Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Suami Angkuh.


__ADS_3

Selesai merutuki nasib nya, Faris keluar. Tampak lelaki ini lebih fresh dan juga kekesalan nya sudah mereda, mungkin karna dia sudah mengguyurkan tubuhnya dengan air.


Faris berjalan dengan handuk yang melilit di pinggang nya yang six pack satu handuk kecil di tangan nya, guna untuk mengeringkan rambut.


Pandangan nya mengarah kepada kasur, yang sudah ada pakaian nya di atas tempat tidur tersebut, siapa lagi yang menyiapkan nya kalau bukan wanita yang baru saja dia sakiti, tapi Faris seolah amnesia, sama sekali tidak merasa bersalah karna telah menyakiti sang istri, bahkan dengan santai dia memakai pakaian tersebut.


Setelah selesai, akhirnya dia penasaran juga dengan sosok Nabil yang sudah tidak terlihat lagi di dalam kamar, pandangan nya mengedar ke setiap ruangan dan juga sudut, tapi dia tetap belum melihat Nabil.


Sedangkan Nabil yang turun ke dapur guna mengambil makanan untuk, Faris, saat ini masih belum bisa melupakan sikap kejam Faris, dia masih meluapkan rasa sakit di hatinya dengan menangis sendiri di dapur.


"Ya Allah ... Apa sebenarnya rencana engkau, mengapa suami hamba begitu kejam dan pembangkang, kuatkan hamba ya Allah!" batin Nabil menjerit, tangan nya meremas kuat baju tepat di dadanya.


Nabil memang hanya menggunakan jilbab pendek juga tidak memakai Niqab, karna di dalam rumah memang tidak ada lelaki seorang pun.


Sedikit merasa lega, diapun mengambil nampan lalu meletakkan makanan di atasnya. Setelah itu, wanita 21 tahun ini langsung melangkah masuk ke dalam lift, agar sampai ke kamar tujuan nya.


Nabil meringis, saat merasakan perih di bagian perutnya, dia juga sudah merasa sedikit lemah, karna hari ini dia puasa. Nabil memang selalu melaksanakan puasa Sunnah senin dan kamis.


Waktu berbuka, Nabil hanya meneguk sedikit air, karna dia ingin menunggu sang suami untuk makan bersama.


Dengan sedikit kesusahan, Nabil membuka pintu yang bernuansa abu-abu tersebut, dia menarik nafas dalam-dalam, menetralisasi dirinya agar siap melihat lelaki yang berstatus sebagai suaminya.

__ADS_1


Ceklek...


Pintu terbuka, dan betapa terkejutnya Nabil, ternyata lelaki yang baru bersikeras kasar pada diri nya sudah berdiri tepat di balik pintu.


"Ma-mas Faris, kenapa di sini?" tanya Nabil, suaranya masih terdengar sedikit serak, matanya pun terlihat masih sembab, sudah di pastikan jika dia baru saja menangis.


Bukan nya iba, Faris malah mengacuhkan Nabil, dia berbalik sambil berkata "Bukan urusan mu!" hardik Faris, Nabil lagi-lagi harus menarik nafasnya untuk menenangkan dirinya, agar tidak mengeluarkannya air mata.


"Makan dulu, Mas!" ajak Nabil. Setelah menyusun seluruh makanan di atas meja, yang ada pada ruangan di dalam kamar Faris.


Nabil tidak tau, jika Faris berdiri tepat di belakang pintu karna ingin keluar untuk mencari dirinya, karna dia takut terjadi apa-apa


pada wanita yang sering di sebut nya wanita aneh, meski itu semua hanya karna kakek.


"Jangan pernah duduk di sana, karna saya tidak akan sudah makan bersamamu!" cemooh Faris membuat Nabil kembali bersedih.


Sebenarnya apa status dirinya, seorang istri a apa pelayan.


Lutut nya sudah mulai gemetar karna terlalu lama menahan lapar, tidak ada apapun yang sudah masuk ke dalam perut nya dari tadi pagi.


Namun, Nabil tetap berusaha melayani Faris, menuangkan nasi dan juga lauk yang dia masak sendiri dengan menanyakan resep pada maid dan juga ummi nya.

__ADS_1


Faris hanya acuh, seolah dia enggan melihat ke pada istrinya yang berdiri di sampingnya.


Faris mulai menyendok, dan saat ini lah jantung Nabil berdegup kencang, ini kali pertama dia masak sendiri untuk Faris, meski tadi pagi dia juga menyiapkan sarapan, tapi sama sekali tidak di makan oleh Faris.


Seiring sendok di arahkan ke dalam mulut Faris, Nabil seperti tercekat untuk berbicara.


Brruuuuu....


Baru satu sendok Faris memasukkan nasi dan lauk ke dalam mulutnya, tapi seketika dia memuntahkan nya kembali.


"Makanan apa ini, hah!"


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


~Bersambung


__ADS_2