Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Orang asing.


__ADS_3

...Jangan terlalu keras pada diri mu sendiri, karna hasil dari akhir dari semua urusan yang ada di dunia ini sudah di tetapkan oleh Allah....


...Jika sesuatu di takdir kan menjauh dari mu, maka ia tidak akan pernah mendatangi mu. Namun, jika ia di takdir kan untuk bersamamu, maka kau tidak akan pernah lari darinya....


...Umar Bin Khattab....


...****************...


Nabil segera memundurkan langkahnya ketika seorang lelaki berdiri di hadapan nya, diapun segera menundukkan pandangan nya.


"Maaf Nona! saya hanya ingin bertanya, apa anda bersedia pulang dengan kami, ada seseorang yang ingin berbicara dengan anda!" ujar lelaki berperawakan tampan dengan rahang yang tegas.


Nabil mengatupkan kedua tangan nya di depan dadanya.


"Maaf Tuan, tapi sebentar lagi saya akan di jemput!" Nabil bergeser mencari celah, diapun melangkah saat ada ruang tanpa harus bersentuhan dengan lelaki di hadapannya.


Lelaki yang tak lain adalah Diki terdiam, dia begitu terpaku kagum atas sikap yang di tunjukkan Nabil, suaranya yang lembut menusuk dalam ke dalam gendang pendengaran nya.


"Sungguh wanita yang sangat istimewa!" batin Diki, namun apa lah daya, ketika Tuan nya sudah memberi simbol jika wanita itu adalah incaran nya, dia hanya bisa mengagumi.


"Apa kau akan tetap berdiri di sana Diki, sedangkan wanita aneh itu sudah berlalu dari hadapan mu!" suara berat dari dalam mobil membuyarkan lamunan Diki.

__ADS_1


"Eh, iya Tuan!" Diki langsung masuk ke dalam mobil.


"Kenapa kamu sampai gagal, padhal aku hanya menyuruh mu mengajak nya agar mau untuk pulang bersama!" tukas Faris dengan nada kesal.


"Maaf Tuan, dia wanita yang sangat menjaga diri, jangan kan pulang bersama lelaki, melihat pun enggan terhadap saya!" jelas Diki kepada atasan judes nya itu.


"Itu karna kamu jelek!" cemooh Faris membuat Diki melebarkan matanya.


"Dia bilang aku jelek, meski aku tidak setampan dia, tapi hampir 99% wanita di dunia ini terpikat pada ku!" batin Diki menjerit tidak terima dengan apa yang di ucapkan Faris.


"Wanita itu benar-benar sok, aku mau lihat sampai mana pertahanan sok suci nya itu!" hardik Faris tidak terima. Dia merasa kesal karna menurut nya Nabil sangat susah di temui.


"Apa kamu menunggu aku berbuat hal yang tidak layak padamu, supaya kamu jinak padaku serangga kecil!" lanjut nya di dalam hati.


Seorang pria keluar dari dalam mobil sebelah kemudi, mengitari mobilnya langsung menghampiri Nabil.


"Zaiyan!" panggil lelaki yang tak lain adalah Rangga.


Nabil mendongak sesaat "kak Rangga!" ujar nya kembali menunduk.


"Kenapa kamu pulang dengan kaki?" tanya Rangga.

__ADS_1


"Sambil menunggu jemputan Kak, Kakak sendiri kenapa ke sini?" tanya balik Nabil.


"Oh, aku baru saja menemui klien di restoran dekat sini, dan kebetulan aku lewat sini!" jawab Rangga berbohong, yang sebenarnya Rangga memang sengaja pergi ke sana untuk menemui Nabil.


"Pulang dengan ku saja Zaiyan!" ajak Rangga, berharap gadisnya mau di antar oleh nya.


"Tidak apa-apa Kak!" tolak Nabil, dan mata nya pun melihat mobil yang menjemput dirinya.


"Itu mobil yang menjemput Nabil kak, Nabil pamit duluan Kak. Assalamualaikum!" ujar Nabil, langsung saja dia masuk ke dalam mobil yang menjemput dirinya.


Nabil merenung di dalam mobil, kenapa akhir-akhir ini dirinya sering bertemu dengan pria yang sama sekali tidak dia kenali.


"Ya Allah... semoga hamba selalu dalam lindungan mu!" batin Nabil berdoa.


.


.


.


.

__ADS_1


.


~Bersambung.


__ADS_2