bermakna, terutama bagi Faris, setelah sekian lama dia tidka pernah merasakan momen seperti ini.


Bahkan dia lupa kapan terakhir dia makan di meja makan bersama sang kakek. Faris merasa seperti keluarga nya lengkap kembali, dan itu karna kehadiran Nabil, berkat istri Taruhan nya.


"Bagaimana, Nak! Apa kamu suka masakan nya?" tanya ummi pada menantunya.


Faris tersenyum, senyuman yang sangat jarang dia perlihatkan pada orang lain "Makanan Ummi sangat enak!" puji Faris, dia memang terlihat lahap memakan masakan sang mertua.

__ADS_1


"Menantu terus yang di perhatikan, suaminya di lupakan" timpal aby, membuat mimik wajah seolah cemberut.


"Kan kalau Aby nggak perlu Ummi tanya lagi, sudah pasti Aby menyukai nya, secara kan Aby selalu muji masakan Ummi!" jawab ummi Fatimah malah menggoda sang suami.


Mereka semua tertawa, Nabil juga merasa senang saat melihat senyuman lepas dari bibir Faris yang dulu tidak pernah dia perlihatkan.


"Ya Allah ... Semoga senantiasa engkau berikan kebahagiaan kepada suami hamba!" doa Nabil di dalam hati, sambil memperhatikan sang suami.


Faris yang merasa di perhatikan langsung melihat pada sang istri, lalu dia menaikkan kedua alisnya, bertanya maksud dari tatapan istri nya itu.


Nabil hanya tersenyum, lalu sedikit berbisik tepat di telinga Faris "Tetaplah tertawa seperti ini, karna itu pemandangan yang sangat indah bagiku!" ucap Nabil berbisik, membuat Faris salah tingkah.


"Apa kamu sedang menggoda ku sayang, persiapkan dirimu, karna aku akan menambah ronde nya, agar Faris Junio segera hadir di rahim mu!" balas Faris berbisik, dan sukses membuat pipi Nabil merona.


"Hekhem, kami masih ada di sini, bisakah kalian tidak memperlihatkan keromantisan kalian!" celetuk aby Zainal menggoda anak dan menantu nya.


"Aby juga habis romantisan dengan Ummi, apa lagi kami yang masih muda ini", ujar Faris tidak mau kalah.


"Jadi kamu mengatakan Aby dan Ummi sudah tua?" tanya aby mendelik, Faris hanya terkekeh kecil.


"Tidak seperti itu, tapi kalau Aby yang merasa aku bisa apa!" imbuh Faris lagi.


Mereka kembali tertawa, dan melanjutkan acara makan siang mereka.


...****************...


Malam hari, ummi dan aby sudah pulang setelah menunaikan solat magrib secara berjamaah. Lagi, Faris harus kembali berpura-pura melaksanakan solat, karna dia tidak ingin mertua nya tau, kalau selama ini dia tidak pernah solat.


Sepeninggal nya sang mertua, Faris langsung menggendong sang istri, dan membawa nya ke dalam kamar.


"Mas, apa yang kamu lakukan?" tanya Nabil, tapi tangan nya langsung mengalungkan tangannya pada leher Faris.


"Kan sudah aku katakan, aku akan memakan mu malam ini!" ucap Faris berbisik, yang membuat bulu kuduk di sekujur tubuh Nabil bangun.


Sampai di dalam kamar, Faris langsung meletakkan Nabil di atas kasur, dan menindih tubuh bahenol Nabil.


Tanpa basa-basi Faris langsung membuka baju yang Nabil kenakan dan juga pakaian yang melekat di tubuhnya.

__ADS_1


Penyatuan pun terjadi kembali, merangkai kasih dalam satu rasa, membagi kenikmatan dan kehangatan antara dua jiwa, hingga berjam-jam lamanya.


Dengan nafas tersengal, Faris kembali berbisik di telinga sang istri.


"Aku mencintaimu, semoga benihku cepat hadir di rahim mu sayang!" setelah itu Faris ambruk di atas tubuh sang istri.


Dengan sisa tenaga nya, dia menggeser untuk berbaring di sebelah Nabil, Faris memeluk tubuh sang istri dengan begitu erat, sambil menatap wajah ayu sang istri yaang terlihat sangat lelah.


"Tidurlah, terimakasih atas apa yang telah kamu berikan!" ujar Faris dengan suara pelan, dia rasa Nabil memang sudah tertidur, bisa di lihat dari dengkuran halus yang keluar begitu teratur dari bibir sang istri yang selalu membuat dirinya candu.


Jam terus berputar, Nabil terbangun saat mendengar seseorang seperti menjerit gelisah di tepat di sebelah nya.


Sebelum memastikan nya, dia terlebih dulu melihat jam yang menunjukkan pukul tiga malam, berarti dia tertidur hanya satu jam.


Pandangan nya tertuju pada sang suami yang terus berbicara sendiri dengan mata terpejam, pertama dia bingung dengan apa yang Faris ucapankan, tapi setelah memastikan nya, baru lah Nabil tau apa yang keluar dari mulut Faris.


"Ma, jangan tinggalkan Faris, Pa! Faris ikut pa!"


"Mas, kamu kenapa?" tanya Nabil mulai panik karna mendengar ricauan sang suami.


"Ma ... Pa...!" Faris terus menggigau di dalam tidurnya.


"Mas, bangunlah! Ada apa denganmu!" Nabil sudah duduk di sebelah Faris, sambil memukul pelan wajah sang suami, dia merasa khawatir karna melihat wajah sang suami yang terlihat gelisah, di tambah keringat sebiji jagung sudah membanjir dahi suaminya itu.


"Mas, Mas Faris! bangun Mas, jangan bikin aku takut!"


"Mama...!"


.


.


.


.


~Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak, aku udah up panjang dan doble lagi.


Like, komen dan Vote nya di tunggu ya, hadiah nya juga nggak akan nolak 🤭.


__ADS_2