Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Tersiksa.


__ADS_3

Malam hari, Nabil baru selesai menyiapkan makan malam untuk Faris, setelah semua nya tertata dengan rapi, Nabil melangkah menuju ruangan kerja, untuk memanggil sang suami, untuk makan malam.


Tok ... tok... tok...


"Masuk!," ujar Faris dari dalam.


Nabil membuka pintu setelah suara sang suami menyuruh nya masuk.


"Mas, makan malam nya sudah siap!" ucap Nabil.


Faris hanya menatap sejenak, setelah itu dia meletakkan dokumen dari tangan nya di atas meja.


Setelah selesai mandi pulang dari kantor, lelaki dua puluh delapan tahun ini memang langsung masuk ke dalam ruangan kerja.


Karna merasa risih saat mendengar Nabil melantunkan ayat Al-Qur'an dan bersholawat, maka dari itu, dia lebih memilih untuk keluar kamar.


Faris berjalan lebih dulu dari Nabil, dia langsung mendudukkan dirinya pada kursi yang di atas mejanya sudah di siapkan berbagai macam makanan.


Usaha Nabil belajar memasak tidak sia-sia, karna dengan cepat dia bisa membuat kan beberapa makanan yang di sukai Faris, juga dengan rasa yang cocok di mulut sang suami.


Seperti biasa, Nabil hanya berdiri menunggu Faris selesai makan, sebenarnya Faris sudah merasa iba, tapi dia gengsi untuk menyuruh Nabil duduk, karna dulu dia sendiri yang melarang Nabil untuk ikut makan bersama nya.


Selesai makan, Faris langsung bangkit dan berjalan, lalu duduk di sofa, dia kembali melihat data-data penting yang di tunjukkan oleh Jane.


Tidak ada pembicaraan antara Nabil dan juga Faris, keduanya sama-sama sibuk dengan pemain mereka masing-masing. Nabil mengira jika Faris sedang bekerja dan tidak bisa di ganggu.


Kamar yang begitu luas terasa sangat sepi, meski ada penghuni di dalam nya, tapi ruangan tersebut terlihat hening, hanya suara Jane yang sesekali memecah keheningan tempat itu.


Selesai makan dan membereskan semuanya, Nabil masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama kemudian dia kembali keluar dengan wajah, tangan dan kakinya tampak basah, menandakan dia baru selesai wudhu, karna dia ingin melaksanakan solat isya.


Faris yang tampa sengaja melihat ke arah Nabil langsung terkesima, melihat pemandangan dimana sang istri terlihat sangat cantik.


Bibir bervolume nya yang basah, wajah lembab, alisnya terlihat lebih tebal karna ber air, hingga matanya turun pada leher jenjang nan mulus Nabil, terlihat putih bersih dan juga sangat mulus.


Pandangan Faris tidak hanya sampai di sana, tapi magai terus turun hingga pada dada sang istri, dengan jelas dia melihat dua gunung Nabil yang montok dan terlihat padat.

__ADS_1


Glukkk...


Faris meneguk liurnya kosong, baru kali ini dia merasakan panas dingin saat melihat wanita, biasanya meski dia melihat wanita telanj*ng pun dia hanya cuek, tidak bereaksi.


Tapi kali ini, rasanya dia ingin melahap Nabil, dan yang paling membuat nya shock adalah, burung di balik celana nya kembali menegang.


Faris lagi-lagi melotot sambil melihat pusaka milik nya yang sedang bangun. Tatapan nya kembali melihat pada Nabil yang sudah melaksanakan solat, lalu kembali di arahkan pada junior nya.


"Dia kembali bangun, apa hanya karna aku melihat nya tanpa kain penutup burung ku bisa bangun!" batin Faris, kembali merasa sangat bahagia.


Tapi Faris agak kesusahan, karna reaksi dari burung nya yang sangat luar biasa, hingga membuat nya sesak karna tidak memenuhi hasrat nya.


Faris tidak berkutik, dia sedang menahan sesuatu yang sudah belasan tahun tidak dia rasakan lagi.


Sedangkan Nabil, selesai solat, wanita berbola mata hitam pekat ini, langsung merapikan mukena juga sajadah nya, karena hari ini cukup membuat nya lelah, dia ingin segera merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Selesai menyimpan mukena nya, Nabil beralih melihat pada Faris yang terlihat kaku. Alisa nya sedikit terangkat, karna melihat wajah Faris yang tampak menahan sesuatu.


"Mas, kamu kenapa?" tanya Nabil sambil mendekat kepada Faris.


Sedangkan Faris hanya diam, rasanya dia sudah tidak sanggup hanya untuk berbicara.


Saat dia ingin memegang lengan Faris, suaminya ini langsung melarangnya dengan nada bentakan.


"Jangan sentuh aku, lebih baik kamu menjauh dari ku!" Hardik Faris, membuat Nabil tersentak, namun dia masih mengkhawatirkan kondisi Faris yang terlihat sangat tersiksa.


"Mas, ada apa dengan mu, kenapa kamu jadi gelisah seperti ini?" tanya Nabil lagi.


"Sudah ku bilang, jauhi aku!" teriak Faris kembali membentak istrinya.


Nabil yang melihat aura kemarahan Faris langsung menarik kaki nya untuk mundur . Sedangkan Faris yang sudah tidak tahan langsung bangkit, berjalan dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi.


Nabil tidak tau betapa susahnya Faris menahan hasrat yang sudah sampai di ubun-ubun nya itu, jika saja sang istri menyentuh nya walaupun hanya sedikit, dia tidak yakin masih busa mengontrol dirinya untuk tidak menyentuh Nabil.


Dia tidak ingin menjilat ludah nya sendiri, yang selalu mengatakan tidak akan menyentuh Nabil apalagi mencintai nya.

__ADS_1


Sedangkan Nabil yang merasa bingung, kini hanya duduk di tempat tidur, dia masih belum paham dengan sifat Faris, yang kadang dingin, cuek, dan juga pemarah.


Meski hatinya sakit dengan sikap kasar sang suami, tapi wanita dua puluh satu tahun ini tidak ingin mengeluarkan air mata, dia menahan setiap sakit, sesuai yang telah dia tekadkan, menghadapi suami nya yang kejam itu hanya perlu kesabaran bukan air mata.


Hanya di saat menghadap kepada sang khalik Nabil menyerahkan segalanya, menangis sejadi-jadinya, karna jika menangis kepada manusia juga tidak akan mendapat pertolongan.


Perlahan dia merebahkan tubuhnya di kasur, Nabil meremas dadanya yang terasa sesak, kenapa nasib nya harus seperti ini, dia sudah menikah tapi rasanya tidak ada suami. Bahkan, semenjak menikah Faris belum pernah tidur di dalam kamarnya.


Beda halnya dengan Faris yang berada di dalam kamar mandi, dia sudah menuntaskan apa yang membuatnya tersiksa, terlihat wajah nya kembali senang, karna kejantanan nya kembali bereaksi.


"Bagaimana ini bisa terjadi, seolah burung ku wanita itu pemilik nya, mengapa harus bangun saat hanya melihat wajahnya!" gumam Faris melihat burung nya yang sudah tenang kembali.


Setelah dia merasa lega, Faris membuka pintu lalu melangkah keluar, tapi lagi-lagi tatapan nya terpaku saat tanpa sengaja melihat tubuh Nabil dari belakang.


Karna Nabil hanya menggunakan piyama tidur, terlihat jelas bentuk pinggang nya yang ramping, bodinya yang besar, padat, terlihat sangat sek-si, di tambah baju yang di pakai Nabil tersingkap di bagian bawahnya, hingga menampakkan betisnya yang putih dan juga mulus.


Seketika kelelakian nya kembali bangun, dan kembali membuat nya tersiksa.


"Sstttttt!" umpat Faris menatap juniornya kembali tegak.


"****!" serapah Faris, tanpa berfikir panjang, dia langsung mendekati Nabil.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Aaaa apa yang terjadi, apa babang Faris akan... 🤔🤭 Hanya author yang tau😁.

__ADS_1


Yang baca jangan lupakan dukungan kalian ya, like, komen, dan vote sangat di butuhkan.


Jika ada hadia bunga atau kopi, itu lebih bersyukur lagi saya🙈🙈❤️.


__ADS_2