
Selesai berpakaian, Faris keluar dari dalam kamar, sama sekali tidak memperdulikan Nabil yang terus mengikuti kemanapun dirinya melangkah.
Tapi, dia ingat jika masih ada sang kakek yang memperhatikan pergerakan nya, maka dari itu, dengan menahan rasa kesal, dia pun mengajak Nabil untuk turun.
Faris tidak ingin jika sang kakek shock, karna kakek nya itu punya riwayat penyakit jantung, dan dia ingat, jika lelaki tua yang dia sayangi itu sudah beberapa kali menyuruh dirinya untuk menikah. Jadi, tidak mungkin setelah menikah dia langsung berulah.
"Ayo kita turun!" tutur Faris sambil memegang tangan Nabil, dan mengajak nya turun.
Nabil hanya bisa pasrah, melihat perlakuan Faris yang berubah-ubah.
Sampai di lantai pertama, Faris dengan yakin mendekati sang kakek yang berada di meja makan, dia ingin meminta izin untuk ke kantor sambil menunjukkan kemesraan nya bersama Nabil.
"Pagi, Kek!" ucap Faris, langsung mengalihkan pandangan sang kakek.
"Pagi, Ris!" jawab kakek dengan senyuman, kemudian dia langsung menatap intens kepada sang cucu, sedikit mengerutkan keningnya dia pun bertanya.
"Kamu mau kemana, Ris?" ujar kakek bertanya.
"Oh ya, Faris mau pamit ke kantor ya, Kek!" pinta Faris.
"Apa! Kamu mau ke kantor di hari pertama kamu menikah? Kamu mau meninggalkan cucu mantu ku di rumah sendirian?" tanya kakek langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Iya, Kek! Faris ada rapat penting. Lagian Nabil kan ada Kakek juga ada pelayan di rumah, kenapa Kakek bilang sendiri!" celetuk Faris, sedikit terkejut karena teriakan sang kakek.
"Tidak bisa, kamu tidak perlu kekantor dalam satu satu Minggu!" tukas kakek tegas.
"Tapi, Kek! Faris ada rapat penting hari ink!" elak Faris lagi.
"Tidak ada tapi-tapian, kamu tidak boleh kemana-mana!" ulang kakek lagi.
Nabil yang melihat perdebatan antara kakek dan suaminya pun ikut menjawab "Tidak apa-apa, Kek! Biarkan Mas Faris berangkat ke kantor, mungkin memang ada rapat penting yang tidak bisa di hindari!" timpal Nabil, Faris langsung mengangguk mengiyakan.
"Tidak apa, Nak! Kakek tau dia memang selalu sibuk dengan pekerjaan nya. Pokoknya kamu tidak boleh pergi!" imbuh kakek, Nabil pun tidak bisa berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
"Sekarang, bawa istri mu masuk ke dalam kamar!" perintah kakek tidak bisa di ganggu gugat.
"Baiklah, Kek!" ucap Faris akhirnya pasrah, meski rasa kesal begitu besar di dalam hatinya.
"Apa yang akan ku lakukan dengan wanita buruk rupa ini, bahkan untuk membayangkan nya saja, aku tidak sanggup!" batin Faris, kembali memegang tangan sang istri.
Lain hal dengan kakek, pria paruh baya ini bersorak gembira di dalam hati "Jika mereka selalu bersama di dalam kamar, maka aku akan segera mendapatkan cicit!" batin kakek merasa senang.
Sampai dalam kamar, Faris langsung menghempaskan tangan Nabil, dia juga membuka jas, dasi juga baju kemeja dengan buru-buru, seolah dia ingin segera kabur dari hadapan Nabil. Sedangkan wanita yang sudah berstatus sebagai istrinya, hanya bisa diam, sambil mengambil pakaian yang Faris lempar ke sembarang arah.
"Ya Allah ... Ada apa dengan suami hamba, kenapa dia begitu berubah-ubah, kadang baik, kadang dingin seperti sekarang ini!" batin Nabil, ingin bertanya, tapi dia takut jika sang suami akan marah.
Tapi, saat melihat Faris keluar dari dalam kamar setelah mengganti pakaian nya, Nabil tak bisa menahan rasa penasaran nya.
"Mas, mau kemana?" tanya Nabil begitu lembut.
Tapi yang dia dapatkan hanya jawaban ketus dan juga menyakitkan "Bukan urusan mu!" tukas Faris sambil terus berjalan keluar kamar.
Ternyata pria mempunyai rahang tegas ini pergi ke dalam ruangan gym, yang tersedia seluruh alat untuk berolahraga, jadi tak heran jika tubuh Faris begitu berotot.
"Ya Allah, ada apa ini! Kenapa dia menjadi seorang itu!" gumam Nabil lirih.
Tubuh nya merosot di atas lantai, punggung nya di sandarkan pada tempat tidur berukuran king size itu, pikiran nya begitu kacau, bagaimana tidak, baru kemaren mereka menikah, dan sekarang sikap Faris berubah sembilan puluh derajat. Hati siapa yang tidak sakit jika di perlakukan seperti itu.
Kalut dengan pemikiran nya, tanpa terasa matanya terpejam, mungkin karna semalam dia tidur larut malam, maka dari itu bisa tertidur secepat itu.
...****************...
Sedangkan di sebuah tempat, tepatnya di dalam kamar, seorang duduk di atas lantai terlihat frustasi. Kamar yang mulanya rapi kini bagaikan kapal pecah. Barang-barang berserakan di atas lantai, ada yang masih utuh, tak sedikit juga yang pecah.
Seorang lelaki menarik rambut nya dengan begitu kuat, dengan air mata terus berderai. "Kenapa kamu malah menikah dengan sahabat aku sendiri, Zaiyan! Kenapa, kenapa hah!" Teriak lelaki yabg ternyata adalah Rangga.
"Kenapa kamu lebih memilih dirinya daripada aku! Apa kamu tidak memikirkan perasaan ku sama sekali!" imbuh Rangga. Rasa sakit tidak sebanding dengan penyesalan yang dia telan, karna kesalahan dirinya yang menjadikan Nabil sebagai taruhan.
__ADS_1
Sampai akhirnya, Rangga mendongak kan wajah nya, lalu menatap penuh ke arah depan.
"Baiklah, jika memang yang membuat mu bahagia adalah bersama dirinya, maka aku akan pergi, pergi dari hidup mu, aku tidak akan mengganggumu lagi!" celetuk Rangga sendiri, sudah yakin dengan tekadnya.
...****************...
Kembali di mansion Bagaskara, pukul 10, Nabil terjaga. Dia melihat sekeliling nya masih sama seperti sebelum dirinya tidur.
"Mas Faris belum masuk, apa mungkin dia keluar lagi saat aku tidur tadi!" gumam Nabil bertanya kepada dirinya sendiri.
"Hem ... Mendingan aku solat sunnah Dhuha saja dulu!" lanjut nya lagi.
Karena tidak ingin membuang waktu, Nabil langsung melangkah masuk ke dalam kamar mandi, guna untuk membersihkannya dirinya untuk menghadap kepada Allah yang maha esa.
Tidak berapa lama, Nabil keluar dari dalam kamar mandi, karna mengira jika Faris masih di luar, Nabil keluar hanya dengan menggunakan kimono handuk berwarna putih yang panjang nya hingga betis nya yang begitu mulus.
Faris yang sudah selesai dengan olahraga nya pun kini melangkah masuk ke dalam kamar.
Ceklek ... Ceklek ....
Pintu kamar dan juga pintu kamar mandi berbarengan di buka, Faris masuk dan Nabil keluar, tanpa sengaja tatapan keduanya pun bertemu.
Glekk....
.
.
.
.
~Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen dan juga vote ya temen-temen❤️.
Yang nggak suka tinggal kan.