
Mira yang juga sedang duduk di dalam kamarnya sambil menatap keluar menoleh tatkala mendengar suara notifikasi pada ponsel nya.
Pesan masuk dari, Tuan nyebelin 💌 : "Apa yang sedang kau lakukan, kucing liar?"
Pesan singkat yang membuat Mira geram. Tanpa membalas nya, Mira meletakkan gawai itu kembali pada meja kemudian duduk kembali pada kursi menghadap keluar jendela sambil mulutnya menggerutu kesal.
"Tidak bisa kah dia mengirim pesan dengan kata yang bagus, atau bermanfaat, ini malah pesan nggak jelas gitu."
Sedangkan di apartemen, Faris masih menatap layar di ponselnya, menunggu Mira membalaskan pesan nya, akan tetapi sudah lama menunggu, belum ada notifikasi mask yang dikirimkan Mira, padahal pesan nya sudah di baca, karna dua centang sudah berwarna biru.
"Kenapa dia tidak membalasnya, aku coba sekali lagi," gumam Diki pada dirinya sendiri.
Send to, Kucing liar 💌 : "Kenapa tidak membalas pesan ku? Apa kamu sedang sibuk?"
Diki duduk dengan gelisah setelah mengirimkan lagi pesan pada Mira, dia terus menunggu balasan dari wanita yang sudah terus bermain dalam benaknya sekarang ini.
Suara adzan terdengar berkumandang, Diki kembali melihat ponsel nya, masih tidak di balas oleh Mira, dan kali ini pesan nya itu belum di baca, karna dua centang pada pesan WhatsApp masih abu-abu.
"Mungkin dia lagi sholat, aku tunggu saja, nanti pasti dia akan balas."
Setelah itu Diki bangkit, bukan nya melaksanakan solat, dia lebih memilih memeriksa dokumen yang belum habis dia periksa tadi siang.
...****************...
Sedangkan di kediaman Bagaskara, sesuai seperti yang di inginkan Nabil, kini Faris tengah berjongkok dan berbisik pada belahan jiwanya yang masih terlelap dengan begitu damai.
"Assalamualaikum, istri ku! Ayo bangun dulu, sudah waktunya solat magrib,"
"Sayang ... Bangun dulu, nanti setelah solat kamu bisa melanjutkan tidur mu kembali," tukas Faris sambil menggoyangkan tubuh sang istri.
Nabil menggeliat, menggosok mata nya agar bisa melihat dengan jelas, yang pertama dia lihat adalah wajah tampan sang suami.
"Bangun yuk, sudah adzan! Kita solat magrib berjamaah!" ajak Faris lagi.
Mendengar itu, Nabil langsung terduduk "Apa sekarang sudah magrib?" tanya Nabil dengan rasa terkejut nya.
Melihat itu membuat Faris begitu gemas, dia menarik hidung mancung sang istri.
"Iya, sayang! Sekarang sudah waktunya solat magrib, baru saja adzan!" jawab Faris.
"Hah, jadi aku tidur udah lama, kenapa Mas tidak membangunkan ku?" tanya Nabil lagi.
"Untuk apa? Aku tau kamu pasti kecapean, maka dari itu, aku tidak tega membangunkan mu." satu kecupan mendarat sekilas di bibir Nabil, karna Faris sungguh tidak bisa menahan diri jika berada di samping sang istri.
Tatapan mata Nabil beralih pada meja sofa yang sudah penuh dengan paper bag, bahkan meja itu tidak muat menampung semua paper bag yang berisi belanjaan nya tadi siang, hingga sebagian nya di letakkan di atas sofa.
"Itu juga Mas yang bawa masuk?" tanya Nabil lagi.
"Iya, sayang!"
"Tapi kenapa sangat banyak, perasaan tadi aku memilih hanya satu dari tas, baju dan sepatu?"
"Yang kamu pilih satu, tapi aku memesan untuk mu jauh-jauh hari yang lalu masing-masing dengan jumlah yang banyak juga limited edition!" jawab Faris santai.
"Tap--"
__ADS_1
"Mau terus bertanya apa mau solat ini?" tanya Faris saat melihat Nabil ingin bertanya lagi.
"Hehe ... Tunggu sebentar, Mas! Aku ambil wudhu dulu," ujar Nabil sambil cengengesan.
"Bersama, sayang! Aku juga belum wudhu." timpal Faris. Dan Nabil mengangguk.
Setelah keduanya selesai mengambil wudhu, mereka langsung melaksanakan solat, dengan Faris jadi imam nya Nabil.
Tidak pernah lupa memanjatkan doa selesai solat, dan Faris kembali berbaring di atas pangkuan sang istri, dengan tangan nya mengelus perut yang sudah ada janin di dalam nya.
"Assalamualaikum, anak Abi!" bisik Faris di depan perut sang istri.
"Waalaikumsalam, Abi!" jawab Nabil membuat suara seperti anak kecil.
"Kamu sehat-sehat ya di dalam perut, Ummi!"
"Iya, Abi!"
Nabil dan Faris sama-sama menertawakan tingkah mereka berdua.
"Ummi, Abi mau di usap kepalanya sambil dengerin Ummi ngaji dong," pinta Faris dengan suara merengek pada sang istri.
"Ih ... Gemes banget sih kamu, Bi!" celetuk Nabil sambil mencubit dagu Faris.
"Suami siapa dulu dong?"
"Lihat, Nak! Kok Abi jadi narsis gitu sekarang ya?" gumam Nabil bertanya pada anak dalam perutnya.
Faris hanya terkekeh "Ya sudah, jadi ngaji nggak nih?"
Faris mendengar dengan memejamkan matanya, terus menikmati suara merdu Nabil dan usapan lembut di kepala nya.
...****************...
Sementara Nabil dan Faris sekarang ini jadi pasangan yang harmonis, lain halnya dengan Diki. Lelaki yang juga bertubuh tegap ini tengah gelisah, pasalnya Mira sampai sekarang belum membalas pesan dari nya.
"Kemana perginya dia, padahal dia sudah membaca pesan ku!" gumam Diki merasa kesal sendiri karna wanita nya mengabaikan pesan yang dia kirimkan.
"Apa aku telpon saja ya?"
"Oke, jika pesan tidak kau hiraukan, bagaimana dengan panggilan masuk dariku, apa kamu akan mampu menolak nya!" lanjut Diki lagi, dia langsung menelpon Mira, ntah kenapa Diki menjadi nekat seperti ini, biasanya wanita yang mengejar dirinya, tapi dengan Mira, malah sebaliknya.
Sudah berkali-kali Diki menelpon Mira, akan tetapi wanita berpakaian tertutup itu tak kunjung mengangkat nya.
"Sial! Dia benar-benar tidak menjawab nya."
Diki masih berfikir, semakin Mira mengabaikan dirinya, semakin penasaran pula Diki akan sosok wanita yang sudah di cap sebagai wanita nya.
Tiba-tiba senyuman mengembang di bibir Diki.
"Kita lihat, kucing liar. Apa kamu masih tidak ingin mengangkat panggilan dariku!"
Setelah berucap demikian, Diki langsung mengetik pesan lagi dan mengirimkan pada Mira.
...****************...
__ADS_1
Sedangkan di rumah Mira, sahabat Nabil ini tengah menahan diri agar tidak menjawab panggilan dari Diki.
Sedari tadi dia melihat setiap pesan dan panggilan dari Diki, tapi dia tidak berniat menjawab, sebelum Diki mengirimkan pesan dengan memanggil namanya yang benar.
Akan tetapi, saat melihat pesan terakhir yang dikirim Diki, membuat Mira membelalakkan matanya.
Pesan masuk dari, Tuan nyebelin 💌 : "Kalau kamu tidak menjawab panggilan telepon dari saya, maka saya akan mendatangi rumah mu dan mengatakan pada Ayah, jika kamu yang menyuruh saya ke sana dan mengajak saya berkencan!"
Pesan yang sangat mengerikan bagi Mira, bagaimana bisa Diki mengancam nya dengan hal seperti itu, bisa-bisa Mira di coret sebagai anak ayahnya jika kelakuan nya seperti itu.
Tapi Mira masih belum masuk ke dalam jebakan Diki, dengan perasaan marah nya pun dia membalas.
Send to, Tuan nyebelin 💌 : "Coba saja, nanti saya akan menunjukkan pesan sama Ayah, jika kamu mengada-ngada!"
Bari saja Mira ingin tersenyum, akan tetapi dia melihat jika pesan yang berupa ancaman yang dikirim kan Diki sudah di tarik kembali.
Pesan masuk dari, Tuan nyebelin 💌 : " Jangan main-main dengan ku, kucing liar. Aku bahkan bisa menge hack nomor mu, dan membuat pesan jika kamu yang mengajakku kencan. Kamu mau aku lakukan sekarang?"
Membaca itu Mira kembali merasa kesal "Ih ... Ada apa dengan lelaki kaku itu, kenapa terus mengganggu hidup ku, dia selalu melakukan sesuka hatinya!" gerutu Mira.
Akhirnya Mira mengalah, mengingat jika Diki orang yang pintar juga tidak pernah main-main dengan ancaman nya.
"Halo, kenapa anda terus mengganggu saya?" setelah panggilan tersambung Mira langsung memulai pembicaraan dengan memarahi Diki.
"Apa kau takut, kucing liar?" bukan nya menjawab, Diki malah balik bertanya.
"Jangan basa-basi, apa yang anda inginkan?" tanya Mira langsung pada intinya.
"Tidak ada, hanya ingin mendengar suara mu! Aku tutup telpon nya, karna sudah mendengar suara mu."
Tut ... Tut ... Tut ....
Mira membulat kan matanya melihat panggilan yang hanya berlangsung tidak sampai satu menit, dengan rasa frustasinya Mira memijit pelipis nya. Sungguh, Diki sangat menguji kesabaran.
Bagaimana tidak, setelah sedari tadi sibuk mengirim pesan dan menelepon dirinya, bahkan lelaki itu sampai mengancam nya, tapi ujung-ujungnya hanya untuk mendengar suaranya.
"Menyebalkan!"
.
.
.
.
.
.
~Bersambung.
Duh ... Babang Diki kenapa makin menyebalkan ya?
Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang.
__ADS_1
Bantu dukung juga dengan bintang dan hadiah sebanyak-banyak nya.