Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Pernikahan Diki dan Mira 3.


__ADS_3

Pipi Mira seketika langsung merona mendengar ucapan dari lelaki yang sekarang ini sudah jadi suaminya.


"Dia kan lelaki kaku, bisa-bisa nya bicara seperti itu," batin Mira. Diki hanya tersenyum melihat Mira yang menunduk menahan malu.


Acara foto bersama keluarga sudah selesai, kini mereka hanya menyambut para tamu yang berhadir untuk memberikan selamat dan menyalami mereka.


Para keluarga sudah terlebih dahulu mengucapkan selamat dan nasehat untuk pasutri yang baru halal beberapa saat lalu.


Hanya para tamu undangan yang satu persatu menyalami mereka.


"Selamat ya, semoga bahagia selalu,"


"Selamat ya, kalian terlihat sangat aerasi,"


"Selamat, ingin rasanya melihat wajah istrinya secantik apa, hingga mampu meluluhkan hati Tuan Diki,"


Kira-kira seperti itu lah ucapan yang di terima Diki dan Mira, sudah hampir satu jam mereka tetap setia menyambut semua para tamu.


...****************...


Sementara di sisi lain ada Nabil yang kewalahan dengan sikap posesif Faris, sedari tadi suaminya itu tidak pernah melepaskan pelukan di pinggang sang istri, karna meski perut Nabil sudah membesar, namun tidak membuat mata para lelaki hidung belang untuk tidak menatap nya.


Bahkan Faris melihat sendiri para lelaki memandang istrinya lekat, dia seorang laki-laki, tentu paham dengan tatapan mengingini para pria hidung belang tersebut.


"Mas, aku capek berdiri terus," rengek Nabil pada sang suami.


"Ya sudah, kit duduk ya," Faris langsung menuntun sang istri untuk duduk di salah satu kursi dengan meja bundar di depan nya.


"Kamu mau makan apa, sayang? Biar aku ambilkan!" tanya Faris lagi.


"Apapun boleh, Mas! Tapi sekarang aku lagi haus,"


"Ya sudah, kamu tunggu di sini, jangan kemana-mana, dan jaga pandangan kamu hanya untuk ku seorang. Aku akan mengambil makanan dan minum untuk mu," setelah mendapat anggukan, Faris langsung melenggang pergi ke meja tempat di sediakan banyak makanan dan minuman.


Beberapa saat Faris meninggalkan Nabil, seseorang langsung memanggil Nabil dari arah belakang, membuat Nabil harus memutar tubuhnya mencari asal suara.


"Nabil,"


Mata Nabil seketika membulat melihat seorang lelaki yang sempat menjadi duri dalam pernikahan nya.

__ADS_1


"Ab--abiyan,"


Mendengar itu, Abiyan memperlihatkan senyuman nya "Rupanya kamu masih mengenalku, Nabil! Bagaimana kabar mu? Sudah sangat lama aku tidak melihat mu,"


"Perut kamu sudah besar sekarang ya, tapi kamu malah semakin cantik," celoteh Abiyan membuat Nabil kalang kabut.


Tentu saja Nabil merasa panik dan khawatir jika Faris melihat mereka bersama, apalagi Abiyan sudah berdiri di depan nya.


"Kenapa kamu di sini?" pertanyaan seolah tidak suka dengan kehadiran Abiyan keluar begitu saja dari mulut Nabil.


"Kenapa tidak? Kan kita satu kelas, jadi kami di undang semuanya untuk menghadiri pesta pernikahan, Mira. Lagian alasan utama ku kesini karna aku tau jika kamu pasti hadir, maka dari itu aku juga ikut, karna mata ku ini terasa rindu akan rupa mu."


Nabil menggeleng, ini tidak benar, Abiyan semakin ke sini semakin bertingkah, tidak ingin ada yang salah paham, Nabil bangkit.


"Maaf, Tuan Abiyan. Tapi saya rasa anda terlalu berlebihan. Saya sudah mempunyai suami dan juga sangat mencintai nya, jadi saya harap anda bisa menjaga sikap dan juga perkataan anda, sebelum suami saya hilang kesabaran." hardik Nabil memperingati Abiyan.


Nabil ingin melangkah, ingin meninggalkan Abiyan, akan tetapi yang terjadi sungguh di luar dugaan, Nabil. Dengan sengaja Abiyan menarik tangan Nabil, membuat sang empunya membelalakkan matanya.


"Aku tau kamu sudah mempunyai suami, akan tetapi kamu tidak berhak mengatur perasaan ku, apa lagi menyuruh ku melupakan mu," tegas Abiyan dengan raut wajah yang sulit di artikan.


Nabil sudah berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman Abiyan, akan tetapi tidak berhasil, karna lelaki itu mencekal tangannya sangat kuat.


Tidak jauh di sisi mereka, ada sosok lelaki yang baru kembali dengan gelas air dan piring makanan di tangan nya.


Tanpa pikir panjang, Faris langsung melebarkan langkah nya, meski dia sudah berjalan cepat, akan tetapi dia merasa sangat lama sampai pada Nabil, Faris sudah tersulut emosi, bahkan dia seperti tidak mendengar cengkrama orang-orang yang berada di sana.


"Lepaskan!" bentak Faris sambil menyentak tangan Abiyan dari tangan wanita nya.


Nabil yang ketakutan langsung masuk ke dalam pelukan sang suami, dia tau jika Faris sudah sangat murka, terlihat semua mata beralih pada mereka, termasuk kedua orang tua Nabil.


"Berani-beraninya kamu bicara pada istri ku dan menyentuh nya," cibir Faris dengan nada dingin, Nabil semakin ketakutan saat melihat Faris menggertakkan giginya, rahang nya mengeras, matanya seolah memerah menahan amarah.


"Cih, berlebihan sekali, hanya memegang pun, aku tidak melakukan lebih," balas Abiyan dengan mulut yang berdecih kesal.


Mendengar itu Faris semakin murka, dia sudah siap dengan bogem nya untuk mengajar Abiyan, Nabil berusaha menahan nya, karna dia menangkap sesuatu yang ganjal, Abiyan seperti sengaja memancing amarah Faris, seolah menantang suaminya untuk semakin tersulut emosi dan menghajar dirinya.


Nabil yang tidak ingin Faris jadi trending topik, langsung mengeratkan pelukannya sambil berbisik "Jangan teruskan, lihat lah semua mata tertuju pada kita, jangan terbawa emosi, bisa saja dia hanya membuat mu tambah emosi dan menghajar nya, dan awak media langsung meliputi berita mu yang bertindak kriminal. Ingat, ini hari kebahagiaan Kak Diki," mendengar itu, Faris tersadar, dia langsung menarik sang istri untuk pergi, amarah nya masih belum reda, terlihat jika tangan nya terkepal sangat kuat.


Sebelum pergi, Nabil mengambil tas nya kemudian dengan sengaja mengayunkan dengan keras hingga mengenai wajah Abiyan, hingga membuat wajah lelaki langsung berpaling akibat pukulan keras dari tas Nabil.

__ADS_1


"Itu sedikit hukuman karna sudah berani membangkitkan kemarahan suamiku," setelah mengucapkan itu, Nabil langsung masuk ke dalam pelukan Faris dan berlalu meninggalkan Abiyan yang merasa sangat malu.


Nabil mengajak Faris untuk keluar sebentar dari aula pernikahan yang masih di penuhi oleh orang banyak.


Dia tau Faris masih sangat marah, maka dari itu, Nabil ingin membuat Faris tenang dan meredakan amarahnya.


...****************...


Sementara Faris sedang berusaha menahan emosi nya, Diki malah tengah berusaha keras agar bisa menahan sesuatu yang sudah bangun sejak dia memegang tangan sang istri dan memeluk pinggang Mira.


Bersentuhan dengan wanita yang ketiga kalinya, membuat jiwa kelelakian nya meronta-ronta.


"Ssstttttt, kenapa masih banyak tamu. Seharusnya Faris cukup mengundang dua puluh orang saja," umpat Diki yang kewalahan menahan menyalami para tamu dan juga kewalahan menahan rasa yang sudah bergejolak.


"Sabar, Kak! Tuan Faris melakukan ini juga karna perduli sama, Kaka!"


"Aku tidak perduli, sayang! Sekarang kita tinggalkan tempat ini, ada tempat yang sedang menanti kita,"


Diki sedikit menunduk, kemudian dia langsung mengangkat tubuh sang istri ala bridal style.


"Akhhhh,"


.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Duh, mau di bawa kemana tuh, Mira sama babang Diki ya.

__ADS_1


Jangan lupa ya berikan like, komentar dan juha Vote kakak ku sayang.



__ADS_2