Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Ekstra part 2


__ADS_3

"Halo, bos, saya mau lapor jika Tuan muda Adam sudah keluar beserta teman-temannya." ucap salah satu anggota pada orang yang di sebut bos.


"Cegah dia, bawa pulang sekarang juga!" seru lelaki di seberang yang ternyata Papa Ammar.


"Baik, Bos!" mereka langsung melajukan mobil setelah mendapatkan perintah dari dari bos nya.


Adam sedang membawa motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi, dia membawa motor teman nya dengan membonceng Vanya, sementara pemilik motor tersebut berboncengan dengan yang lain nya.


Membawa motor ugal-ugalan dengan teriakan yang begitu berisik, membuat pengendara lainnya kadang terganggu. Tapi, Adam dengan begitu cepat dan kuat menginjak rem, saat motor nya di selip oleh satu mobil hitam.


"****, siapa sih berani sekali mereka!" umpat Adam sambil menaikkan kaca helm nya.


"Kami gimana sih sayang, dada ku jadi sakit tau!" rengek Vanya yang merasa nyeri di dadanya karna terhantam sedikit keras di punggung Adam.


"Maafkan aku sayang, jika aku tidak menginjak rem dengan cepat, mungkin dada mu tidak hanya sakit, akan tetapi bisa lecet!" pinta Adam begitu lembut.


Semua anggota teman Adam juga ikut berhenti di belakang motor nya. Mereka semua kini melihat pada pria yang berbadan kekar yang baru turun dari mobil.


Adam memutar mata jengah saat tau siapa yang menghadang mereka.

__ADS_1


"Ngapain kalian ke sini?" tanya Adam ketus.


"Maaf, Tuan muda. Tapi bos menyuruh kami untuk membawa pulang Tuan Muda!" ucap ketua dari bodyguard tersebut.


"Apa? Pulang? Aku mau merayakan hari kelulusan ku bersama teman-teman ku. Katakan pada Papa, aku tidak akan pulang!" sentak nya, dia tentu saja tidak akan mau pulang.


"Maaf, Tuan muda. Tapi ini perintah bos Ammar, maka kami harus melaksanakan nya!" jawab nya tanpa toleransi, ketua dari lima orang itu langsung memberikan isyarat pada anak buahnya untuk membawa Adam agar masuk ke dalam mobil.


"Hei, hei ... Apa-apaan kalian hah? Kalian berani sama saya? Lepas!" teriak Adam memberontak.


Para bodyguard itu tidak menjawab, mereka hanya menjalan tugas saja. Sementara Vanya sudah berteriak sambil berusaha menahan lengan sang pacar.


"Lepaskan Adam, kalian ini kenapa membawa nya!" rengek Vanya yang sama sekali di gubris oleh mereka.


"Jika tidak ingin tangan atau kaki kalian, maka duduk manis di sini saja. Atau kalian akan tau akibatnya jika berurusan dengan keluarga Nugraha!" tanpa mengeluarkan tenaga, para bodyguard itu sudah bisa mengalahkan para pecundang yang lebih sayang pada tubuh mereka daripada membantu, Adam.


Kini mobil hitam itu pergi meninggalkan para geng motor, dengan membawa Adam bersama mereka.


"Awas saja kalian ya, aku akan buat perhitungan pada kalian setelah ini!" ancam nya dengan penuh amarah.

__ADS_1


"Ini perintah Bos, Tuan Muda, kami hanya menjalan kan tugas!" jawab ketua mereka.


"Persetan dengan perintah, kalian telah membuat ku malu karna menyeret ku di depan teman-teman ku!" cibir Adam, dia memang sangat marah, wajahnya merah padam.


 


Di sebuah pondok sekaligus universitas di satu negara yang begitu terkenal di seluruh penjuru dunia. Seorang wanita tengah berjalan menghampiri seorang laki-laki.


"Kak, Minggu depan aku akan pulang. Apa Kakak yakin tidak ingin pulang?" tanya wanita itu pada lelaki yang mirip dengan nya.


Lelaki itu tersenyum "Kakak masih ingin menyelesaikan S dua di sini dan Kakak juga ingin menamati kitab." jawab nya lembut.


Mereka adalah Kenzo dan Khanza, si kembar keturunan Bagaskara.


"Hem ... Apa aku terlalu cepat jika aku memutuskan untuk pulang?"


Baca kelanjutannya di kisah Adam dan Khanza dengan judul "Mengejar Cinta Ustazah Khanza.


__ADS_1


Jika tidak menemukan nya di beranda, kalian bisa Klik profil ku yang ini ya.



__ADS_2