Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Surga Istri Di Telapak Kaki Suami.


__ADS_3

...Tidak ada yang tau kapan jodoh akan datang, dan juga tidak ada yang bisa menebak dengan siapa dan dimana. Karna jodoh, rezeki sudah tertulis di lahul mahfuz Allah Ta'ala....


...****************...


Nabil dan Mira saat ini berada di dalam kamar, setelah ijab kabul selesai dan mereka sudah sah di mata hukum dan agama. Nabil dan Faris pun sudah menyalami tamu yang berhadir, meski tidak banyak.


"Aku masih tidak menyangka, Bil! kamu sudah menikah, padahal aku yang lebih dulu bertunangan, malah kamu yang lebih dulu halal!" ujar Mira sambil membantu Nabil melepaskan riasan di tubuhnya.


Nabil hanya tersenyum simpul "Aku pun masih sedikit belum percaya, Ra! baru juga kemarin aku menyuruh nya mendatangi kedua orangtuaku, tapi hari ini aku sudah menjadi istrinya!" timpal Nabil.


"Tapi, Bil! aku seperti pernah melihat suami mu itu, tapi aku tidak bisa mengingat nya!" tukas Mira, jari telunjuknya diketuk-ketuk pada dagunya, mengingat dimana dia pernah melihat suami dari sahabat nya itu.


"Mungkin hanya kebetulan lewat saja, Ra!" sergah Nabil, dan Mira hanya mengangkat dua bahunya acuh. Kemudian dia kembali memeluk sahabatnya, Nabil.


"Huaaa berarti kamu beneran tidak akan balik ke pondok lagi dong, dan aku tidak ada kawan lain!" rengek Amira.


"Hei ... Kan masih banyak orang di sana, nanti aku pasti akan mengunjungi pondok, sekalian mau kenalin Tuan Faris dengan ustadz pimpinan!" imbuh Nabil, dan Mira akhirnya mengangguk pasrah.


"Hem ... jangan lupakan aku, ingat ya!" ujar Mira dengan wajah cemberut tidak merelakan.


...****************...


Jam menunjukkan pukul 19:00 malam, mereka semua sudah selesai menunaikan ibadah solat magrib, sebenarnya Faris begitu berat melaksanakan kewajiban nya, tapi karna mengingat di rumah mertuanya, terpaksa dia harus mengikuti jamaah yang di imam kan oleh abi Zainal sendiri.

__ADS_1


Semuanya sedang berkumpul di meja makan yang sudah penuh dengan hidangan lezat di atasnya.


Diki dan Mira juga masih di sana, mereka semua menyantap makanan dengan perasaan campur aduk, terutama abi dan ummi Nabil, yang sebentar lagi harus melepas kepergian sang putri.


"Bisakah kalian bermalam di sini, malam ini?" tanya ummi kepada menantunya.


Faris sedikit tersedak, dia menutup mulutnya menggunakan tangan. Faris dengan segera memutar otak nya untuk mencari alasan "Tapi, Ummi! Faris sudah siapkan kamar pengantin untuk kami di rumah, bisa tidak Nabil saya bawa pulang ke mansion kami, lain kali nanti kami akan menginap di sini!" pinta Faris dengan nada memohon.


Nabil hanya diam dan mendengarkan nya saja, tanpa niat menjawab atau membantah.


"Mi, anak kita sekarang sudah menjadi istri orang, jadi kita tidak berhak lagi melarang atau memaksa nya agar tetap di sini!" timpal abi Zainal seraya memegang tangan sang istri dan menggenggam nya.


"Hehe kalian tidak perlu khawatir, jika kalian rindu dengan nya, kalian bisa langsung ke rumah. Pintu rumah kami akan selalu terbuka untuk kalian!" celetuk kakek, tangan nya aktif menyuapi makanan ke dalam mulutnya.


"Baik lah kalau seperti itu!" ummi memegang tangan Nabil, lalu menatap nya "Yang penting kamu bahagia, baik di dunia dan akhirat " ucap ummi Fatimah lagi.


...****************...


Makan malam selesai, kini mereka semua berdiri di depan teras rumah Nabil, saat ini lah yang paling membuat ibu, ayah dan anak itu merasa begitu menyesak.


Nabil sudah siap dengan koper nya yang berisi seluruh pakain, khimar dan juga niqab milk nya.


Nabil menangis begitu kencang, terasa begitu berat meninggalkan kedua orang yang sangat dia sayangi.

__ADS_1


"Mi, Nabil pamit ya, doakan semoga Nabil bisa menjadi istri yang baik dan soleha!" ucap Nabil di sela-sela isak tangis nya, kini dia berada dalam pelukan sang ummi.


"Pasti sayang, semua doa yang terbaik untuk mu, Nak!" jawab ummi, ibu satu anak itu merangkup wajah sang putri lalu menciumi nya dengan begitu dalam.


Setelah itupun, kini wanita bercadar itu beralih memeluk abi Zainal yang juga tidak mampu menahan air mata yang seolah tumpah tanpa permisi.


"Jadilah istri yabg baik, Nak! ingat kata-kata abi, surga berada di bawah telapak kaki suami!" ucap abi Zainal lagi.


Setelah berpelukan dengan semua nya, Nabil juga sudah berpelukan dengan sahabatnya yang juga menangis, melepas rindu dan sebagai tanda perpisahan, walau untuk sementara.


"Aku pergi dulu semuanya!. Assalamualaikum!" ucap Nabil, Faris dengan cekatan langsung menggenggam tangan Nabil di hadapan semua orang, lalu membawa wanita yang sudah berstatus istri nya masuk ke dalam mobil.


Mobil yang membawa mereka pun melaju dan meninggalkan rumah dan juga kedua orang tua Nabil beserta sahabatnya.


Mira akhirnya pun ikut meninggalkan ummi dan abi, karena dia harus pulang ke rumah untuk bertemu dengan ke dua orangtuanya, sebelum dia kembali lagi ke pondok pesantren.


.


.


.


.

__ADS_1


~Bersambung


Jika kalian sudi, tolong sumbangkan like, komen, Vote, dan juga bunga nya ya.


__ADS_2