Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Kekaguman Diki


__ADS_3

Mulai sejak Faris memerintah nya, Diki kembali menyuruh anak buah Faris untuk mencarikan rumah yang dekat dengan mansion Nabil untuk di tempati Faris.


Dalam hal ini, Diki juga harus turun tangan sendiri karena dia lah yang tau apa yang di inginkan Faris.


Diki menghela nafas panjang "Hufff belum juga aku beristirahat, sudah ada tugas lagi!" Diki menggerutu sambil memasang seatbelt, sebelum dia menghidupkan mobilnya, terdengar satu notifikasi pesan masuk.


Ting....


Diki langsung membuka kaca yang sudah di rancang menjadi tablet di depan nya. Senyuman pun langsung terbit dari bibir yang tadi sempat mengumpat.


"Ini yang aku suka dari mu bos, aku kan jadi kembali bersemangat!" Diki bergumam sendiri, lelaki yang usianya hampir sama dengan Faris langsung menghidupkan mesin mobil nya dan tancap gas.


Ntah apa yang di kirimkan Faris hingga membuat lelaki juga berwajah tampan ini tersenyum senang.


...****************...


Sedangkan Nabil sedang duduk bersama Ummi di halaman depan rumahnya, terlihat begitu indah dengan bunga-bunga yang berwarna-warni juga bermacam ragam.


Sebuah taman kecil yang di buat oleh ummi Fatimah saat dirinya merasakan bosan seorang diri.


"Ummi, bunga nya sangat cantik!" ucap Nabil yang memetik satu bunga tulip berwarna putih, lalu mencium nya.


"Apa kamu suka Nak?" tanya Ummi.


"Sangat suka Ummi!" jawab nya dengan bibir tersenyum di bak niqob yang dia gunakan.


Ummi juga ikut tersenyum, bertahun-tahun jauh dengan sang putri, membuat nya ingin menghabiskan waktu yang banyak bersama anak nya itu.


"Ummi, Nabil, ayo masuk sebentar lagi sudah magrib!" Panggil Aby yang berdiri di teras rumah.


"Iya Abi... Ummi, ayo kita masuk!" Nabil langsung memapah sang Ummi untuk masuk ke dalam rumah.


Sampai di teras, Nabil melihat Abi yang sudah siap dengan baju koko, sarung dan sajadah di atas bahunya.

__ADS_1


"Abi mau ke mesjid?" tanya Nabil.


"Iya Nak, kamu mau ikut?" timpal abi yang balik bertanya pada putri tercinta nya.


"Tapi Ummi sama siapa?" tanya Nabil lagi.


"Tidak apa sayang, Ummi sama bi ija!"  ujar ummi Fatimah memegang lengan sang putri.


"Beneran Ummi?" tanya Nabil memastikan.


"Iya Nak!"


"Kalau begitu Nabil pergi ya, Abi tungguin Nabil ya!" Nabil yang kegirangan langsung berlari masuk ke dalam sambil berteriak.


"Bi, jagain Ummi sebentar ya!" pekik Nabil yang akhirnya hilang di balik daun pintu kamar.


"Lihat anak Ummi Bi, dia begitu senang saat di ajak me mesjid!" ucap Ummi pada Abi Zainal.


"Anak Abi juga Ummi!" tukas abi dengan wajah tidak terima.


"Ayo Ummi kita masuk!" bi Ijah langsung menggandeng ummi Fatimah masuk ke dalam rumah.


Nabil keluar dari dalam kamar nya segera menghampiri sang abi yang masih setia menunggu nya di depan teras.


"Ayo Abi!" Nabil langsung mengaitkan tangan ke pada lengan lelaki paruh baya yang menjadi cinta pertama nya itu.


...****************...


Setelah menunaikan solat magrib, Nabil memutuskan untuk menunggu solat isya, dia pun melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan suara indah yang keluar dari mulut nya.


Nabil membaca surah Al-muzzammil, sambil menghayati Nabil terus membaca surah tersebut, hingga sampai pada ayat terakhir dari surah Al-muzzammil.


"صَدَقَ اللّٰهُ اْلعَظِيْمُ."

__ADS_1


Ucap Nabil sambil mencium kitab suci Al-Qur'an, sudah ibu-ibu yang menunggu dirinya selesai mengaji.


"Assalamualaikum!" ucap ibu yang juga masih menggunakan mukena nya.


"Waalaikum salam Bu!" jawab Nabil dengan sopan.


"Nak Nabil, perkenalkan nama saya ibu Ratih, ini kami ingin bertanya apa kah selama Nak Nabil di sini mau jika kami membentuk grup pengajian dan Nak Nabil yang menjadi Ustazah nya?" tanya seorang ibu mewakili yang lain nya.


Ibu-ibu di sana terinspirasi dari ibu yang pagi kemarin sempat di berikan pelajaran dan masukan oleh Nabil, hingga para ibu-ibu tersebut juga ingin bertanya-tanya kepada Nabil, maka dari itu mereka berinisiatif ingin Nabil mengajarkan mereka selagi Nabil belum kembali ke pesantren.


"Subhanallah... bisa bu, tapi semampu saya juga ya bu!" jawab Nabil merasa senang.


"Iya Nak, jadi bagaimana kalau setiap selesai solat magrib, sambil menunggu solat isya kita adakan pengajian nya?" tanya ibu itu lagi.


"Boleh bu!"


"Alhamdulillah... terima kasih ya, Nak!" ujar ibu yang bernama Ratih itu.


"Sama-sama, Bu"


Tak berapa lama, azan untuk solat isya pun di kumandangkan.


...****************...


Selesai solat isya, Nabil dan abi Zainal pulang bersama, saat melewati rumah yang selama ini kosong tiba-tiba terlihat banyak orang dan juga mobil mewah terparkir di halaman rumah tersebut.


"Siapa mereka Abi?" tanya Nabil pada abi yang juga melihat ke arah rumah yang tidak jauh dari mesjid dan rumah nya.


"Abi juga tidak tau, mungkin mereka orang yang akan membeli rumah itu!"  jawab sang Abi.


"Tapi kenapa harus malam-malam!" ujar Nabil lagi.


"Mungkin mereka baru sempat sekarang!" jawab abi lagi.

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan langkah, Nabil menceritakan tentang permintaan ibu-ibu saat di mesjid tadi kepada sang abi, tanpa keduanya sadari, bahwa seseorang dari dalam rumah yang mereka maksud sedang melihat pada mereka.


"Sungguh wanita yang sholeha... andai saja bos tidak dulu menjadikan dia incaran nya, mungkin aku orang pertama yang akan mengejar dirimu, tidak perduli meski wajah mu jelek atau cacat!" batin Diki, dia juga mengira Nabil menggunakan niqob karna kekurangan di wajah nya.


__ADS_2