Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Wanita yang aku cintai.


__ADS_3

Mereka bertiga hanya saling lirik, lalu dengan cepat Rangga mengambil buku yang menandakan sah nya pernikahan antara Nabil dan Faris.


Nafas Rangga menggebu, suaranya tercekat, tangan nya gemetaran ketika melihat buku pernikahan milik wanita. Yang bertuliskan nama "Zaiyan Nabila"


"I-ini ...!" ucap Rangga yang tidak mampu lagi berkata-kata.


Faris, Diki, Heri dan Putra saling menatap, karna melihat reaksi Rangga yang tampak terkejut saat melihat buku nikah Faris dan juga istri nya.


"I-ini Zaiyan? benarkah kamu menikah dengan Zaiyan Nabila, hah?" tanya Rangga menggebu-gebu setelah melihat foto dan memandang mata Nabil persis seperti mata wanita pujaan hatinya.


"Iya, dialah wanita yang kalian jadikan taruhan, dan aku sudah menikahi dirinya, kami sudah sah di mata hukum dan agama. Jadi, tetapi janji kalian!" jawab Faris tanpa beban, sama sekali tidak berfikir jika Rangga sudah meradang.


"Tidak, ini tidak mungkin! Bukan kah wanita yang menjadi taruhan kita wanita yang mengaji di pondok pesantren?" tanya Rangga lagi.


"Iya, dia mondok sekaligus kuliah, ada apa denganmu, Rangga?" tanya Putra heran dengan sahabatnya sendiri.


"Ini tidak mungkin!" lirih Rangga lagi, buku nikah yang ada di tangan nya langsung jatuh ke lantai.


"Sudah jangan basa-basi lagi, sekarang tepati janji kalian. Jika aku berhasil menikahi wanita aneh itu, kalian akan memberikan apapun yang aku minta, terutama kamu, Rangga!" tukas Faris dengan wajah datarnya.


"Apa yang kamu inginkan, Ris!" timpal Heri bertanya kepada Faris.


"Aku mau lahan tanah kosong di kota A milik Rangga di jual untuk ku!" ucap Faris semakin membuat Rangga yang lagi gemetaran karna kenyataan yang harus dia terima semakin tertekan.

__ADS_1


"Tanah? untuk apa lahan tanah yang kosong?" celetuk Putra yang ikut penasaran dengan pemikiran Faris.


"Aku mau menjadikan lahan untuk menanam gandum yang luas, selama ini aku hanya membuat wine dari perasan anggur. Sekarang aku mau yang lain, ingin membuat soju, wiski, yang di buat dari perasan padi dan gandum!" ucap Faris masih datar.


"Gak, aku tidak mau! Aku tidak mau!" teriak Rangga.


"Ada apa dengan mu, Rangga! bukan kah kamu sendiri yang bilang, jika aku berhasil menikahi wanita itu, kamu akan memberikan apapun yang aku minta, dan sekarang aku mau kamu menjual tanah itu untuk ku!" ucap Faris tegas, dia mulai tersulut emosi dengan tingkah aneh Rangga.


"Karna wanita yang kamu nikahi adalah orang yang selama ini aku cinta, yang aku incar. Tapi, dengan bodoh nya aku malah membuat taruhan konyol ini!" batin Rangga menjerit, dia belum ingin sahabatnya tau jika dia telah membuat taruhan untuk wanita yang dia cintai.


"Tapi tanah itu untuk aku membangun Villa, Ris! ini tidak ada dalam perjanjian kita, aku tidak bilang setuju untuk menjual tanah itu!" sarkas Rangga menyangkal ucapan Faris.


"Dan kamu mengatakan akan memberikan apa yang aku minta tanpa terkecuali! Diki, berikan surat nya!" timpal Faris telak, langsung membungkam mulut Rangga.


Diki langsung menyerahkan surat tanah yang ternyata sudah ada dalam ruangan tersebut, baru mereka pahamai, ternyata Faris menyetujui taruhan ini karna mempunyai maksud yang lainnya, karna dia ingin mendapatkan lahan kosong yang cukup luas.


Rangga ingat, jika Faris sebelumnya memang pernah meminta dirinya agar menjual tanah tersebut, tapi Rangga menolaknya, dan sekarang apa yang dia lakukan. Dengan menantang Faris, sama saja dia menyerahkan tanah itu dengan sendirinya.


"Tanda tangan di sini!" celetuk Faris menyerahkan kertas yang bertuliskan surat kepemilikan tanah yang sudah di jual kepada Faris Hazam Adinata Bagaskara.


Dengan tangan gemetar, Rangga memegang kertas dan juga pulpen untuk memberikan tanda tangan nya, karna memang perjanjian mereka, yang menantang harus memberikan apapun yang di minta oleh orang yang berhasil memenangkan taruhan tersebut. Maka dari itu, Rangga terpaksa harus mendatangi nya.


"Saat ini tidak ada yang tersisa, wanita yang aku tunggu selama ini, yang selalu aku rindukan, kini sudah menikah bahkan dengan sahabat aku sendiri. Dan karna itu, aku harus menjual tanah peninggalan kakek ku untuk di jadikan lahan tanaman gandum, untuk membuat minuman haram! Bodoh, bodoh, aku benar-benar bodoh!" batin Rangga mengutuk dirinya kebodohan nya sendiri. Dia bisa melihat senyuman keberhasilan dan juga puas dari bibir Faris setelah mendapatkan tanda tangan dari sahabat nya itu.

__ADS_1


"Kalian, pesanlah minuman, kamar atau wanita sepuas kalian, aku akan memberikan gratis untuk malam ini!" ujar Faris, tentu saja Putra dan Heri merasa sangat senang. Keduanya bangun dan melangkah keluar ruangan, lalu mencari mangsa pemuas mereka.


Tidak lupa mereka mengajak Rangga, Putra dan Heri mengira Rangga tampak sedih karna harus menjual tanah nya itu, tanpa mereka ketahui yang lebih membuat sahabat mereka merasa terpuruk dan menyesal atas pernikahan Faris dan juga Nabila.


"Ga, minum lah dulu agar pikiran mu tenang!" ucap Putra kini menyerahkan sebotol minuman pada tangan Rangga.


Rangga pun tidak menolak, dalam sekali teguk, dia mampu menghabiskan satu botol Wine tanpa sisa. Sama halnya dengan Putra dan Heri, Rangga langsung mencari wanita untuk meluapkan hasrat nya yang mulai menggebu.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Ada yang kasihan nggak sih sama babang Rangga? di tikung oleh sahabatnya sendiri.


Jangan lupa Like, komen dan juga Vote ya temen-temen.

__ADS_1


__ADS_2