Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Resepsi Pernikahan.


__ADS_3

Faris melongo menatap sang istri yang melewati dirinya begitu saja, karna memilih berlari ke dalam dekapan sang kakek, padahal dia ingin berjongkok di hadapan sang istri, dia ingin jadi lelaki yang romantis menyambut permaisuri nya.


"Kakek ... Kapan Kakek pulang? Kenapa tidak memberitahu ku?" tanya Nabil pada Kakek Adinata.


Kakek hanya terkekeh "Kakek sudah dua hari di sini, Nak! Tapi karna suami mu yang tidak mengizinkan Kakek untuk bertemu dengan mu, jadi Kakek terpaksa harus di apartemen, padahal Kakek sudah sangat rindu pada cucu menantu ku yang sangat cantik dan juga pada calon cicit yang sedang tumbuh ini." imbuh Kakek membuat mimik wajah memelas.


Tatapan Nabil kini beralih pada sang suami, dia menatap tajam juga intens pada sang suami.


"Sayang...!" rengek Faris pada sang istri.


"Datang lah pada suamimu, Nak! Dia yang mempersiapkan semuanya, sengaja ingin membuat kejutan untuk mu," bisik Kakek di telinga Nabil, awalnya dia hanya bercanda mengenai Faris melarang nya, tapi setelah melihat keseriusan dalam manik Nabil, kakek jadi mengurungkan niatnya.


Tatapan Nabil akhirnya berubah menjadi kagum dan berkaca-kaca tatkala melihat sang suami sudah berjongkok di hadapan nya, mengulurkan tangan dengan senyuman manis menghiasi bibirnya.


Yang ada di sana semua tampak takjub, bahkan ada yang berteriak karna merasa baper melihat keromantisan Faris memperlakukan Nabil.


"Teruslah berada di samping ku, ratuku!" ucap Faris masih dengan posisi mengulurkan tangannya.


Dengan senang hati Nabil menerima tangan hangat sang suami, kedua nya berjalan secara beriringan dengan di ikuti para keluarga dari belakang.


Sampai di pintu masuk ke dalam aula di adakan resepsi pernikahan, Faris menuntun Nabil menaiki tandu seperti kereta kuda.


Setelah keduanya naik, tiba-tiba lampu mati, suasana menjadi gaduh, tapi tak lama kemudian lampu sorot menyala, akan tetapi hanya tertuju pada pengantin yang akan segera masuk.


Mereka perlahan masuk, di bawah nya banyak kabut bagaikan asap, mereka persis tengah berada di kayangan, semua mata menatap takjub pada pasangan yang sudah sah ini, para tamu undangan yang berhadir tampak tak berkedip, bagaimana tidak, pria yang begitu tampan berdampingan dengan wanita yang terlihat sangat cantik meski dia memakai pakaian tertutup, akan tetapi tidak menutup kecantikan yang dia miliki.


Di sepanjang jalan yang mereka lewati terdapat layar persegi, semua nya menyala menampilkan gambar, video, berserta tanggal pernikahan mereka, agar orang yang beranggapan tentang Nabil sebagai sugar baby Faris, bisa melihat dengan sendirinya jika mereka sudah menikah beberapa bulan lalu, tidak ketinggalan juga foto hasil USG calon bayi mereka.


Semua yang berada di dalam ruangan langsung saling berbisik, karna mereka baru tau jika Faris sudah lama menikah dan sudah mau mempunyai bayi, bahkan para perempuan menangis dan menjerit dalam hati, karna pujaan hati mereka sudah mempunyai pendamping, seorang wanita dengan pakaian tertutup.


Para reporter dari perusahaan yang sudah bekerjasama  dengan perusahaan Faris langsung mengambil berita yang menurut mereka sangat brilian, karna menyajikan berita menyangkut keluarga konglomerat terkaya di negera mereka.


Tidak semua reporter yang bisa masuk, hanya beberapa perusahaan yang sudah terikat kontrak dengan Faris. Akan tetapi para tamu yang berhadir juga tidak tinggal diam untuk tidak merekam momen yang menurut mereka sangat romantis dan juga sangat mewah.

__ADS_1


Faris dan Nabil sampai pada panggung pelaminan, Faris lagi-lagi mengulurkan tangannya menyambut ratunya untuk turun, lampu sorot masih terus menyala, mengikuti kemanapun mereka melangkah.


Saat mereka sampai pada panggung pelaminan, Faris dan Nabil berdiri tegak, seketika lampu dalam ruangan itu kembali menyala, Nabil begitu terkejut melihat orang yang sangat banyak dalam ruangan super luas itu. Wajar saja, karna Faris membuka undangan secara umum.


Tatapan Nabil juga terlihat sangat kagum dengan dekorasi ruangan tersebut, bunga-bunga di hiasi setiap sudut, tangga dan juga pada jalan mereka lewati tadi, lampu yang begitu banyak dan juga bermacam ragam terpasang di dalam ruangan tersebut.


Nabil sudah tidak bisa berkata-kata, rasanya sangat terharu atas apa yang dia lihat saat ini.


"Mas ... Apa ini semua Mas yang merencanakan nya?" tanya Nabil menatap sang suami.


Faris tersenyum, di kecup nya tangan wanita nya "Menurut mu?" tanya balik Faris.


"Kapan kamu merencanakan ini? Kenapa hanya aku yang tidak tau?" tanya Nabil lagi berbisik pada sang suami.


"Jika aku memberitahu mu, itu bukan kejutan, sayang!" imbuh Faris sambil mengedipkan matanya sebelah.


"Ih ... Aku kesel sama Mas!"


"By the way kamu sangat cantik, sayang!" bisik Faris lagi.


"Alhamdulillah, kecantikan ku hanya untuk suamiku!"


Acara pun di buka, MC mulai berbicara, menyuruh para tamu undangan untuk menyicipi hidangan yang di sediakan begitu banyak, juga mengarahkan agar para keluarga satu persatu menaiki panggung pelaminan untuk di potret dengan kedua mempelai.


Sedangkan di sisi lain, tepatnya asisten Faris, sedari tadi dia sibuk memperhatikan Mira yang tampak banyak di lirik oleh para lelaki.


Mira duduk pada meja bundar dengan dua kursi kosong di sebelah nya, karena orang tua Nabil yang menjadi teman nya duduk tadi sudah di panggil ke atas panggung guna untuk berfoto bersama anak dan juga menantu mereka.


Sedangkan Diki saat ini tengah duduk bersama Heri dan juga Putra yang merupakan sahabat baik, Faris. Bahkan Rangga juga bergabung bersama mereka, dia diminta pulang untuk oleh Faris, supaya menghadiri resepsi pernikahan nya.


Mata tajam Diki tidak pernah lepas dari wanita bercadar yang juga terlihat sangat cantik itu, raut wajahnya terlihat tidak suka, terlebih saat beberapa orang lelaki yang kini berjalan menghampiri Mira yang duduk pada meja yang terdapat beberapa kursi kosong.


Mungkin saja para lelaki dan pebisnis juga ingin memiliki istri yang terlihat sempurna seperti istri Faris, maka dari itu banyak lelaki yang mencari perhatian, Mira.

__ADS_1


Beberapa lelaki sudah mendekati Mira, dia tampak bingung menjawab para lelaki berjas itu bertanya tanpa henti.


"Assalamualaikum, ukhti!"


"Hai!"


"Boleh kenalan?"


"Boleh bergabung, Nona?"


"Boleh saya temani?"


Mira bingung harus bagaimana, karna baru pertama kali di hadapan kan dengan lelaki yang begitu banyak mendekati dirinya, mata wanita berpakaian tertutup ini menatap kiri dan kanan tidak menentu, mencari keberadaan orang tuanya, tapi dia Tidak menemukan nya.


Saat Mira kalut karna di desak dengan pertanyaan, tiba-tiba suara dingin dari seorang lelaki menghentikan para lelaki yang mengurumuni Mira dirinya.


"Menyingkir dari wanita ku!"


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Jangan lupa Like komen dan juga Vote ya kakak ku sayang.


Bantu dukung juga dengan bintang dan juga hadiah sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


__ADS_2