Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Sadar Dari Koma.


__ADS_3

"Apa dia sengaja ingin menggoda ku! Tapi sayang, aku sama sekali tidak tergoda, heuh" batin Faris dengan menatap sinis pada Nabil. Hingga istri yang tak dia anggap itu hilang di balik pintu kamar mandi.


Beberapa saat, Nabil keluar, dia langsung mendekati Faris yang berdiri angkuh di depan jendela.


"Mas, air nya sudah siap! Mas mau mandi sekarang?" tanya Nabil.


"Ambilkan saya handuk!" perintah Faris, Nabil langsung mengangkat kedua alisnya.


"Bukankah di dalam kamar mandi sudah tersedia semua nya?" tanya Nabil.


Faris yang mendengar pertanyaan Nabil langsung menatap nya dengan penuh amarah "Lakukan apa yang aku perintah, jangan pernah membantah atau memprotes apa yang aku katakan!" hardik Faris menelisik tajam kepada sang istri.


Nabil yang mendapat cibiran tersebut langsung mengangguk patuh, namun, saat dia ingin melangkah, tanpa sengaja kakinya kesandung dengan kaki sebelah hingga dia terjatuh, tangan nya pun refleks menarik leher kimono yang di gunakan oleh suaminya. Hingga membuat Faris yang tidak siap ikuti terjatuh dan menindih tubuh montok, Nabil.


Bhuukk...


Keduanya jatuh di atas lantai dengan posisi Nabil terlentang dan Faris yang berada di atas nya, sesaat mereka saling menatap, jantung keduanya berdegup tak karuan, terutama Faris, kali pertama dia menatap wajah sang istri dengan jarak begitu dekat, bahkan dia dapat merasakan deru nafas Nabil yang menembus halus ke dalam kulit wajah nya.


Jantung nya semakin berdetak kencang setelah dia tau jika wajah sempurna Nabil beribu kali tambah cantik jika di lihat secara dekat. Tatapan nya melihat pada seluruh wajah, Nabil. Alis, mata, hidung, sampai ke bibir bervolume sang istri, hingga dia merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan lagi semenjak 21 tahun yang lalu.


Matanya melotot, dia masih memastikan apa yang dia rasakan ini beneran nyata, hingga dia mengangkat badan dengan bertumpu pada kedua tangan nya, dia menatap benda pusaka milik nya telah siuman.

__ADS_1


Ya, burung Faris berdiri tegak, membuat sang empunya masih belum percaya, dia masih belum yakin dengan apa yang dia lihat.


Sedangkan Nabil yang merasakan benjolan keras di atas perut nya merasa geli dan juga tidak nyaman, ini adalah kali pertama dia bersentuhan dengan seorang lelaki, apalagi dengan situasi begitu dekat.


"Ma-mas Faris, punggung ku sakit!" ucap Nabil lirih. Memang benar, setelah punggungnya terhantam begitu keras di atas lantai, di tambah dia harus menanggung badan kekar Faris yang tertindih di atasnya.


Faris yang mendengar ucapan Nabil, langsung bangun dari atas tubuh sang istri, tanpa mengatakan apapun, dia langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Tanpa sabar Faris langsung membuka kimono beserta celana sot yang dia gunakan, terlihat lah burung yang selama ini tertidur, dengan rasa campur aduk, Faris menatap kagum pada burung yang sudah koma bertahun-tahun.


"Apa aku sedang bermimpi?" gumam Faris bertanya pada diri nya sendiri, tangan kanan nya mencubit kulit perut dengan begitu kuat agar jika dia mimpi segera sadar.


"Aw ...!" Pekik Faris di dalam kamar mandi, yang merasakan sakit pada bagian perut yang dia cubit, dia lupa jika kamar mandi tidak di aktifkan kedap suara.


"Mas, apa mas baik-baik saja?" tanya Nabil dari luar.


Namun, sama sekali tidak memperdulikan panggilan dari luar, dia masih dengan rasa bahagia nya karna senjata nya sudah bisa di gunakan.


"Mas, kenapa malah diam?" tanya Nabil, sambil menempelkan telinganya pada pintu kamar mandi untuk memastikan.


Tidak ada suara air ataupun suara sang suami, Nabil yang khawatir pun langsung membuka pintu kamar mandi.

__ADS_1


Ceklek...


"A A a...!" Nabil tidak sanggup berkata-kata, jangan kan untuk teriak, untuk bicara pun dia sudah tidak mampu saat melihat kejantanan sang suami yang berdiri tegak, meski dia hanya melihat dari samping.


Faris belum sadar jika pintu kamar mandi sudah terbuka, tapi dia dapat mendengar suara seseorang seperti tercekat, tanpa sengaja diapun mengalihkan pandangannya ke samping, nampak Nabil yang sedang berdiri mematung karna terkejut melihat kearahnya.


"Aaakhhhhh!" bukan Nabil yang teriak, melainkan Faris, dengan cepat dia melangkah, lalu mendorong tubuh Nabil keluar dari dalam kamar mandi dengan begitu kasar, hingga tubuh indah Nabil terpental ke lantai.


"Aw....!"


.


.


.


.


.


~Bersambung.

__ADS_1


Mohon dukungan kalian ya, dengan cara like, komen dan juga vote sebanyak-banyak nya.


__ADS_2