
Keadaan di dalam kamar di kediaman Bagaskara tampak begitu tegang, Faris begitu terkejut mendengar pertanyaan sang istri, darimana dia tau, apa ada orang yang mengatakan nya pada Nabil, pikir Faris.
"Kenapa Mas hanya diam? apa pertanyaan ku terlalu sulit?" tanya Nabil, dapat dia lihat wajah Faris tang langsung berubah, sangat jelas terlihat jika sang suami merasa gugup dan gelisah.
"Apa yang kamu katakan, sayang?" tanya Faris masih mencoba mengelak.
Namun, Nabil masih setia memberikan pertanyaan yang sama "Apa Mas mencintaiku memang sudah sejak dulu, atau karna taruhan yang di berikan oleh sahabat mu?" tanya Nabil lagi, meski santai akan tetapi mengandung kesedihan yang berusaha dia tahan.
Mendengar itu, Faris yang sudah tidak bisa mengelak lagi, langsung turun dari sofa dan berjongkok di hadapan sang istri.
"Sayang, semuanya telah berlalu, aku mohon jangan permasalahkan itu lagi, dulu iya aku memang melakukan hal konyol itu, akan tetapi sekarang aku benar-benar sangat mencintai mu, dan tidak mau kehilangan mu!" ucap Faris seraya menggenggam tangan sang istri, barulah dia paham dengan sikap Nabil yang sedikit berbeda.
"Melupakan? Mas bilang meluapkan? Bagaimana bisa dengan segampang itu aku melupakan nya, terlebih Mas melakukan taruhan itu hanya untuk mendapatkan lahan tanah, dan terlebih yang membuat ku tidak rela karna tanah itu Mas jadikan tempat kemaksiatan, membuat minuman yang di haramkan oleh Allah, dan Mas masih bisa menyuruh ku melupakannya?" tanya Nabil, kali ini dia benar-benar sudah tidak bisa membendung lagi, seraya air matanya yang keluar, dada nya juga terlihat naik turun, betapa dia merasa kecewa atas jawaban yang di berikan oleh suaminya itu.
Sedangkan Faris langsung memeluk sang istri yang sudah menangis di hadapannya, hal yang juga bisa membuat hati nya sakit, sambil terus mendekap tubuh Nabil, pikiran nya terus berkelana, akan orang yang telah membocorkan rahasianya kepada sang istri.
"Mengapa Mas tega melakukan ini padaku, apa salah ku hingga Mas memperlakukan ku seperti barang yang tidak di perlukan! Apa mas tau betapa besar pengorbanan ku? Aku bahkan tidak lagi kembali ke pesantren hanya karena menikah dengan mu, aku berusaha keras mencintai mu agar aku bisa mendapatkan ridhon ya, dan aku sudah menyukai mu dan menganggapnmu seuamiku, meseki kamu bersikap kejam dan cuek terhadap ku, dan apa yang aku dapatkan, aku malah menerima kenyataan yang menyakitkan, jika aku di jadikan istri hanya karena taruhan!" ucap Nabil sambil bertanya dengan sang suami nya itu.
"Aku mohon sayang, jangan bicara seperti itu, aku minta maaf untuk semuanya, aku tau kamu pasti sangat sedih dan merasa kecewa terhadap Mas, tapi tolong jangan menangis lagi, aku sungguh tidak sanggup melihat nya!" tukas Faris sambil terus memeluk Nabil dengan erat, tanpa terasa air mata nya juga mengalir, sungguh hati nya juga ikut tercubit.
__ADS_1
"Aku bisa memaafkan Mas, tapi aku tidak tau apa aku masih sanggup hidup dalam pernikahan yang awal nya di mulai dengan kebohongan!" ucap Nabil lirih, dia tidak membalas atau melepaskan diri dari pelukan Faris, dia hanya fokus melihat ke depan, dengan tatapan kosong.
Mendengar itu membuat Faris semakin memeluk Nabil erat, sambil terus menggeleng, tangan nya juga bergerak yang meraup wajah Nabil "Tidak sayang, ini bukan kebohongan, kita menikah sah di mata hukum dan agama, tolong! Jangan tinggalkan aku, kamu boleh pukul, boleh menampar ku, tapi jangan pernah berpikir untuk mengakhiri semua ini, jangan tinggalkan aku!" pinta Faris, dia benar-benar tidak sanggup jika sang istri meninggalkan dirinya.
"Untuk apa Mas mempertahankan semua ini, bukan kah kamu sudah memenangkan taruhan itu, jadi kamu sudah tidak membutuhkan aku lagi!" celetuk Nabil dengan hati yang begitu sakit, air matanya terus keluar, tatapannya masih kosong ke depan, enggan melihat pada suaminya.
Deg....
Jantung Faris rasanya berhenti berdekatan saat Nabil mengatakan hal demikian, jangan kan untuk melepas Nabil, berpisah dengan nya beberapa jam saja sudah sangat membuat dirinya rindu.
Lagi-lagi Faris menggeleng "Tidak akan pernah! Tatap mataku sayang, lihat aku, apa sekarang aku sedang berbohong? Dengar, aku benar-benar sangat mencintai mu, hatiku sepenuhnya milik mu, setiap waktu, berdetak hanya tentang dirimu, kaulah hidup ku kaulah kebahagiaan ku!" sergah Faris, tidak perduli dia terlihat memohon atau lemah di depan Nabil, karna dia memang tidak akan sanggup melepaskan istrinya.
"Kamu datang memberikan ku kebahagiaan, menghidupkan hatiku yang sudah lama mati, mewarnai di setiap hari ku, jadi aku mohon, jangan ambil itu kembali, jangan biarkan aku kembali dalam rasa kehilangan yang akan membuat ku kembali terpuruk!" lanjut Faris, air matanya juga tidak mau berhenti setiap mengeluarkan bait kata, karna setiap ucapan nya memang dasar dari lubuk hati, bukan hanya rayuan gombal semata.
"Maka itu salah besar!" timpal Nabil membuat Faris mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Apa yang salah?" tanya Faris, dia memang tidak paham, seharusnya istri nya itu senang karena dia wanita satu-satunya yang dia cintai.
"Aku tidak ingin hanya aku orang yang Mas cinta, aku tidak ingin Mas memberikan sepenuhnya memberi hatimu untuk ku, karna ada Allah yang berhak Mas ingat, ada Allah pemilik hati yang harus Mas cintai, aku hanya manusia biasa yang mungkin saja bisa berubah, dan bisa melukai hati Mas kapan saja, akan tetapi jika kita mencintai Allah, maka kita tidak akan pernah merasa kecewa!" ujar Nabil seketika membuat Faris bungkam, memang sangat jelas apa yang di katakan Nabil, jika kita menggantungkan hati kepada manusia, maka kapan-kapan kamu bisa saja terluka dan kecewa, tapi jika kita senantiasa menyerahkan hati kepada sang pencipta, maka kita akan selalu ikhlas dan tegar, karna Allah tidak akan membuat kita kecewa.
__ADS_1
"Sayang, aku mengatakan apa yang sedang aku rasakan, tolong dengar kan aku, jangan pergi dari hidupku!" ulang Faris tanpa menghiraukan ucapan sang istri.
"Cintai Allah terlebih dahulu, baru Mas boleh mencintai ku!" sergah Nabil, dan Faris diam, tidak tau harus mengatakan apa.
Faris menatap Nabil "Katakan pada ku bagaimana caranya agar kamu percaya!" tanya Faris begitu yakin, apapun akan dia lakukan agar Nabil mempercayai dirinya.
"Aku hanya ingin Mas kembali ke jalan yang lurus, mau menyembah Allah, melaksanakan solat, Dan bongkar pabrik minuman mu lalu kembalikan tanah nya!"
Deg...
.
.
.
.
.
__ADS_1
~Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak dengan cara like komen dan juga Vote sebanyak-banyak.