Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Bukan Lelaki Bodoh.


__ADS_3

...Jika kamu sudah cukup untuk mengisi hati dan hariku, mengapa aku harus mencari tempat lain, sedangkan dengan mu saja sudah sangat membuat ku bahagia....


...****************...


Faris baru memasuki ruangan kerjanya, wajah nya di pagi ini terlihat lebih bersemangat, orang di sekitarnya terutama Diki, merasa sangat bahagia melihat perubahan Faris sekarang.


Dulu bos nya itu hanya manusi es yang kaku, cuek, kejam pemarah dan egois, tapi sekarang perlahan dia menjadi lelaki yang sering tersenyum juga lebih menikmati hidup.


"Diki, apa jadwal ku hari ini?" tanya Faris, karna Diki tidak mengirimkan laporan nya pada Jane.


"Kita akan meeting dengan perusahaan Global, tentang handphone canggih yang baru saja selesai di rancang!" jawab Diki, dan Faris mengangguk.


"Baiklah, siapkan semua nya! Jam berapa meeting nya?" tanya Faris lagi.


"Jam sembilan, Tuan!" jawab Diki lagi.


"Baiklah, saya lihat dulu, kamu boleh kembali ke ruangan mu!" tukas Faris, Diki mengangguk, lalu keluar dari ruangan bos yang masih arogan itu.


Diki keluar dari ruangan Faris, tapi beberapa saat kemudian, pintu ruangan lelaki bermata biru ini kembali terbuka, Faris yang baru saja melihat laporan pada layar canggih di depan nya kembali mendongak, melihat siapa yang datang.


Seorang wanita yang menggunakan baju cukup minim berjalan mendekati meja kerja Faris, dengan membawa nampan yang di atas nya terdapat secangkir kopi.


Faris mengangkat kedua alisnya melihat siapa wanita yang mendatangi dirinya dengan membawa kopi.


"Apa anda sudah berganti profesi, Nona Talia?" tanya Faris.


Wanita yang ternyata adalah Talia hanya tersenyum simpul "Maksud anda gimana, Tuan?" tanya balik Talia, sambil meletakkan cangkir kopi di depan Faris.


"Apa dari seorang pegawai sekarang menjadi Office Girl?" tanya Faris lagi dengan senyuman mengejek.


Ekspresi wajah Talia langsung berubah, seperti nya dia tersinggung dengan ucapan Fari, tapi dia mencoba untuk tetap santai dan memperlihatkan senyuman manisnya.


"Biar anda fokus saat bekerja, jadi saya buatkan secangkir kopi, bukan kah itu hal yang tidak salah? Seorang karyawan membuat kopi untuk atasan nya?" tanya wanita itu dengan nada di buat selembut mungkin.


Faris terkekeh mendengar jawaban yang di ucapkan oleh wanita di hadapannya itu, apa karna dia pernah merespon nya, hingga Talia menjadi berani seperti ini, pikir Faris.

__ADS_1


"Membuat kopi untuk atasan nya memang tidak salah, tapi yang salah karna yang membuat nya adalah seorang wanita, dan atasannya sudah mempunyai istri, jadi tidak wajar seorang wanita membuat kan kopi untuk suami orang bukan? Terlebih lagi dia pasti terlebih dahulu meminum kopi buatan istri nya di rumah!" cerocos Faris, langsung menusuk tepat di dada, Talia.


"Jadi, Nona Talia! Saya rasa anda tidak perlu repot-repot membawakan saya kopi lagi untuk kedepannya!" Sambung Faris dengan tatapan sinis menata pada karyawan yang baru sebulan lalu bekerja di kantor nya.


Mendengar semua itu membuat wanita muda ini merasa sangat marah, terlebih ketika Faris mengatakan jika dia sudah ada istri yang mengurus nya.


"Aku tidak boleh gagal, kopi ini harus di minum oleh Faris, aku sudah susah-susah membujuk dan merayu OB. Pkok nya rencana ku tidak boleh gagal, Faris harus menjadi suami ku, dan meninggalkan wanita aneh itu!" batin Talia menjerit, mengingat usaha nya yang datang pagi-pagi dan menyogok OB agar bisa membiarkan dirinya membuat kopi untuk Faris, dan terakhir, dia telah memasukkan obat per*ngsang ke dalam minuman hitam tersebut, dia kira akan mudah membuat Faris takluk.


Talia tidak mau menyerah, dia ingin rencana nya tetap berhasil hari ini juga.


"Tapi kan tidak salah untuk hari ini Tuan meminum nya, karena saya sudah membuat kan untuk anda, lagian hanya secangkir kopi, bukan hal yang besar juga!" tukas Talia, tetap kekeh membujuk pria yang sudah lama dia incar.


Sedangkan Faris yang mendengar ucapan Talia sudah kehilangan kesabaran, dia tampak murka, dia bangun dari duduknya, kemudian dengan begitu kasar dia menepis cangkir itu dengan tangannya.


Kring....


Suara cangkir pecah di atas lantai terdengar begitu nyaring, Talia sampai memejamkan matanya.


Faris mendekat, mencengkram bahu nya begitu kuat, lalu berbisik "Dengar ini baik-baik, saya bukan lelaki yang dengan mudah bisa bodohi, sudah banyak wanita seperti kamu yang saya temui, dan saya juga bukan tipe lelaki yang mengkhianati pasangan saya! Terlebih, istri saya lebih dari kamu segala-galanya, jadi saya tidak akan pernah mengkhianati nya, meski hanya bertatap dengan wanita lain, apa lagi sampai melakukan kesalahan yang akan saya sesali seumur hidup saya!" tubuh Talia menegang, jadi Faris tau apa yang dia rencana kan, harus nya dia tidak gegabah, semestinya dia tau, jika Faris bukan lah lelaki bodoh yang bisa untuk di bohongi. Pikir Talia.


Dengan wajah memerah menahan malu dan juga amarah, Talia segera pergi dari hadapan Faris, dengan berbagai sumpah serapah untuk Faris dan juga Nabil.


"Saat ini kamu bisa menolak dan menghina ku, tapi suatu saat kamu pasti akan bersimpuh di hadapan ku" batin Talia saat berada di luar ruangan atasan nya. Sebelum akhirnya dia pergi dan melangkah masuk ke dalam lift.


Sedangkan Faris, mendudukkan dirinya kembali di atas kursi kebesaran nya, dia memejamkan mata sejenak sambil mengurut pelipis nya, untuk meredakan amarahnya. Tiba-tiba wajah sang istri langsung muncul dalam ingatan nya, membuat nya kembali membuka mata.


"Hais, aku benar-benar sudah gila, lebih baik aku menghubungi dirinya!" gumam Faris, kemudian dia langsung melakukan panggilan vidio melalui benda yang ada di hadapannya.


"Assalamualaikum, Mas!" ucap Nabil seberang.


Faris tersenyum, saat melihat sang istri baru bangun tidur, terlihat sangat menggemaskan dengan rambut yang masih berantakan, terlebih matanya tertuju pada bagian leher sang istri, yang penuh dengan tanda cinta yang dia tinggalkan.


"Baru bangun?" bukan nya menjawab, Faris malah balik bertanya.


"Iya, Mas kenapa nggak bangunin Nabil, kan Nabil bisa siapin air mandi, pakaian, sarapan, ini aku malah asik tidur, dan bagaimana dengan kuliah ku hari ini?"  protes Nabil karna dia di tinggal sendiri di atas tempat tidur.

__ADS_1


Faris tersenyum, hal yang sangat nada dia lakukan "Aku tidak tega membangunkan mu, karna kamu terlihat sangat lelah, jadi hari ini tidak usah kemana-mana, istirahat saja di rumah! untuk kuliah mu, Diki sudah mengurus nya!" sergah Faris.


"Apa aku juga tidak perlu ke kantor, Lalu makan siang, Mas?" tanya Nabil lagi.


"Hari ini aku akan makan siang di luar, sekalian nanti ada meeting bersama klien di luar!" jelas Faris,membuat Nabil memonyongkan bibirnya, berarti dia akan merasakan bosan lagi di rumah.


"Jangan buat bibir mu seperti itu, nanti aku tidak jadi meeting, malah pulang ke rumah untuk membuat bibir itu kembali mengeluarkan suara merdu karna sensasi yang aku beri" tukas Faris, membuat Nabil reflek menutup bibir nya, dan itu mengundang gelak tawa Faris.


"Ih ... Kok  ketawa sih, memang nya ada yang lucu?" tanya Nabil tidak terima.


"Nggak, sayang! Aku tutup dulu ya, sebentar lagi aku mau pergi!" tukas Faris.


"Tapi Mas pulang awal kan?" tanya Nabil sebelum sang suami mematikan nya.


Faris kembali tersenyum, dia merasa senang, berarti istri nya juga merindukan dirinya "Iya sayang, pasti!" jawab Faris lagi.


"Ya sudah, mas hati-hati ya! Assalamualaikum!" ujar Nabil.


"Iya, sayang!" tanpa menjawab salam Faris langsung mematikan sambungan nya.


Setelah itu dia menghubungi sang asisten "Diki, kita berangkat sekarang, dan suruh OB untuk membersihkan ruangan ku!" tanpa menunggu Diki menjawab, dia langsung mematikan sambungan nya lagi.


.


.


.


~Bersambung.


Siapa ni yang bilang aku up nya sedikit, satu bab aku up seribu kata lebih, kadang juga doble🤭.


Jadi, mohon bersabar ya, kan semua butuh proses, heheh.


Jangan lupa tinggalkan dukungan, like, komen, dan vote sebanyak-banyak, biar aku semangat lagi😁.

__ADS_1


Hadiah kalau mau di kasih juga aku terima dengan rasa syukur ❤️.


__ADS_2