Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Salah Sangka.


__ADS_3

Diki ingin menjalan kan mobil nya kembali, setelah Nabil turun. Tapi belum sempat menginjak pedal gas, tiba-tiba mereka mendengar sesuatu yang membuat gendang telinga orang yang duduk di belakang nya memanas.


"Ukhti, Nabil!" panggil seorang lelaki yang juga baru sampai.


Nabil berbalik, sedangkan mobil sang suami masih ada di hadapannya, dapat dia lihat Faris mengalihkannya pandangan nya pada sosok yang di duga lelaki, yang telah berani memanggil istrinya.


Tapi yang di lihat oleh Faris adalah seorang wanita yang memakai pakaian sama dengan sang istri, yang sudah di yakin dia adalah Mira, sahabat Nabil.


Faris tampak mengerutkan keningnya, tadi dia begitu jelas mendengar, yang memanggil nama istrinya itu adalah lelaki, kenapa yang dia lihat adalah wanita.


Faris berdecak kesal, dan mengutuki dirinya sendiri di dalam hati "Ck, ada apa dengan ku, apa karna aku takut dia dekat dengan lelaki lain, hingga pendengaran ku salah!" batin Faris menjerit kesal.


"Jalan, Diki!" perintah nya, tanpa menoleh lagi kepada sang istri, seketika mood nya berubah menjadi buruk, karna kewarasan nya mulai terganggu.


Sedangkan Nabil yang terasa tegang seketika dia merasa lega, ketika mobil suami nya sudah berlalu daru hadapannya.


"Mira!" ucap Nabil, keduanya langsung mengelus dada sambil menarik nafas panjang.


"Terimakasih ya, Ra!" ucap Nabil.


"Sama-sama, untung nya saat dia memanggil mu, aku juga baru sampai!" celetuk Mira dengan nafas yang tidak teratur, mungkin karna lelah berlari.


Seorang lelaki yang memanggil Nabil adalah Abiyan pun mendatangi mereka, terlihat dia juga ngos-ngosan, kini dia berjongkok di hadapan Nabil dan Mira, kedua telapak tangan nya bertumpu pada kedua lutut nya.

__ADS_1


"Hoh ... Hoh ... Kenapa anda mendorong saya dan menarik saya di belakang pohon itu, Nona?" tanya Abiyan sekaligus protes pada Mira.


"Apa anda tidak tau, di sana sangat banyak serangga!" lanjut nya lagi, sambil sesekali menepis bajunya yang masih ada serangga merah.


Tadi saat Mira pas turun dari bus yang mengantar dirinya ke kampus, dia sudah melihat Abiyan, dan parahnya dia sedang memanggil Nabil, yang dia yakini sahabatnya itu di antar oleh suaminya.


Mira yang mengerti tentang situasi ini, langsung mendorong Abiyan, dia tidak menyentuh Abiyan secara langsung, ada tas ransel yang di pakai Abyan di punggung nya.


Dorongan yang cukup keras, hingga membuat Abyan tersongok-songok hampir mengenai jalan, lalu Mira kembali memegang tas yang di pakai Abyan, dan menariknya dengan sekuat tenaga ke belakang pohon besar di pinggir jalan yang berdekatan dengan gerbang kampus.


"Ada apa ini?" protes Abiyan yang panik, karna tiba-tiba dia di dorong dan di tarik.


"Suutttsssssttt diam, jangan keluar dulu!" ucap Mira tegas. Kemudian gadis yang seumuran dengan Nabil langsung keluar.


"Itu lebih baik, daripada nanti terjadi kesalahpahaman, akan sulit untuk di jelaskan!" tukas Mira santai, namun terkesan cuek.


Setelah itu keduanya langsung pergi meninggalkan Abiyan yang tercengang sendiri di sana, otak nya pun langsung berpikir, apa dia salah, kenapa wanita itu mengatakan terjadi kesalahpahaman.


Tak ingin di tinggal sendiri, Abiyan pun melangkah sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karna masih bingung.


Semua siswa sudah memasuki kelas masing-masing, dosen pun sudah masuk dan dan menjelaskan tentang pelajaran mereka pagi ini.


Namun, di sepanjang penjelasan yang dosen jelaskan, Nabil tampak memperhatikan sikap Mira yang seperti sedang mempunyai masalah, karna sahabatnya itu terkesan sangat diam dari biasanya.

__ADS_1


Dari kecil tumbuh bersama membuat mereka saling memahami satu sama lain, tapi dia tidak mau bertanya dulu, karna posisi mereka saat ini sedang mengikuti pelajaran, dan dia ingin Mira sendiri yang akan menceritakan pada dirinya.


Sedangkan Mira, sesekali dia juga melirik pada Nabil, rasa sesak di dadanya sudah tidak bisa dia bendung lagi, rasanya ingin menceritakan dan menumpahkan segalanya pada sahabat baiknya itu, keduanya memang tidak pernah menyembunyikan sesuatu rahasia pun, tapi Mira juga menunggu waktu yang tepat.


Berbeda dengan seorang lelaki yang duduk di sebelah keduanya, Abiyan sedari tadi hanya fokus melihat pada Nabil dan Mira, dia seolah tidak pernah ingin lepas memandang wanita di hadapannya itu, terlihat dia tersenyum-senyum sendiri, terlebih saat melihat Nabil betapa fokus nya menyimak apa yang di sampaikan dosen di depan mereka saat ini.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Mana nih suara kalian, mana nih yang sudah tidak sabar nunggu babang Faris bucin?


Tapi bagaimana jika babang Faris berubah kejam lagi ya, penasaran nggak sih.


kasih dukungan ya kakak ku, dengan cara liek, komen dan vote sebanyak-banyak nya, di kasih hadiah tambah syukur malah.

__ADS_1


__ADS_2