Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Wanita buruk rupa


__ADS_3

"Ukhti, saya ingin menanyakan jawaban anda!" ucap Faris membuka pembicaraan setelah sempat diam beberapa saat.


"Jawaban?" tanya Nabil bingung, alis nya pun terangkat sebelah.


"Iya, jawaban! apa kamu mau menikah dengan saya!" tanya Faris dengan begitu serius.


Deggggggg


Jantung Nabil langsung memompa tak karuan, perasaan gugup pun semakin melanda.


"Maaf, tapi apa Tuan yakin dengan ucapan anda?" tanya Nabil memastikan.


"Sangat yakin!" jawab Faris dengan begitu lantang.


"Tapi anda belum melihat wajah saya!" timpal Nabil lagi.


"Bagi saya, rupa bukan lah yang utama. Karna saya memang ingin menjadikan mu sebagai makmum saya!" tukas Faris dengan begitu yakin. Ntah dari mana dia mendapatkan kata-kata seperti itu.


"Aku sudah tau kalau kamu buruk rupa, tanpa melihat pun aku sudah bisa menebak nya, makanya kamu menutup wajah buruk mu dengan kain aneh itu!" lanjut Faris dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan Nabil langsung merasa bimbang, Pikiran nya langsung saja mengarahkan pada ucapan sang ummi Tempo hari, yang menginginkan dirinya segera menikah.


Tapi Nabil ragu, satu sisi dia ingin memiliki suami seorang ustadz, tapi sampai saat ini dia tidak dengan ustadz mana pun terkecuali ustadz Amir yang sekarang menjadi tunangan sahabat nya itu.


"Dengar, dari pertama kali aku melihat mu, aku sudah tertarik dan juga merasa kagum dengan dirimu, dan aku sadar kalau aku sudah mencintai mu!" lanjut Faris, merayu Nabil seolah sudah berlatih dengan waktu lama, karna memang Faris bukan lah tipikal orang yang pandai merayu dan merangkai kata-kata indah. Dia hanyalah lelaki dingin, kaku, cuek, dan tidak berperasaan.


"Jadi bagaimana, apa kamu menerima ku?" tanya Faris mendesak.


Faris yakin, jika caranya kali ini akan segera membuahkan hasil, Nabil akan menerima dirinya. Mengingat selama ini tidak ada wanita yang mampu menolak pesona dan juga karisma seorang Faris Bagaskara. Terlebih dia sudah mengeluarkan rayuan yang menurutnya sudah luar biasa.


Banyak perempuan yang mengemis cinta dari dirinya, bahkan ada yang cuma-cuma menyerahkan tubuhnya kepada, Faris. Tapi Faris tidak melirik mereka semua, karna adik kecil nya yang tertidur sejak dari dia berumur 8 tahun.


"What, dia belum menerima ku? sombong sekali wanita ini. Aku tau, kalau kamu hanya berpura-pura ingin berfikir, agar kamu tidak terlihat gampangan, dasar wanita buruk rupa!" cerca Faris di dalam hati.


"Baiklah, saya akan mengikuti caramu, saya mau lihat sejauh mana kepura-puraan mu!" lanjut Faris lagi membatin. Kemudian Diapun menghela nafasnya, dia sudah sangat merasa geram, karna Nabil seperti menggantung dirinya saja. Tapi Faris tetap harus bersabar dan menunjukkan sikap pengertian nya di hadapan gadis bercadar ini.


Faris ingin terlihat lelaki yang baik dan pengertian di depan Nabil, dan juga dia ingin Nabil tertarik dan akhirnya memuji sikap dirinya yang menjadi lelaki pengertian dan baik.


Setelah sejenak terdiam, Faris kembali menghela nafas panjang, kemudian diapun menjawab "Baik lah, besok aku akan ke sini lagi untuk meminta jawaban mu!" ucap Faris.

__ADS_1


"Ingat, disini! aku harap kamu bisa memberikan jawaban yang ingin ku dengar!" ucap Faris lagi menimpali ucapan nya sendiri.


Nabil bangun dan mengangguk "Baik, kalau seperti itu saya permisi! Assalamualaikum!" tukas Nabil, diapun berlalu meninggalkan Faris di sana.


"Heuh!"


.


.


.


.


.


~Bersambung


Jangan lupa like, komen dan Vote nya ya temen-temen 🥰

__ADS_1


__ADS_2