Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Mansion Adinata Bagaskara.


__ADS_3

Sebelumnya saya berterimakasih untuk para Reader yang tidak bisa author sapa satu persatu. Author sangat merasa bersyukur atas dukungan kalian semua.


Tapi, author mau memberitahu, jika pemeran Nabil di cerita ini adalah wanita solehah yang sangat patuh, tidak pernah membangkang atau melawan.


Jadi, jika kalian tidak suka dengan karakter Nabil, jangan di hujat ya🤭.


...****************...


Kini rumah abi Zainal tampak sepi, setelah tadi begitu riuh dan juga rame dengan tamu dan juga keluarga dari pihak mempelai laki-laki.


"Bi, baru juga anak kita pergi, tapi Ummi sudah merindukan dia. Sedari kecil dia hidup jauh dengan kita, dan sekarang dia sudah menjadi milik suaminya!" ucap ummi lirih. Kini kedua orang tua Nabil sedang duduk di atas tempat tidur.


Tangan abi terangkat, lalu mengelus dengan lembut lengan sang istri "Semoga pengorbanan kita jauh dengan putri kita diridhoi oleh Allah!" imbuh abi Zainal. Kemudian diapun menarik sang istri ke dalam dekapan nya.


Mereka sedang meratapi, jika mereka akan hidup kesunyian lagi, karna buah hati mereka sudah menjadi belahan jiwa suaminya sekarang ini.


...****************...


Sedangkan di dalam mobil, kemesraan yang Faris perlihatkan di depan kedua orang tua Nabil mulai berubah. Sedari tadi dia menggenggam erat tangan Nabil, tapi sekarang perlahan dia mengendurkan genggaman nya.


Nabil yang sedari tadi gugup karna baru pertama kali bersentuhan dengan lelaki, sedikit lega saat Faris melepaskan tangan Nabil.


Faris dan Nabil pulang dengan satu mobil yang di kendarai oleh Diki, sedangkan kakek bersama supir nya sendiri.


Sepanjang jalan Faris hanya diam, tidak menyapa atau berucap sepatah katapun.


Nabil? jangan di datanya lagi, karna dia memang wanita pendiam, tidak banyak bicara, terutama dia malu jika harus berujar terlebih dahulu.


Diki saat ini pun sudah merasa kasihan karna Faris mengabaikan Nabil, padahal saat ini Nabil lagi membutuhkan dukungan atau penyemangat karna harus berpisah dengan ke dua orang tua nya.


"Seperti nya penderitaan Nona Nabil sudah di mulai! kasian anda, Nona, tanpa ada kesalahan anda di jadikan taruhan!" batin Diki.


Nabil masih sibuk dengan pemikiran nya sendiri, bertahun jauh dengan orang tua, hanya beberapa minggu dia pulang, dia sudah harus berpisah lagi karna sebuah pernikahan. Apa lagi kini dia hidup dengan keluarga yang sama sekali belum dia kenali.


Tanpa terasa mobil yang membawa mereka berdiri di depan rumah yang layak di katakan istana. Rumah berlantai tiga ini dengan taman yang luas, Diki keluar dan membuka pintu mobil untuk Nabil dan juga Faris.


Saat keluar, sebenarnya Faris mau langsung masuk, tapi karna mengingat ada kakek nya yang juga baru sampai, dia masih melanjutkan akting nya, yang berpura-pura mencintai Nabil.


Dengan begitu lembut Faris memegang tangan Nabil kembali, membuat sang empunya merasa lagi gugup dan juga grogi.


"Ayo, Nak kita masuk ke dalam, sekarang ini lah rumah mu!" ujar sang kakek.


Nabil hanya tersenyum di balik cadar, sambil menundukkan kepalanya, meski pemandangan di depannya tampak begitu menakjubkan, namun itu tidak mengambil perhatian Nabil untuk mengagumi rumah bak istana itu.

__ADS_1


"Faris, bawa istri mu masuk!" lanjut kakek lagi.


"Baik, Kek! ayo kita masuk!" ajak Faris kepada Nabil dengan menampakkan senyuman yang terpaksa.


"Kakek, Tuan, saya mau langsung pulang saja ya!" celetuk Diki saat melihat Faris dan kakek hendak masuk.


"Kamu tidak menginap, Diki?" tanya kakek kepada asisten cucunya itu.


"Tidak, Kek! Diki pulang ke apartemen saja!" sergah Diki lagi.


"Hekhem! Diki, sebaiknya kamu menginap saja malam ini, dan ini perintah jangan di bantah!" timpal Faris tegas, tidak ingin di bantah.


"Ada apa ini, kenapa dia memaksaku untuk menginap, ini pasti ada apa-apa nya!" batin Diki, dengan terpaksa lelaki yang juga mempunyai tubuh tegap ini mengangguk setuju.


Merekapun masuk Ke dalam, mulai dari Nabil melangkahkan kakinya masuk, kedatangan nya sudah di sambut hangat oleh para maid yang sudah memiliki usia hampir lanjut semua nya. Itu karena kakek dan Faris tidak ingin pelayan muda yang hanya menebar pesona dan akhirnya menggoda majikannya.


"Setelah kamu masuk ke dalam rumah ini, jangan harap kamu bisa hidup bahagia!" batin Faris yang melihat sinis terhadap wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


"Selamat datang nona muda!" ucap seorang pelayan sambil menundukkan hormat.


"Assalamualaikum!" ucap Nabil dengan suara lembutnya.


"Waalaikumsalam, nona muda! mari, silahkan masuk!" jawab mereka serentak.


"Ini adalah cucu menantu ku, kalian harus menghormati nya seperti menghormati aku dan juga Faris, perlakuan dia seperti seorang ratu di rumah ini!" ucap kakek Dinata begitu tegas.


Para maid yang mendengar hanya menjawab "Baik tuan, kami mengerti!" Dengan serentak.


"Tidak perlu berlebihan seperti itu, Kek! Nabil hanya ingin di perlakukan biasa saja!" timpal Nabil menyangkal ucapan sang kakek.


"Itu memang sudah tugas mereka, Nak!" imbuh Kakek langsung bernada lembut jika bicara dengan cucu menantu yang kini sudah menjadi kesayangan nya.


"Kalian semua boleh bubar!" perintah kakek tegas.


"Tapi, apa Tuan dan Nona muda tidak makan malam?" tanya seorang maid yang berdiri tidak jauh dari kakek Dinata.


"Kami sudah makan di rumah besan tadi?" jawab kakek.


"Baik kalau begitu, kami permisi Tuan!" ucap mereka lagi. Dan kakek Dinata hanya mengangguk.


"Kalian istirahat lah, semoga kamu betah dan bahagia di sini, Nak!" ucap  kakek kepada Nabil, tangan terulu memegang lengan istri dari cucunya itu.


Faris mengangguk, kemudian mereka pun melangkah masuk ke dalam lift yang memang sudah lengkap di rumah besar milik Adinata.

__ADS_1


Sampai di dalam lift, Faris langsung menghempaskan tangan sang istri, Nabil yang merasakan itupun sedikit keheranan dengan sikap Faris. Namu, dia tidak mengira jika Faris merasa canggung jika mereka sedang berduaan.


Sampai di depan pintu kamar, Faris langsung membuka daun pintu yang terpahat dari kayu itu, tanpa menghiraukan Nabil, lelaki berkulit putih ini langsung melangkah masuk.


Nabil kembali merasa canggung, berada dalam satu kamar dengan seorang pria. Sungguh membuat nya gemetaran.


"Masuk!" satu kata yang di dengar begitu ketus oleh Nabil, yang terucap dari mulut Faris.


Nabil hanya mengangguk, kemudian diapun melangkah masuk, di lihatnya kamar yang luas bernuansa hitam juga abu-abu, begitu terlihat indah. Lengkap dengan sofa yang luas, juga tersedia Walk in closet di kamar super luas itu.


Di tambah ruangan itu sudah di sulap menjadi kamar yang begitu indah, lilin-lilin terpasang rapi, bunga juga di atur dengan indah seisi ruangan, di tambah kelopak bunga mawar merah berbentuk hati sudah tersusun di atas seprei putih pada tempat tidur berukuran King size.


Saat Nabil asik memperhatikan semuanya, dia di kaget kan dengan suara perempuan yang menempel di dinding.


"Selamat malam, Boy!"


"Aakhhh! astaghfirullah!" pekik Nabil begitu terkejut karna tiba-tiba suara perempuan menggema dalam ruangan kedap suara itu.


Faris langsung beralih melihat Nabil, sebelum dirinya masuk ke dalam kamar mandi, Faris hanya tersenyum mengejek, lalu melanjutkan langkahnya lagi masuk ke dalam kamar mandi lalu menutup pintu.


Jane langsung aktif dan berfungsi, dia langsung mendeteksi Nabil yang berdiri menatap benda petak bisa bicara itu.


"Seorang wanita Solehah, dengan berat badan 45kg, tidak terlalu panjang hanya 160cm, golongan darah A, orang baik, lembut dan juga jarang bicara!".


.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Oh iya, jangan lupa juga untuk mampir di karya kawan aku ya Reader ku ter❤️.


__ADS_1


__ADS_2