
Diki yang memang merasa khawatir dengan Faris masih berdiri di depan pintu ruangan kaca, dia takut hal-hal aneh akan terjadi jika dia meninggalkan bos nya itu bersama dengan seorang wanita.
Dan benar saja, matanya langsung terbelalak saat melihat wanita yang tadinya memanjakan Faris kini terlihat begitu kesakitan di tangan lelaki kejam itu.
Diki dengan segera memegang handle pintu ingin membukanya, tapi ternyata pintu tersebut di kunci dari dalam. Diki semakin panik, terlebih dia melihat aura kemarahan dalam tatapan Faris.
"Bos, apa yang kau lakukan! Anda akan membunuhnya!" teriak Diki dari luar, tentu saja tidak di dengar oleh Faris.
Di depan ruangan Faris, memang hanya lah Diki seorang yang berjaga, karna itu ruangan khusus untuk pemilik bar tersebut, Diki langsung mencari cara agar bisa membuka pintu dan membebaskan wanita itu dari tangan kejam Faris.
Hingga akhirnya Diki kembali dengan membawa kunci cadangan yang dia minta kepada manager bar terbesar itu, dengan segera Diki mendorong pintu dan melangkah masuk.
Brakkk...
Tanpa memikirkan resikonya, Diki langsung menarik tangan Faris dari leher wanita yang wajahnya hampir membiru.
"Hentikan, Bos!" Teriak Diki, dengan sekuat tenaga dia menarik Faris menjauh dari wanita yang sudah pingsan setelah terlepas dari cengkraman tangan Faris.
"Lepaskan aku, Diki! aku ingin membunuh wanita kurang ajar ini!" sergah Faris, dia masih bersikeras ingin membunuh wanita yang telah lancang mengatai dirinya.
"Tenang, kita urus itu nanti. Yang terpenting dirimu tidak terjerat masalah karna membunuh orang di Bar mu sendiri, nanti semua orang akan tau kalau kamu lah pemilik bar ini, dan mereka juga akan tau jika kamu juga punya pabrik minuman milikmu sendiri!" cerocos Diki panjang lebar, dia memang sangat memikirkan keselamatan dan reputasi Faris. Maka dari itu, Diki mengatakan hal yang tidak akan pernah di lakukan oleh Faris.
Ini bukan kali pertama nya untuk Diki, karna memang sudah beberapa kali saat seorang wanita menghina kelemahan Faris, maka bosnya itu akan marah besar, dan berakhir melenyapkan seseorang.
Untung Diki selalu ada, dan juga selalu punya banyak cara untuk mengehentikan Faris.
Mendengar hal tersebut, amarah Faris sedikit mereda, dia kembali menarik jas yang memang masih melekat di tubuh nya, setelah merapikan nya, Faris berjalan keluar dari dalam ruangan VIP milik dirinya seorang.
"Urus wanita sialan ini, jangan biarkan dia lepas dalam keadaan hidup-hidup!" perintah Faris, setelah itu diapun masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai pertama.
Diki hanya mengangguk, kemudian asisten yang tak kalah tampan nya inipun langsung menelpon seseorang. Hingga setelah terdengar kata "Baik" dari orang yang Diki hubungi, memutuskan panggilan suara mereka.
__ADS_1
...----------------...
Sedangkan di tempat lain, setelah menyuapi dan memberikan sang ummi obat, Nabil kembali ke dalam kamarnya. Memang sejak kepulangan ummi dari rumah sakit, Nabil sudah jarang ke masjid, karna dia ingin fokus merawat wanita yang sudah melahirkan dirinya. Mungkin itu sebab nya juga Faris bisa bisa mendatangi bar miliknya itu.
Karna jam masih menunjukkan pukul sembilan malam, Nabil memutuskan menyelesaikan tugas kampus yang tadi di berikan oleh dosen nya.
Nabil mulai membuka laptop di hadapannya, segera dia kerjakan tugasnya. Hingga Satu jam telah berlalu, Nabil yang sudah beberapa kali menguap, segera menutup laptop di hadapannya.
Sebelum tidur, Nabil teringat jika dia ingin melaksanakan solat istikharah. Mengharapkan petunjuk dari sang khalik, dia ingin mendapatkan jawaban atas perkara yang dia lalui sekarang ini.
Setelah wudhu, Nabil langsung memakai mukena nya, kemudian wanita dengan bola mata hitam pekat inipun langsung menunaikan ibadah solat sunnah istikharah dua rakaat.
"Assalamualaikum warahmatullah, Assalamualaikum warahmatullah!" ucap Nabil saat memalingkan wajahnya sebelah kanan dan kiri selesai dia mengerjakan solat dua rakaat nya.
Setelah nya Nabil langsung menengadahkan kedua tangannya, ingin meminta kepada Allah, pencipta langit dan bumi.
"Ya Allah ... Engkau lah maha segala-galanya, kau maha pemberi petunjuk, kaulah tempatku bersandar, hamba mohon ya Robb, berikanlah jalan yang baik untuk hamba, berikanlah petunjuk atas kegelisahan yang sedang hamba hadapi ... Aaamiiinnn!" Nabil meraup wajah dengan kedua telapak tangannya.
Saat ini, wanita masih berumur 21 tahun itu sudah berbaring di atas tempat tidur, setelah membaca doa tidur, Nabil langsung memejamkan matanya.
...----------------...
Nabil beserta kedua orang tuanya sedang berjalan-jalan di sore hari, Abi sengaja mengajak mereka untuk makan malam di luar. Tapi mereka berangkat sehabis solat asar, karna mereka ingin menghabiskan waktu untuk jalan-jalan terlebih dahulu.
Nabil, ummi dan Abi menunaikan solat magrib terlebih dahulu, sebelum akhirnya mereka pergi ke restoran tujuan Abi Zainal.
Tapi selesai solat, saat mereka kembali masuk ke dalam mobil, tiba-tiba beberapa orang langsung menarik Abi Zainal dan juga ummi Fatimah.
Mereka shock berat, terlebih Nabil. Apalagi dia melihat jika kedua orang tuanya di pukuli dan juga di bawa ntah kemana, sedangkan dirinya juga di bawa ke suatu tempat gelap dan juga pengap.
"Ummi, Abi ... Lepasin saya, lepasin kedua orang tua saya!" Teriak Nabil, namun tidak di hiraukan sama sekali oleh mereka.
__ADS_1
Orang yang membawakan Nabil yang berjumlah tiga orang menyeringai seketika Nabil dengan sekuat tenaga melawan Ingin terlepas.
Dengan begitu kejam, mereka menarik paksa khimar sekaligus niqab yang Nabil kenakan, sehingga terlihat lah rambut panjang dan juga wajah yang cantik begitu menggoda.
Orang-orang berpakaian hitam yang susah Nabil kenali mendekati wajah Nabil, namun dengan sekuat tenaga Nabil menggeleng kepalanya agar orang itu tidak bisa menyentuh dirinya.
Seorang yang berada di hadapan Nabil yang di yakini bos mereka itu langsung menampar wajah Nabil, karna merasa marah sebab Nabil terus saja melawan.
"Lepaskan saya, siapa kalian?" tanya Nabil lirih, air matanya sudah sangat bercucuran.
"Kami adalah orang yang akan mengambil kesucian mu!" jawab ketua dari mereka itu, dengan senyuman menyeringai di bibirnya.
Nabil langsung merasa ketakutan, tak henti dia berucap doa dalam hati agar bisa lolos dari bajingan yang sama sekali tidak dia kenali ini.
Hingga seseorang datang mendobrak pintu dengan begitu kuat, langsung saja dia memukul para bajingan itu tanpa henti.
Dalam sekejap, ketiga berandalan itu sudah terkapar di atas lantai, Nabil remang-remang melihat jika orang yang menyelamatkan dirinya adalah lelaki yang tadi siang menemui dirinya, yang sedang menanti jawaban dari mulutnya.
Nabil ingin berlari ke dalam pelukan lelaki tersebut, yang sedang tersenyum kepada dirinya. Tapi yang terjadi dia malah melihat seseorang di belakang Faris sedang mengacungkan pistol tepat di kepala Faris.
Tak menunggu waktu lama, langsung saja suara tembakan menggema di ruangan gelap yang sama sekali tidak di ketahui oleh Nabil, bersamaan dengan suaranya yang berteriak histeris, hingga dirinya terjaga.
.
.
.
.
~Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa memberikan dukungan ya Reader ku tersayang, aku hanya butuh like, komen, vote, juga hadiahnya saja🤭❤️.