Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Bukan wanita lemah.


__ADS_3

Mendengar suara aneh perempuan di depan suaminya, Nabil langsung mendorong pintu dengan kasar, hingga membuat Faris dan wanita yang tengah berada di depan nya ini terkejut. Langsung saja Faris mendorong tubuh Talia hingga terduduk di lantai.


Meskipun pant*at nya sakit, akan tetapi wanita itu tetap mengembangkan senyumnya, rencananya berhasil, pikir nya.


"Melihat ini pasti wanita cengeng ini akan marah dan memilih meninggalkan Faris, dan saat itulah kesempatan ku untuk mendapatkan lelaki pujaan ku ini!" batin Talia merasa puas.


Lain halnya dengan Faris, dia terlihat begitu gugup, dengan begitu cepat melangkah menghampiri Nabil.


"Sayang, ak-"


"Stop, Mas! Jangan katakan apapun dulu," sarkas Nabil menghentikan Faris sambil mengangkat sebelah tangan nya di hadapan Faris.


Tatapan Nabil beralih pada wanita yang kini tengah berdiri, dengan memasang wajah angkuh melihat pada Nabil.


"Jadi kau sudah lihat semuanya, sayang! Mau di tutup bagaimana pun, hubungan kita tetap akan ketahuan oleh istri m-"


Plak...


Satu tamparan mendarat di pipi Talia di berikan Faris, Nabil sampai membelalakkan matanya.


"Jangan pernah kamu memfitnah saya, hubungan apa? Bahkan kamu sendiri yang tanpa malu masuk ke dalam ruangan saya dengan tiba-tiba dan merayu saya!" cerca Faris benar-benar geram dengan kelakuan Talia.


"Sayang ... Ak-"


"Stop, Mas! Sudah ku bilang jangan katakan apapun!" hardik Nabil dengan suara sedikit meninggi.


Sedari tadi Nabil mencoba untuk mengontrol emosi nya, hati siapa yang tidak sakit ketika melihat wanita dengan kancing baju sudah terbuka duduk di depan suaminya. Akan tetapi Nabil tidak ingin berlari dan membiarkan mereka terus bersama, karna dia yang lebih berhak atas suaminya.


Nabil tidak tau siapa yang salah, itu bisa di cari tau nanti, yang jelas Nabil tidak ingin bersikap bodoh dengan pergi dari kantor sang suami yang nanti berujung salah paham dan berakhir penyesalan.


Dia memutuskan untuk memperingati wanita itu terlebih dahulu, setelah itu jika suaminya lebih memilih dia atau wanita dengan pakaian sek-si itu.


"Hiks ... Hiks ... Kenapa kamu begitu tega menamparku, setelah apa yang kita lakukan," Talia masih berpura-pura dengan aktingnya, Faris sudah tidak bisa berkata-kata, ingin rasanya dia mencekik Talia saat itu juga.


Nabil bingung harus mempercayai yang mana, tadi saat Faris menampar Talia hatinya sedikit lega berarti memang wanita itu yang menggoda Faris, akan tetapi melihat Talia menangis dia menjadi ragu kembali.

__ADS_1


Langkah nya di ayunkan pasti mendekati Talia, tangan nya mengusap pipi yang sudah memerah itu akibat bekas tamparan dari Faris.


"Cup ... Cup ... Bagaimana rasanya di tampar oleh kekasih mu sendiri?" tanya Nabil masih bersikap santai.


"Sayang, dia bukan keka-"


Lagi-lagi Nabil mengangkat tangan nya sebelah, menyuruh Faris diam.


Talia tampak terkejut mendengar ejekan Nabil, di luar dugaan nya, dia kira Nabil akan marah dan memutuskan untuk pergi.


"Aku rasa, satu tamparan keras dari suamiku sudah cukup untuk memperingati posisimu. Dan kamu kamu sudah tahu siapa yang benar-benar di cintai oleh nya, karna suamiku tidak akan menyakiti wanita yang di cintai oleh nya, itu terbukti selama aku menikah dengan nya, belum pernah dia bersikap kasar padaku. Tapi pada mu," Nabil menggantung ucapannya.


"Sungguh kasihan harus merasakan tamparan yang begitu keras, aku saja yang melihatnya merasakan bagaimana perihnya"


"Berhenti," ucapan Nabil terhenti karna teriakan Talia, dia sudah sangat marah mendengar semua ejekan dari Nabil.


"Kenapa kamu hanya menghakimi ku saja, apa kamu percaya begitu saja dengan suami mu itu? Bagaimana jika dia benar-benar mengkhianati mu? Kenapa kamu seolah membela nya dan percaya begitu saja dengan ucapan nya?" tanya Talia dengan suara lantang dalam ruangan Faris.


"Kau-" Faris ingin mengumpat, wajah nya terlihat sangat marah dengan mata sudah berapi-api. Tapi segera di potong oleh Nabil.


"Apa kamu berharap aku akan meninggalkan nya dan merelakan dia bersama mu? Jika anda berpikiran seperti itu, maka anda salah besar, karna saya bukan wanita yang akan menangis jika ditindas oleh wanita yang bukan siapa-siapa suami saya." tukas Nabil kembali.


Sekarang dia mulai sedikit paham, melihat tingkah Talia yang sangat ingin membuat nya marah dan membenci Faris, dia mulai berpikir jika ini memang rencana Talia untuk menjebak suaminya.


Mendengar itu, Talia bungkam seribu bahasa, bagaimana bisa wanita yang dia kira lemah dan cengeng bisa setegar dan sesabar itu.


"Apa kamu tidak ingin menutup dada mu yang bergelantung itu? Melihat mu yang seperti ini, aku yang merasa malu. Seperti nya memang kamu yang berinisiatif menggoda suami ku, secara di lihat dari penampilan mu, tidak seperti orang bekerja di kantor," cibir Nabil yang sedari tadi matanya memanas melihat Talia masih belum menutup dada nya.


Mendengar itu, reflek Talia memegang dua gundukan nya, dengan menahan malu dia langsung melangkah ingin keluar.


"Lain kali jangan goda suami orang, yang perjaka masih banyak yang tampan, aku yakin tidak ada yang akan menolak mu." setelah mendengar kata tamparan yang begitu menohok hatinya, Talia langsung meninggalkan ruangan Faris.


Sungguh dia merasa sangat malu karna mendapat hinaan dari Nabil, apa yang terjadi benar-benar di luar ekspektasi nya.


Sedangkan dalam ruangan, Faris masih berdiri kaku dan melongo melihat aksi sang istri yang bersikap bijak menghadapi masalah.

__ADS_1


Dia juga semakin salut dan kagum dengan calon ummi anak-anak nya itu, pasalnya Nabil tidak main mengambil kesimpulan sendiri, akan tetapi memilih mencari tau terlebih dahulu apa yang terjadi, tentu saja dia juga merasa senang saat mendengar jika Nabil lebih mempercayai dirinya.


Menangkap tatapan tajam dari sang istri, membuat Faris buyar dari lamunannya, meski Nabil bersikap tegar di depan Talia, tapi istrinya itu tidak pandai menyembunyikan kekecewaannya di hadapan Faris.


"Sayang, aku bisa jelas-" untuk kesekian kalinya, ucapan nya terpotong.


"Aku memang akan menanyakan penjelasan nya, tapi kamu harus mandi dan ganti baju dulu, buang baju yang kamu pakai sekarang, aku tidak mau melihatnya lagi," sarkas Nabil, tidak ada senyuman di wajah Nabil, hanya terlihat datar dan kecewa dari wajah cantik yang kini sudah membuka niqab nya.


"Gosok dengan sabun bila perlu lakukan beberapa kali, agar wangi tubuh wanita itu tidak melekat di tubuh mu, aku mual mencium nya!" lanjut Nabil lagi.


"Ya ampun sayang ... Jadi kamu masih meragukan ku, aku benar-benar tidak melakukan apapun dengan wanita itu, bahkan aku sama sekali tidak menyentuh nya," jelas Faris mencoba menyangkal pikiran sang istri.


"Lakukan apa yang aku katakan, atau aku akan pulang!" tukas Nabil memberi peringatan.


"Huffff ... Baikklah, tapi aku mohon kamu jangan salah paham dulu, tunggu lah di sini, aku akan mandi dan mengganti baju!" Faris ingin mendekat, hendak mencium kening Nabil, tapi dengan cepat Nabil memalingkan wajahnya dan duduk di sofa, akhirnya Faris memilih untuk masuk ke dalam kamar pribadinya, daripada sang istri tambah marah, lebih baik dia segera mandi dan membuang pakaian yang saat ini di gunakan.


"Aku tidak tau mana yang benar dan mana yang salah, aku sendiri masih belum menyangka ini akan terjadi."


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Rasain tu Talia, memang enak, jadi malu kan kamu!.


Aku mau tanya pendapat dong, kalian enakan mana, baca part dengan durasi panjang atau pendek? Itu aja sih, heheh.


Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang.

__ADS_1


Bantu dukung juga dengan bintang dan hadiah sebanyak-banyak nya.


__ADS_2