Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Hukuman Rangga


__ADS_3

Mendengar sang istri menyebutkan kedua orang tuanya membuat Faris langsung berbinar.


"Apa kamu serius, sayang?" tanya Faris dengan rasa bahagia nya.


Nabil tersenyum dan mengangguk "Iya, Mas! Mereka yang nyuruh aku pulang lagi, mereka sangat cantik dan juga tampan, wajah mereka bercahaya, dan mereka juga berada di tempat yang sangat indah. Aku yakin Mama dan Papa adalah orang yang baik semasa mereka hidup dulu." celoteh Nabil, Faris ikut tersenyum, dia bangkit dan memeluk Nabil.


"Apa kamu bahagia bisa bertemu mereka?" tanya Faris.


"Sangat, Mas! Terlebih mereka sangat baik." Mereka sama-sama terhanyut dalam pelukan yang terasa hangat, terlebih bagi Faris yang selama ini hanya melihat Nabil terbaring kaku di atas tempat tidur.


"Cepat sembuh istri ku, pulang dari sini aku akan menunjukkan sesuatu padamu, yang mungkin akan kamu sukai." kata Faris sambil mengelus pipi lembut sang istri.


"Aku jadi penasaran!" imbuh Nabil.


"Tunggu kamu pulih total dan dokter mengizinkan kamu pulang, aku akan langsung membawamu ke sana!" tukas Faris lagi.


Nabil mengangguk mengiyakan, ntah apa yang akan suaminya perlihatkan, yang jelas dia harap itu yang terbaik untuk lelaki hebatnya itu.


"Selesai makan siang, aku pamit sebentar, kamu tinggal bersama Ummi dan Mira ya di sini." pinta Faris, Nabil langsung mengiyakan, karna dia tau selama satu Minggu Faris tidak beranjak dari sisinya, mungkin saja saat ini suaminya itu sedang ada keperluan.


"Kemanapun kamu pergi, kamu harus hati-hati ya!" imbuh Nabil dengan wajah imut nya.


Faris begitu gemas melihat wajah cantik Nabil, meski masih terlihat pucat, akan tetapi tidak mengurangi kecantikan yang dimiliki Nabil.


...****************...


Selesai menyuapi Nabil makan siang, Faris dan Diki langsung pamit, meninggalkan Nabil dan si kembar dengan para wanita.


Hampir satu jam perjalanan, Faris dan Diki sampai pada tempat yang dia sebut sebagai markas.


Max langsung datang menghampiri Faris "Bagaimana keadaan Nona dan juga si kembar, Tuan?" tanya Max langsung berjalan di belakang Faris.


"Alhamdulillah mereka sudah membaik." jawab Faris datar.


Max mengangguk, dia juga merasa lega jika istri dan anak-anak bos nya itu baik-baik saja.


"Bagaimana dengan, Rangga?" tanya balik Faris, tujuan nya ke markas memang untuk melihat Rangga, sekaligus memberikan pelajaran pada lelaki yang dulu adalah sahabat nya itu.

__ADS_1


"Dia tampak sangat menyedihkan, Tuan! Dia sekarang sudah seperti orang stres, tiap hari hanya menyalahkan dirinya sendiri, dan dia selalu meminta maaf pada Nona, Nabil!" jawab Max menjelaskan perihal keadaan Rangga.


Faris tidak lagi menjawab, dia membuka pintu ruangan penyekapan Rangga.


Ceklek...


Dapat Faris lihat jika lelaki yang dulunya bertubuh kekar dan gagah kini terlihat sangat kurus, bulatan hitam di mata nya, pakaian nya masih yang seminggu dulu dia kenakan.


Sementara Rangga yang melihat kedatangan, Faris, kembali shock dan meraung-raung mengakui kesalahannya.


"Maafkan aku, Ris! Aku memang sangat jahat, aku tega pada mu, aku bukan manusia, gara-gara aku Zaiyan hampir saja terbunuh!" pinta Rangga sangat tulus.


Amarah Faris seketika memuncak saat mendengar Rangga menyebut nama istrinya. Rangga tidak tau saja, bahkan dirinya hampir kehilangan sang istri.


"Jangan sebut nama istri ku dengan mulut kotor mu itu, Rangga!" sentak Faris, tangan nya menunjuk tepat di mata Rangga, setelah itu dia berpaling tidak ingin menatap wajah yang dulu menjadi orang tersebut dengan nya.


"Maafkan aku, Ris! Aku sudah mengakui kesalahan ku, dan aku juga mendapatkan karma ku, setiap hari aku di hantui rasa bersalah hingga membuat ku hampir gila," pinta Rangga, setelah kejadian itu, Rangga memang selalu merasa bersalah dan menyesal hingga membuat nya terpuruk.


"Jika kamu belum memaafkan aku, aku rela jika kamu menembakkan peluru mu di kepala ku!" lanjut Rangga lagi, membuat Faris kembali menatapnya.


"Aku memang sangat ingin melakukan itu, tapi aku tidak mau istri ku membenci ku karna menjadi seorang Pembunuh." hardik Faris menekan di akhir kalimat, menjadi hantaman tersendiri bagi Rangga yang mendengar nya.


"Polisi akan tiba, jalani hukuman mu dan jadikan itu semua sebagai pelajaran, bahwa apa yang kita inginkan belum tentu menjadi milik kita!" ucap Faris. Dia tidak jadi memberikan pelajaran pada Rangga, melihat keadaan lelaki itu yang sangat menyedihkan, dan dia tau jika Rangga sudah benar-benar menyesal.


"Terimakasih banyak, Ris! Baik, aku akan menjalani masa hukuman ku. Dan setelah itu, aku akan pergi jauh dari kehidupan kalian!"


"Memang itu yang aku inginkan." timpal Faris di iringi senyuman sinis di bibirnya.


Saat mereka sedang berbicara, suara mobil polisi mengalihkan perhatian mereka, untuk sesaat Rangga merasa takut dan hatinya terasa berdetak dua kali lebih cepat. Akan tetapi dia sadar, jika semua yang terjadi karna kesalahan nya sendiri.


Beberapa polisi masuk ke dalam, dan diiringi Putra dan juga Heri, mereka sudah di beritahu oleh Faris, bahwa Rangga akan di serahkan pada pihak yang berwajib.


Melihat kedua sahabatnya, Rangga merasa sangat malu, kenangan tentang kebersamaan mereka berempat berputar bagaikan film lama yang hadir satu persatu dalam pikiran nya, menambah rasa sesak dan penyesalan yang begitu mendalam.


Dari dulu mereka selalu bersama dalam susah maupun senang, mereka juga orang yang sangat terpandang, tapi hanya karna cinta, Rangga rela merusak hidupnya sendiri dan persahabatan nya.


Bukan cinta, tepatnya obsesi, sebab cinta tidak adak merusak kebahagiaan yang kita cintai, justru kita akan memberikan hidup kita untuk orang yang kita cintai dengan tulus.

__ADS_1


"Aku sungguh tidak menyangka, Ga! Hanya karna obsesi mu yang begitu besar, kamu rela menghancurkan persahabatan kita, kurang baik apa Faris selama ini sama kamu,bukan kah setiap kamu mempunyai masalah, dia selalu membantu mu!" cerca Heri kini berdiri di hadapan Rangga.


"Aku khilaf, Ri! Aku benar-benar menyesal." ungkap Rangga dengan lirih, dia hanya pasrah saat polisi memborgol tangan nya.


"Aku kecewa sama kamu, Ga." cibir Heri lagi.


Putra tidak mengatakan apapun, dia juga sangat kecewa dengan apa yang di lakukan sahabat nya itu, dulu dia sendiri yang membuat taruhan agar Faris mau menikahi Nabil, tapi setelah itu Rangga malah tidak rela dan nekat mencelakai wanita yang sudah menjadi istri sah nya Faris.


Putra hanya berjalan mendekati Faris yang tidak menatap Rangga sama sekali, saat lelaki itu di bawa.


"Aku tau kamu kuat!" ucap Putra sambil menepuk pundak Faris, memberikan semangat untuk sahabat nya itu.


Jika orang melihat Faris seorang yang tegas, kejam dan memiliki kehidupan sempurna dengan kekayaan dan kekuasaan nya, maka itu salah besar.


Hanya orang terdekat dengan nya yang tau bagaimana kerasnya hantaman yang selalu Faris hadapi, mulai dari pelenyapan orang tuanya, sahabat yang mengkhianatinya, sampai dia di uji pada akhir kesabaran, istri yang sangat dia cintai juga hampir meninggalkan nya.


Akan tetapi itu semua kehendak, Allah, dan Faris salah satu hamba pilihan yang di cintai dan di rindui oleh Allah, maka dari itu Allah berikan cobaan yang begitu berat untuk Faris.


Karna setiap hambanya mampu melewati satu cobaan, maka derajat nya akan tinggi, keimanan nya akan bertambah, dan juga semakin dekat dengan sang maha kuasa.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


...Maka dari itu, di saat kita mendapatkan cobaan yang bertubi-tubi, jangan pernah mengeluh, mungkin saja Allah ingin melihat usaha mu lebih keras lagi, doa mu lebih khusyuk, Allah ingin kita menitikan air mata di saat kita berdoa....


...Karna jika kita ingin dekat dengan nya, yang pertama kita hadapi adalah ujian. Maka bersabarlah atas segala cobaan nya, agar kamu jadi hamba yang di pilih nya dekat dengan rahmatnya....

__ADS_1


...Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang....


__ADS_2