Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Nabil yang nakal.


__ADS_3

Semenjak mencurigai tentang Robert, kini Faris sangat di sibukkan oleh pekerjaan nya di kantor, karna dia harus bekerja seorang diri, sebab sang asisten nya, Diki. Sibuk mencari tau tentang identitas Robert.


Faris bekerja siang dan malam, jika tidak selesai mengerjakan di kantor, maka dia akan melanjutkan nya di rumah. Untung saja ada sang istri yang selalu menemani dan menenangkan dirinya setiap hari dia mengajak Nabil berangkat ke kantor bersamaan dengan dirinya, wanitanya itu akan selalu berada di sisinya saat lelah dan emosi karna banyak beban pikiran.


Seperti malam ini, selesai solat magrib, Faris langsung masuk ke dalam ruangan kerja yang memang bersebelahan dengan kamar nya. Saat Faris fokus memeriksa dokumen di depannya, sang istri datang dengan membawakan kopi sesuai selera Faris.


"Sayang..." panggil Faris, dia meletakkan dokumen di tangan nya dan menyuruh sang istri masuk.


"Ini kopi nya, Mas!" ucap Nabil, dia langsung berjalan ke belakang punggung Faris, memijit dengan lembut pundak sang suami.


"Kenapa kamu turun seorang diri kebawah, sayang? Kalau kamu kenapa-kenapa bagaimana?" tanya Faris khawatir, karna melihat perut sang istri yang sudah membesar.


"Jangan khawatirkan aku, Mas! Aku bisa berhati-hati kok, buktinya aku tidak apa-apa sekarang," sergah Nabil, membuang pikiran berlebihan lelakinya ini.


Faris memegang tangan Nabil, lalu menarik sang istri untuk duduk di atas pahanya, seperti yang biasa dia lakukan. Mengelus perut Nabil kemudian memeluk tubuh hangat sang istri sambil memejamkan mata.


"Makasih sayang ku, kamu selalu ada di sisiku, menjadi penyemangat hidupku, penenang di saat aku merasakan lelah atau pun gelisah. Makasih untuk semuanya." ungkap Faris dengan penuh rasa haru.


"Jangan berterimakasih, Mas! Karna itu adalah kewajiban ku, membuat mu senang, maka Allah akan meridhoi setiap langkah ku, jadi izinkan hanya aku saja yang selalu mendampingi mu dalam suka maupun duka." sahut Nabil tanpa rasa mengeluh, dia malah merasa begitu senang bisa berada di sisi sang suami, di saat masalah melanda mereka satu persatu.


"Ya sudah, aku mau selesaikan ini dulu, kamu boleh tidur duluan, sebentar lagi aku akan menyusul," celetuk Faris kemudian.


"Kenapa? Apa aku tidak boleh menemani mu di sini, aku ingin tidur hanya dalam pelukan mu, kamu tau sendiri jika aku tidak akan bisa tidur jika bukan dalam dekapan tangan kekar ini. Lagian anak kita yang menginginkan nya." sarkas Nabil dengan nada kesal juga bibir yang sudah monyong ke depan.


Melihat itu Faris tersenyum "Jika kamu yang menginginkan nya, jangan libatkan anak kita yang masih belum lahir, sayang!" ujat Faris sambil menarik hidung mancung Nabil.


Mendengar itu membuat kedua pipi Nabil tampak merona, diapun langsung menyembunyikan wajahnya di leher Faris "Pkok nya aku mau tidur di sini." tukas Nabil lagi.


"Tapi kasihan jika kamu harus tidur secara duduk seperti ini, sayang!"


"Tidak mau, pokok nya aku mau di sini, kamu lanjutkan saja pekerjaan mu, aku tidak akan mengganggu." sarkas Nabil tidak mau mengalah.


"Hem ... Baiklah istri ku tercinta, jika itu memang kemauan kamu, maka aku dengan senang hati akan menerimanya." ujar Faris, meski dia yakin, jika sudah seperti ini tidak mungkin Nabil akan diam saja dan tidak menggangu dirinya.


Sementara Nabil merasa sangat puas atas jawaban yang di berikan Faris, memang ini rencananya, dia tidak ingin Faris terlalu memaksakan diri untuk bekerja, hingga mengabaikan kesehatan nya. Maka dari itu, Nabil sengaja ingin mengganggu kegiatan lelakinya itu.


Saat mendapatkan izin, Nabil mulai menjalankan aksinya, mulai dari tangan nya yang bergerak lincah di dada Faris, membuat lingkaran bulat di sana, terkadang Faris harus memejamkan mata saat Nabil dengan jahilnya menggelitik bagian sensitif dada Faris.

__ADS_1


Melihat tidak ada reaksi, Nabil mencoba melakukan hal yang lain, dia sengaja memasukkan tangan nya ke dalam kaos yang di gunakan sang suami, mengelus dengan lembut dada liat Faris.


Faris kembali memejamkan mata, dia juga berusaha keras agar tidak goyah, sekarang dia mengerti apa tujuan sang istri ingin berada di atas nya.


"Sayang, apa yang kamu lakukan? Katanya ingin tidur, hm?" tanya Faris lembut, sambil mencium kening Nabil.


"Aku hanya ingin mengingatkan mu, kopi yang aku bawakan belum kamu minum," sergah Nabil.


Faris tersenyum, ingin sekali dia menertawai istri nya itu yang sangat tidak pandai berbohong.


"Baiklah, aku akan meminumnya," tidak ingin berdebat, Faris pun meminum kopi yang di bawakan Nabil.


Nabil tersenyum kaku, dan dia kembali menyandarkan kepalanya di leher lelaki nya, Faris kembali melihat dokumen di depannya.


Akan tetapi Nabil diam hanya beberapa saat, karna setelah itu, dia mulai bertingkah lagi. Wanita yang tengah hamil ini dengan sengaja mencium leher Faris, mulanya hanya mendengus dengan hidung mancung nya, tapi lama kelamaan dia mulai mencium dan sesekali menggigit kecil kulit leher calon ayah dari bayi yang dia kandung itu.


"Ssstttttt," desis Faris yang mulai kewalahan menahan sesuatu yang mulai bangun karna ulah istrinya.


"Sa-sayang, apa yang kamu lakukan? Apa kamu sedang menggoda ku?" tanya Faris bersusah payah menahan dirinya.


"Kalau memang iya kenapa? Aku kan istri kamu, jadi tidak ada salahnya aku melakukan ini," jawab Nabil tanpa ada rasa bersalah, dia malah mendekati telinga sang suami lalu membisikkan sesuatu.


Faris begitu terkejut dengan ucapan sang istri, bisa-bisa nya istri yang nya yang begitu lembut, anggun dan pemalu bisa berkata seperti itu. Bukan nya marah atau keberatan, akan tetapi Faris begitu senang mendengar nya.


Persetan dengan pekerjaan, Faris langsung mengangkat tubuh Nabil "Kamu sudah membangkitkan burung ku istri nakal ku," ujar Faris dengan suara berat, sambil menggendong Nabil dan meletakkan di atas sofa.


"Memang itu yang aku inginkan," timpal Nabil lagi semakin membuat Faris tidak sabar untuk mengungkung sang istri di bawahnya.


"Kamu mulai nakal, sayang! Sekarang rasakan hukuman mu karna sudah berani menggoda ku," celetuk Faris yang sudah didi di depan Nabil.


Akan tetapi yang terjadi sungguh membuat Faris terkejut, Nabil mendorong tubuhnya dan duduk di atas nya, tanpa aba-aba Nabil langsung mencium kasar bibir Faris, tak lupa juga mencium leher Farsi sampai meninggalkan bekas yang begitu banyak di sana.


Sampai Nabil kembali membisikkan sesuatu di telinga Faris "Aku akan menyenangkan mu, sayang!"


Melihat sifat agres*f Nabil, Faris semakin kalang kabut, gairahnya semakin membuncah saat melihat sang istri yang bergerak cepat di atas nya.


Tangan nya bergerak menyentuh perut polos Nabil "Kalian lihat, Nak! Betapa nakal nya Ummi sekarang," ujar Faris sambil sesekali mengeluarkan suara d*s*h*n dari mulutnya.

__ADS_1


Mendengar itu, Nabil tersenyum dia kembali melanjutkan aksinya, hingga mereka mencapai puncak bersama-sama, tubuh Nabil terjatuh lemah di atas tubuh Faris. Sebelum terlelap, Nabil sempat mengungkapkan kalimat "Aku mencintai mu!" Hingga akhirnya dia tertidur, Melihat itu, Faris mengelus lembut keringat di dahi Nabil.


Tidak lupa mendaratkan ciuman di puncak kepala Nabil sambil membalas "Aku juga sangat mencintaimu!".


Nabil tertidur karna kelelahan, setelah membalut tubuh polos sang istri dengan kain tebal yang berada di ruangan kerja, dan dia juga sudah memakai kembali pakaiannya, dia pun mengangkat tubuh sang istri dan membawa masuk ke dalam kamar mereka.


Dengan begitu lembut dia membaringkan tubuh sang istri di atas tempat tidur, sambil merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik istri nya, bibirnya tersenyum "Tidur lah istri kecil ku yang nakal."


Setelah mendaratkan ciuman di atas kepala Nabil, Faris melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Tidak berapa lama di dalam kamar mandi, Faris keluar. Pandangan nya langsung mengarah pada benda pipih yang berbunyi nyaring di atas meja.


Takut akan membangunkan istri nya, Faris lambung mengangkat panggilan masuk yang ternyata dari Diki.


"Katakan!" seru nya dengan suara datar.


"Aku sudah mendapatkan semua yang kau inginkan, besok kita bisa bicarakan ini."


.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Nabil ... Kamu bisa lincah seperti itu juga, wkwkwkwk.


Jangan lupa Like komen dan juga Vote kakak ku sayang.

__ADS_1


Bantu dukung juga dengan bintang dan hadiah sebanyak-banyak nya.


__ADS_2