Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Obat Ampuh.


__ADS_3

Nabil terbangun saat merasakan hembusan nafas menerpa wajah nya yang sudah tidak lagi terhalang oleh anak rambut.


Perlahan dia menggeliat, saat tersadar, Nabil langsung bangkit dan melihat Faris yang sudah membuka mata dan tersenyum menatap dirinya.


"Mas, kapan kamu bangun? Katakan di mana yang sakit?" tanya Nabil gelisah, tangannya langsung meraba kening Faris, Nabil mengelus dadanya sambil menghembuskan nafas lega.


"Alhamdulillah, Ya Allah, tinggi badan Mas sudah menurun," cecap Nabil seorang diri tanpa mendapatkan sahutan dari Faris.


"Mas kok malah diam aja sih? Kenapa juga menatap ku seperti ini? Aku merasa tidak nyaman," jujur Nabil dengan tersipu malu.


Faris masih  bergeming, sedari tadi dia hanya tersenyum ke arah wanita nya.


"Ya sudah, aku mau mengambil makanan untuk, Mas! Tunggu lah sebentar," imbuh Nabil lagi, dia ingin beranjak dari tempat tidur, akan tetapi tubuhnya sudah di tarik oleh Faris dan langsung menindih tubuh kekar sang suami.


Nabil menggeliat ingin melepaskan diri Kaena dia sudah sangat malu, wajahnya saja sudah merona bak tomat masak.


Faris tersenyum dia masih memandangi Nabil, tangah nya terulur untuk menyingkirkan rambut yang tergerai menutupi wajah sang istri.


"Sudah aku katakan, jangan pergi kemanapun," celetuk Faris sambil memeluk erat wanita yang ada di atas tubuh nya.


"Aku hanya ingin mengambil kan mu makanan, Mas! Kamu harus minum obat agar sakit mu tidak tambah parah, dan demam mu segera menu--" celotehan Nabil terputus tatkala Faris membungkam mulut Nabil dengan mulut nya.


Faris mencium lembut bibir sang istri, mulai dari yang lembut hingga menjaga ******n, Nabil yang terhanyut akan ciuman sang suami pun ikut membalas, bahkan lebih lincah daripada Faris.


Karna kehabisan nafas, Nabil melepaskan ciuman mereka, akan tetapi Faris masih melanjutkan aksinya, mencium leher Nabil, menggigit hingga menimbulkan tanda merah keunguan di kulit putih sang istri.


Lenguhan keluar dari mulut Nabil, saat Faris mencium Nabil semakin ke bawah.


"Mas, berhenti! Nanti aku tidak tahan, sedangkan kamu masih sakit dan tidak bisa mandi," cegah Nabil lirih.


"Kenapa? Jika kamu tidak tahan, maka aku lebih lagi tidak tahan. Aku akan sembuh sayang, ini obat yang ampuh untuk menyembuhkan penyakit ku," tukas Faris sambil menatap Nabil dengan tatapan sayu, suara beratnya yang se*si membuat Nabil ikut berg*ir*h, sehingga wanita itu bangun dan dudu di atas Faris.


"Apa kau akan memimpin lagi, sayang?" tanya Faris menggoda.


Nabil sudah membuka kancing kemeja Faris satu persatu "Aku harus melayani suami ku yang sedang sakit bukan?" tanya Nabil juga semakin menggoda.

__ADS_1


"Kamu nakal, sayang!" ujar Faris sambil menarik wajah sang istri untuk kembali dia cium.


Kini Nabil berinisiatif sendiri mencium Faris, tingkahnya bahkan kembali agr*s*f melebihi semalam. Faris begitu senang mendapatkan perlakuan seperti itu dari sang pujaan hatinya.


"Sayang apa kamu capek?" tanya Faris sambil mengelus perut sang istri.


"Jika kamu tidak sanggup, maka aku akan melayani mu sampai kamu puas, suamiku. Maka jangan kau pikirkan tentang diriku," imbuh Nabil yang tengah bergerak lincah di atas tubuh Faris.


Mendengar ucapan sang istri, Faris langsung membalikkan posisi tubuh mereka yang kini menjadi Nabil yang di bawah.


"Jangan pernah berkata aku tidak sanggup, sayang! Karna suamimu ini sangat gagah, bahkan aku sanggup dari dari siang hingga siang besok," celetuk Faris tidak terima dengan apa yang di ucapkan Nabil. Dia mulai bergerak, memberikan rasa yang tiada tara untuk wanita di bawah Kungkungan nya.


"Iya suamiku, kamu memang sangat perkasa dan juga kuat," jawab Nabil sambil tersenyum menutup matanya.


Faris yang tidak suka melihat Nabil menutup mata pun kembali mencium bibir Nabil, bahkan dia menggigit sudut bibir sang istri hingga menimbulkan warna biru di benda kenyal candu Faris tersebut.


"Ke--kenapa M--mas me--meng--gigit ku?" tanya Nabil terputus-putus akibat goncangan hebat di tubuh nya.


"Tatap aku sayang, lihat lah setiap aku berada di atas mu," perintah Faris.


Nabil tersenyum, kemudian dia juga menarik tengkuk Faris agar kembali mencium bibir menggoda sang suami, dengan jahil Nabil pun membalas menggigit sudut bibir Faris.


...****************...


Mereka menyalurkan h*sr*t hampir satu jam, Faris terbaring lemah di sebelah sang istri dengan nafas yang tersengal-sengal. Setelah beberapa saat, Faris kembali menarik tubuh polos sang istri lebih merapat pada dirinya.


Alhasil Nabil menindih setengah badan kekar sang suami, Faris memeluk erat tubuh Nabil sambil memberikan kecupan berkali-kali di atas kepala Nabil.


"Terimakasih, sayang ku," ucap Faris tulus, membuat wanitanya itu mendongak.


"Terimakasih untuk apa?" tanya Nabil kepada sang suami.


"Terimakasih karna kamu telah hadir dalam hidupku, memberikan kebahagiaan yang utuh untuk diriku, menjadi penawar dalam luka ku, menjadi pelengkap dalam kekurangan ku,"


"Dan terimakasih juga karna kamu telah sabar menghadapi sikap pemarah ku, sabar membimbing ku menjadi lelaki yang baik walaupun aku orang yang keras kepala, dan terimakasih kamu selalu ada di sisiku saat aku terpuruk, sedih, bahkan kamu begitu sabar merawat ku di saat aku sak--"

__ADS_1


"Shhuuutt ... Jangan katakan lagi, aku tidak perlu ucapan terimakasih dari Mas, yang jelas hanya satu. Aku sangat mencintai Mas dan beruntung hadir menjadi wanita mu, yang selalu kamu lindungi dan kamu sayangi." potong Nabil, telunjuk nya di letakkan di atas bibir lelaki nya.


Faris memegang tangan putih mulus sang istri kemudian mencium nya "Untuk yang terakhir, ucapan terimakasih dari Mama dan Papa,"


Nabil langsung mengerutkan keningnya "Mama, Papa?" tanya Nabil kebingungan.


Faris mengangguk "Iya, sayang! Tadi aku bermimpi mereka, Mama bilang dia sangat senang mempunyai menantu seperti kamu, dia sangat berterimakasih telah membimbing putra nya ini,"


"Mereka juga berpesan jika mereka sudah bahagia di tempat yang indah, dan menyuruh ku melupakan semua dendam, dan juga melarang ku mengungkit kematian mereka. Mereka sudah bahagia sekarang, sayang! Mama ku lihat dia menggunakan pakaian yang sangat indah, yang terbuat dari permata dan juga berlian indah, sementara Papa juga menggunakan pakaian yang sangat mewah." ujar Faris berceloteh begitu bahagia menceritakan pada sang istri tentang mimpi yang tadi dia alami.


Nabil meneteskan air mata haru "Subhanallah, Mama dan Papa orang yang baik, tentu saja Allah menempatkan mereka di tempat yang baik, aku jadi ingin melihat Mama dan Papa walaupun hanya dalam mimpi," lirih Nabil menundukkan kepalanya.


"Mereka selalu berada di dekat kita, sayang! Mama mengatakan jika dia sangat menyayangi mu, mereka selalu melihat kita, mereka akan tersenyum bahagia jika melihat kita hidup bahagia." ucap Faris lagi, Nabil ikut tersenyum, sungguh dia merasa sangat terharu, walaupun mertua nya sudah tidak ada lagi, akan tetapi kasih sayang selalu dia dapatkan. Nabil jadi berpikir, andai Mama dan Papa mertuanya masih hidup, mungkin dia akan selalu di limpahkan kasih sayang yang tiada tara.


Larut dalam pemikiran nya, Nabil tiba-tiba merasakan jika tubuhnya sudah melayang ke udara.


"Mas, kamu mau ngapain, kamu belum cukup sembuh,"


"Aku mau kita mandi bareng, kan sudah aku katakan, jika itu obat mujarab, aku sudah sembuh, sayang!"


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Udah sedih-sedih di bab sebelumnya, eh ... Sekarang malah iri aku sama pasangan ini, habisnya romantis nya gak habis-habis, huh.

__ADS_1


Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang.


Bantu dukung juga dengan bintang dan hadiah sebanyak-banyak nya.


__ADS_2