Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Mukjizat


__ADS_3

Sementara Nabil, dia tengah berjalan di sebuah tempat yang terlihat sangat indah, air terjun, bunga, kolam dari susu, terlihat sekeliling nya.


Dia berhenti melangkah saat melihat dua orang menggunakan baju putih dengan wanita yang begitu cantik dan pria yang sangat tampan. Wajah kedua orang tersebut tampak berseri-seri.


"Assalamualaikum!" ucap Nabil, dia ingin bertanya, karna tidak tau dia dimana sekarang ini.


"Waalaikumsalam, Nak! Akhirnya kita bertemu juga!" jawab wanita tersenyum ramah.


"Maaf, apa kita pernah kenal?" tanya Nabil bingung.


"Tidak, Nak! Tapi kami selalu melihat mu, karna mu anak kami Faris menjadi manusia yang lebih baik lagi!" jawab wanita cantik itu lagi.


"A--anak?"


"Iya, suami mu adalah anak kami!" jawab lelaki yang juga tersenyum.


"Ma-s Faris?"


"Iya, Nak!"


"Jadi, kalian Ma--ma dan juga Pa--pa?"


"Benar, Nak!"


Seketika Nabil langsung berhamburan masuk ke dalam pelukan Mama nya Faris, mereka seolah melepaskan rindu karna sekian lama tak bertemu.


"Mas Faris sering menceritakan Mama dan Papa, dia sangat menyayangi kalian!" celetuk Nabil masih dalam pelukan mama mertuanya, tanpa rasa canggung dia langsung akrab dengan wanita yang baru dia lihat.


"Dia juga sangat menyayangi dan mencintai mu, Nak!" imbuh Mama Faris, membuat Nabil mendongak.


"Darimana Mama tau?" tanya Nabil dengan alis yang sudah terpaut.


"Karna dia anak Mama, jadi Mama tau. Dan sekarang dia lagi sedih dan terus berdoa di sana," timpal wanita paruh baya itu lagi.


"Bersedih kenapa, Ma?"


"Karna kamu sudah datang ke sini, coba kamu dengar dia memanggil namamu terus!"


Nabil memperhatikan memang seolah Faris tengah memanggil namanya.


"Memang nya aku dimana, Ma? Kenapa Mas Faris tidak menemui ku?" Nabil mulai bingung, dia tidak tay tempat yang sedang dia pijak.


"Kamu sekarang berada di tempat yang mulia dan juga jauh dari suami dan anak mu, Nak! Kita di beri kesempatan oleh Allah untuk bertemu," jawab Papa nya Faris.


Mendengar anak, Nabil langsung memegang perutnya yang sudah rata.


"Mah, bukan nya Nabil hamil, kemana anak-anak Nabil?" tanya Nabil mulai panik.


"Kembali lah, Nak! Kamu akan menemukan jawabannya di saat kamu sadar!"


"Apa maksud Mama?"

__ADS_1


"Pulang lah, Nak! Kami pamit dulu, jika Allah berkehendak kita akan bertemu pada waktu yang tepat!" setelah mendengar itu, tiba-tiba asap mengelilingi Nabil dan seketika Mama dan Papa mertuanya hilang dari pandangan nya.


"Ma ... Pa...!" panggil Nabil. Tapi dia kembali terdiam mendengar suara yang memanggil namanya, langkahnya dia ayunkan mengikuti arah suara yang memanggil nya.


"Nabil ... sayang, kamu harus bangun, kamu harus kuat" Di rumah sakit Faris terus memanggil Nabil, entah berapa banyak air mata yang sudah tumpah, sekarang dia merasa benar-benar kehilangan separuh hidupnya, saat dokter berhenti memicu jantung Nabil dengan defribrilator.


Tatapan Faris beralih pada dokter, yang sudah menggeleng kepala, dan meletakkan alat pemicu jantung di meja di samping brankar.


"Nona sud--" ucapan Dokter langsung di potong oleh Faris.


"Stop! Jangan katakan apapun, lakukan sekali lagi!" pinta Faris tidak ingin dengar apa yang akan di katakan oleh dokter tersebut.


"Tapi, Tu--"


"Lakukan sekali lagi!" tukas Faria tegas tidak mau di bantah.


Dokter menghela nafas dan mengangguk, dia kembali menekan dada Nabil, Faris menggenggam tangan dingin Nabil dan kembali berbisik di telinga sang istri, sambil hatinya terus berdoa.


"Ya Allah ... Aku percayakan hidup dan mati hanya padamu, berikan tanda kekuasaan mu ya Allah...!"


Tint.....


Dokter dan para suster terbelalak melihat Nabil yang merespon alat pemicu jantung tersebut, dan seketika monitor yang sudah menunjukkan garis lurus, kini kembali terlihat garis detak jantung Nabil.


"Syukur Alhamdulillah ... Ini mukjizat yang sangat luar biasa!" ungkap dokter yang merasa sangat senang.


Dia kembali memasang alat bantu pernapasan di hidung Nabil Sementara Faris, langsung terduduk lemah di kursi sebelah Nabil dengan kepalanya di jatuhkan di tangan sang istri, dia benar-benar merasa lega.


"Sungguh engkau maha kuasa dan lagi maha penyayang!" gumam Faris sambil menyeka air matanya.


"Dokter, pasien sadar!" ujar suster yang melihat Nabil membuka matanya.


Mendengar itu, dokter langsung memeriksa kembali keadaan Nabil, sementara Faris yang tengah sujud pun langsung bangun dan melihat sang istri.


"Sayang!" panggil Faris melihat Nabil yang tengah melirik ke arahnya.


Nabil langsung tersenyum meski wajahnya masih terpasang ventilator, Faris langsung menggenggam dan mencium tangan Nabil, dan juga dahinya, dengan air mata yang terus berlinang hingga jatuh di wajah pucat Nabil.


"Aku sungguh sangat takut kehilanganmu!" lirih Faris, dia menjatuhkan kepalanya di dadi sang istri.


Nabil ikut menangis, perlahan tangan nya yang lemah di angkat mengelus wajah sang suami yang tampak kurus dan brewok nya yang sudah menebal.


"Semua atas kehendak, Allah, Mas! Terimakasih selama ini kamu selalu setia menemani ku dan mengaji di sisiku!" mereka sama-sama hanyut dalam perasaan bahagia dan juga lega.


Dokter dan para suster juga tanpa sadar meneteskan air mata, karna merasa haru melihat kebahagiaan yang di rasakan Nabil dan Faris.


"Alhamdulillah ... Keadaan Nona berangsur-angsur membaik, dia mampu melewati masa kritis nya, dan tadi adalah mukjizat yang luar biasa, dimana Nona Nabil bisa mendapatkan detak jantung nya kembali!" ungkap dokter. Karna di rada sudah stabil, dokter mencabut semua selang dan alat pernapasan pada tubuh Nabil, hanya menyisakan jarum infus yang masih di perlukan oleh tubuh Nabil.


Setelah itu, mereka langsung keluar meninggalkan pasutri yang saling melepaskan rindu dan membagi kebahagiaan satu sama lain.


Faris berkali-kali mendaratkan ciuman di wajah sang istri, air matanya masih belum bisa di tahan, setelah rasa takut kehilangan hampir membuat jiwanya mati, kini terganti dengan rasa bahagia yang tidak bisa dia ungkapkan.

__ADS_1


Nabil lagi-lagi mengelus wajah tampan Faris, dia menyeka air mata di pipi suaminya.


"Apa Mas tidak menjaga pola makan dengan baik?" tanya Nabil, meski masih lemah, tapi nada bicaranya terdengar menegur.


"Bagaimana aku bisa makan dengan baik, sedang istriku hanya makan melalui selang, hatiku sakit melihat nya!" jawab Faris, Nabil langsung membalikkan tubuhnya memeluk sang suami.


"Sayang, jangan terlalu banyak gerak aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa!" terus Faris, dia takut jika Nabil masih belum benar-benar sembuh, padahal bekas jahitan operasi sudah kering.


"Aku sudah membaik, Mas! Tubuhku terasa kaku, berapa lama aku di sini?" tanya Nabil menatap lekat wajah yang sudah bermata panda itu.


"Satu Minggu, sayang!" jawab Faris tidak ingin menutupi nya.


Nabil terbelalak, dia langsung mengingat mimpi saat bertemu dengan mertuanya, reflek dia langsung meraba perutnya.


"Anak-anak kita mana, Mas? Apa mereka selamat?" tanya Nabil begitu khawatir.


"Mereka selamat, dan sekarang masih di ruangan bayi karna kemaren anak kita yang kedua terlahir prematur, jadi masih sangat lemah, karna itu dia harus di masukkan ke dalam inkubator, tapi Alhamdulillah sekarang dia sudah mulai aktif seperti kakaknya!" jawab Faris sambil mengelus puncak kepala Nabil.


Tes...


Air mata seketika keluar tanpa permisi, Nabil begitu sedih mendengar cerita sang suami, dia tidak ada di saat buah hatinya berjuang untuk hidup, dia tidak ada saat sang suami melalui semua cobaan yang begitu berat.


Dia tidak tau bagaimana sedih nya Faris, karna dia tau, dirinya dan si kembar sangat berarti dalam kehidupan Faris, dan mereka dua-duanya tidak berdaya.


"Terimakasih, Mas, kamu sudah sabar melewati ujian berat ini, dan maaf aku ti--"


"Uussttt, jangan katakan apapun, kamu dan anak kita bisa sembuh sudau sangat membuatku bahagia!" potong Faris dengan begitu cepat.


Nabil tersenyum dengan air mata terus berderai, dia kembali masuk ke dalam pelukan sang suami.


"Apa aku bisa melihat si kembar?"


.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


...Huf... Akhirnya, sadar juga tuh Nabil, awas aja kalau bucin lagi setelah ini, aku pisahin beneran loh....


...Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang....

__ADS_1


__ADS_2