Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Rumah baru


__ADS_3

...Seorang perempuan, jika bukan karna ilmu dan pegangan nya, dia akan di buat gila oleh perasaan....


...----------------...


Pagi ini di bandara, seorang wanita berpakaian glamor sedang berjalan dengan menarik koper di Tangannya, dengan menebarkan kecantikan dan tubuh nya yang terbilang montok dan berbodi.


Saat lelaki melihat ke pada nya dengan tatapan lapar, membuat wanita berkulit putih dan bertubuh tinggi menyunggingkan senyuman.


Melihat orang yang kagum dengan lekuk tubuh yang dia pamerkan, membuat kebanggaan tersendiri dalam diri wanita tersebut.


"Nona, apa anda ingin pulang?" tanya seorang lelaki berkulit kuning Langsat. Ternyata dia sedari tadi memperhatikan wanita itu.


"Apa kamu seorang supir taksi?" balik tanya wanita tersebut dengan sok dan angkuh.


Lelaki itu hanya tersenyum simpul "Apapun untuk mu Nona!" jawab pria di hadapan nya.


"Lihat saja, aku akan mematikan kesombongan mu itu, setelah ini akan ku buat kamu tidak berdaya!" lanjut lelaki itu membatin.


Lelaki itu mengulurkan tangannya berharap wanita itu akan menyambut nya karna melihat senyuman terbit dari bibir sek-si yang mempesona itu.


Wanita yang ternyata adalah Talia hanya tersenyum sinis, dia mengangkat tangan nya, bukan nya menerima uluran tangan lelaki tersebut, dia memegangi kopernya dan berlalu pergi dari hadapan orang tersebut, lalu masuk ke dalam mobilnya.


"Sial, lihat saja aku pasti akan mendapatkan mu wanita sombong!" umpat lelaki itu.


Sedangkan di tempat lain, Rangga sedang berolahraga di sekitaran komplek rumah nya. Rangga keluar untuk lari pagi, seperti hari kemaren, dia juga berharap agar hari ini akan bertemu lagi dengan wanita yang kembali hadir dam hatinya.


Namun, Rangga sudah berdiri di tempat mereka bertemu kemaren, dia menatap ke arah mesjid, tapi tidak ada sosok yang dia cari melainkan hanya orang yang berlalu lalang di jalanan itu.


Lain dengan Rangga, Nabil sedang sarapan bersama ke dua orang tuanya.


"Nak, hari ini kamu ke kampus?" tanya Ummi pada Nabil.


"Iya Ummi, tidak apa-apa kan Ummi tinggal dengan bi ijah sebentar?" tanya Nabil pada sang ummi sambil mengunyah sarapan nya.

__ADS_1


"Tidak apa Nak!"


"Ya sudah, nanti kamu berangkat sama abi ya!"


"Siap Abi!!" jawab Nabil dengan mengacungkan jempol nya.


Di kediaman Bagaskara, Faris juga sedang sarapan bersama Kakek.


"Kek, pulang dari kantor dan beberapa hari ke depan Faris tidak pulang ke sini, ada urusan yang harus Faris kerjakan!" ujar Faris ke pada sang kakek.


"Terus Kakek sama siapa?" tanya kakek dengan wajah sedih.


"Faris tidak akan lama Kek, hanya beberapa hari!" jawab Faris lagi.


"Hem... baiklah!"


"Faris pamit Kek, Diki juga sudah sampai!" Faris bangun dari duduknya, dan berlalu pergi meninggalkan kakek dengan wajah sendu.


Sang kakek pun mengambil gawai miliknya dan menelpon seseorang.


"Baik Tuan!" jawab orang di seberang.


Diki dan Faris terlebih dulu pergi mengecek rumah yang semalam sudah di belikan Diki.


"Katakan Diki, apa rumah nya nyaman untuk di tempati?" tanya Faris kepada asisten pribadi nya.


"Sangat nyaman Tuan!"


"Hebat juga kamu Diki, dalam satu malam langsung mendapat kan rumah nya!" celetuk Faris merasa salut dengan cara kerja Diki.


"Rumah itu memang sudah kosong, tapi tidak untuk di jual, tapi karna saya menawar dengan harga yang besar, hingga pemilik rumah yang berada di luar negri mau menjualnya!" Jelas Diki lagi.


"Apa kau ke luar negri?" kali ini Faris menjadi orang yang cerewet.

__ADS_1


"Tentu saja tidak Tuan, ada anak nya di sini, kami minta agar anak nya menghubungi nya!" Faris hanya mengangguk.


"Berapa harga yang kau tawarkan?" lanjut Faris.


"10M Tuan!" jawab Diki, Faris kembali mengangguk.


Sampai di sana, Diki langsung turun dari mobil dan membuka pintu untuk Faris.


Cucu dari kakek Bagaskara ini pun turun dengan kacamata bertengger di hidung nya.


Dia membuka kaca mata saat melihat rumah yang di pilihkan asisten nya untuk dia tinggali.



"Ini rumah yang kamu beli dengan harga 10M Diki?" tanya Faris membuat asisten nya itu mengangguk.


Mereka berdua langsung masuk ke dalam.


"Iya Tuan, kami harus sedikit memaksa karna pemilik rumah ini tidak mau menjual nya!" ujar Diki.


Faris melihat semua isi ruangan, ada empat kamar dua di atas dan dua di bawah, di tambah satu kamar kecil yang mungkin untuk pelayan jika memang ada.


"Oke Diki, saya suka dengan rumah nya Diki, kamu memang pantas menerima bonus yang besar!" tukas Faris membuat senyuman mengembang di bibir Diki.


"Sekarang kita ke kantor, pulang nanti kita langsung ke sini!" ujar Faris.


"Baik Taun!"


Saat ingin berjalan, Faris kembali membalikkan badannya, dengan memegang kaca matanya, dia kembali bertanya.


"Katakan di mana rumah wanita aneh itu!"


"Rumah nya di sebelah sana Tuan, setelah rumah di samping kita!"

__ADS_1


"Hem.. bagus, saat nya menjalan kan misi!" gumam Faris kembali memakai kacamata hitam miliknya.


Keduanya pun kembali berjalan keluar, masuk ke dalam mobil, Diki langsung menekan pedal gas pada mobil yang dia kendarai guna agar bisa sampai ke kantor Bagaskara.


__ADS_2