Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Talia dan Robert.


__ADS_3

Nabil yang melihat Faris menggantungkan pakaian dalamnya tepat di hadapannya langsung menghentikan nya.


"Apa yang akan, Mas lakukan?" tanya Nabil sambil menutupi dadanya menggunakan tangan.


Faria menaikkan alisnya nya sebelah "Ya memakai ini untuk mu, memang nya mau apa lagi?" tanya Faris merasa bingung.


"Biarkan aku sendiri yang memakainya, lebih baik Mas pakai baju sendiri saja," elak Nabil, yang benar saja suaminya ingin mengaitkan br* di tubuhnya.


"Kenapa aku tidak boleh memakaikan ini pada istri ku? Tidak ada larangan bukan jika ingin memakaikan pakaian pada istrinya?" tanya Faris yang masih tidak melepaskan br* Nabil dari tangan nya.


"Ma-Mas pasti tidak tau cara pakainya. Biarkan aku saja!" tukad Nabil seolah menantang, dia ingin mengambil nya dari tangan Faris.


Faris yang merasa tertantang langsung mendekati Nabil dan memakaikan kacamata bertali di dada sang istri "Apa, kamu bilang aku tidak bisa memakai nya? Ayolah, ini tu sangat mudah." gumam nya setelah berhasil memakainya.


Nabil terlihat malu, tapi Faris juga melihat jika sang istri nampak menahan sesuatu.


"Sayang, kamu kenapa?"


"I-ini terlalu ketat, Mas! Aku jadi susah untuk bernafas. Kamu memakainya di urutan paling kecil ya?" tanya Nabil.


"Coba aku lihat lagi," Faris kembali melihat pada pengait br* yang baru saja dia pakai pada Nabil. Dan benar saja, dia memakai di urutan terkecil, sudah pasti Nabil akan sesak nafas.


"Astaghfirullah ... Maafkan aku, sayang! Aku kira muat jika ku pakaikan di sini, aku lupa jika aset istriku sangat montok dan padat." celetuk Faris sambil menggantikan pengait br* isterinya menjadi nomor tiga.


Sedangkan Nabil sudah membulatkan matanya mendengar ucapan sang suami, bisa-bisa nya dalam situasi seperti ini prianya itu masih berpikiran mesum.


"Dasar mesum." cibir Nabil sambil mencubit halus pinggang sang suami.


"Aw ... Sakit sayang. Itu bukan mesum, tapi aku memuji mu, kan tidak ada salahnya aku memuji istri ku sendiri." elak Faris lagi.


Nabil hanya tersipu malu, tidak ingin menyahuti Faris lagi, dia tau dia tidak akan menang jika adu mulut dengan Faris.


Selesai memakaikan pakaian untuk sang istri, Faris melepaskan handuk yang masih menutupi rambut sang istri, dia menarik nya dengan begitu pelan, hingga terurai lah rambut hitam lebat yang panjangnya sampai ke paha.


Dengan telaten Faris mengeringkan rambut sang istri, setelah itu dia langsung menyisir rambut kekasih hatinya itu.


Nabil tersenyum sendiri menatap Faris pada pantulan cermin, dia merasa sangat bahagia karna mendapatkan suami seperti Faris, yang selalu bisa melindungi dirinya dan membuat nya selalu bahagia.


"Jangan menatap ku seperti itu, aku tau jika aku sangat tampan," tukas Faris sambil fokus menyisir rambut Nabil.


"Dasar, pede banget sih." sergah Nabil.


"Ya memang kenyataannya aku tampan, sayang!"


"Iya, iya. Suamiku memang sangat tampan, bahkan suamiku lah yang paling tampan di dunia." ucap Nabil sambil tersenyum malu.

__ADS_1


"Kamu sudah pandai ngegombal, sayang!"


"Iya, karna aku belajar dari kamu."


Faris tersenyum, meletakkan sisi di atas meja, kemudian mengelus lembut puncak kepala sang istri.


"Aku sangat suka melihat rambut mu, sayang! Jangan pernah memotong nya, aku tidak akan mengizinkan nya." ucap Faris sambil mencium rambut Nabil.


"Aku ingin memotongnya saat anak-anak kita lahir, Mas! Agar lebih mudah saat mengurus mereka,"


Faris menggeleng "Apa kamu pikir aku akan membiarkan kamu mengurus kedua anak kita sendiri? Itu juga anak ku, jadi aku juga akan mengurus nya. Itu artinya tidak ada alasan lagi bagi mu untuk memotong rambut indah mu ini." sergah Faris, tidak setuju dengan apa yang di ucapkan Nabil.


"Hem ... Iya, Mas! Aku janji, tidak akan memotong rambut ku tanpa izin dari mu." timpal Nabil, Faris langsung mencium pipi Nabil dan memeluk tubuh sang istri dengan begitu erat.


...****************...


Sementara di negara lain, setelah mendapatkan perintah, komplotan Mafia beserta kelompok bertopeng yang notabene nya anak buah Faris langsung menjalankan aksi mereka.


Komplotan Mafia yang sudah mengetahui markas dan persembunyian orang yang di tahan di Negera yang menjadi kekuasaan mereka, memudahkan mereka untuk mengatur siasat, terutama untuk menangkap seseorang yang tidak begitu berpengaruh, tentu semakin memudahkan mereka.


"Dimana pria itu sekarang?" tanya Renald yang merupakan ketua mafia itu. Dia mengirimkan anak buahnya untuk mencari lelaki yang akan mereka tangkap.


"Dia sedang berada di markas nya, Tuan! Tengah kebingungan, dia juga tengah menyiapkan pembuahan pada ketiga tawanan nya." jelas anak buahnya dari seberang.


"Hem..."


"Kita kepung markasnya sekarang juga, karna dia akan membunuh ketiga orang yang dia tahan. Ingat! Jangan sampai dia berhasil membunuh seorang pun dari mereka, dan jangan biarkan lelaki itu lolos."


Semua mengangguk mendengar jawaban Renald, mereka pun langsung bereaksi dengan cepat.


Sampai di markas yang sudah mereka ketahui letaknya, mereka langsung mengepung nya.


Seorang anak buah Renald membunuh satu anak buah yang menjaga markas tersebut, setelah itu dia menyamar dan masuk ke dalam markas.


Renald dan anak buah nya juga ikut masuk ke dalam, sedangkan pasukan bertopeng berjaga di luar, mereka akan masuk jika sudah di perlukan.


Anak buah Renald yang sudah menyamar langsung mendekati lelaki yang mereka tau namanya adalah Robert, seolah ingin membisikkan sesuatu. Robert yang tidak mengenali anak buahnya yang begitu banyak, langsung menajamkan pendengaran nya.


Akan tetapi yang terjadi sungguh membuat nya terkejut, anak buah Renald langsung menodongkan pisau di leher Robert bersamaan Renald beserta pasukannya ikut masuk.


"Ap-apa yang kamu lakukan? Siapa kalian?" tanya Robert terbata-bata.


"Jangan banyak bicara, cepat lepaskan mereka bertiga." ucap Ronald yang kini sudah duduk di kursi kebesaran Robert dengan begitu santai.


Anak buah Robert yang tengah menodongkan senjata pada satu pria dan wanita tua juga satu anak kecil, mereka masih belum bergerak, masih menunggu perintah dari Bos mereka.

__ADS_1


"Hei ... Turunkan senjata kalian sekarang, atau Tuan kalian ini akan mati sekarang juga." ucap Renald memberi ancaman.


"Apa yang kalian lihat, turunkan senjata nya." tukas Robert, langsung saja anak buahnya menurunkan senjata mereka.


Anak buah Renald langsung membuka ikatan di tubuh ketiga orang tersebut.


Sedangkan Robert sengaja memasukkan tangan kedalam saku celananya, memencet satu tombol di dalam nya.


Langsung saja di luar terdengar kegaduhan, ternyata tombol itu guna untuk memanggil seluruh anak buah Robert, tapi dia tidak tau jika di luar sudah ada kelompok bertopeng yang akan menghalangi mereka masuk.


Dalam sesaat pertarungan yang mulanya begitu sengit berhenti, saat anak buah Robert satu persatu tumbang dan juga mati di tempat.


Renald tertawa "Apa kamu pikir kamu lebih hebat dari kami? Lihat lah anak buah mu semuanya sudah habis!"


Mendengar itu Robert langsung gemeteran "Siapa kalian?"


"Kamu akan tau sebentar lagi."


Hampir tiga jam penerbangan, kini Renald sampai pada negara tempat Faris tinggal, mereka langsung menuju tempat yang dijadikan oleh Faris markas mereka.


Sampai di sana, anak buah Renald langsung menyeret Robert untuk masuk ke dalam, di ikuti juga ketiga orang yang mereka selamat kan. Max yang melihat kedatangan mereka langsung menyuruh masuk dalam ruangan anak, suami dan ayah mereka.


Sedangkan Robert masih di seret, terus masuk ke dalam. Saat melewati kamar ke empat, matanya terbelalak melihat seorang wanita muda dengan perban hampir di seluruh badannya.


"Ta-Talia!"


Talia memang baru di obati oleh dokter, dan mereka ingin memasukkan Talia kembali ke dalam ruangan nya. Dia yang begitu lemah langsung melihat pada asal suara, dan begitu terkejutnya dia melihat lelaki paruh baya di depannya saat ini.


"Pa-papa!"


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Wah ... Bingung saya mau berkata apa, anak dan ayah masuk dalam tahanan yang sama.

__ADS_1


Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang.


Bantu dukung juga dengan bintang dan hadiah sebanyak-banyak nya.


__ADS_2