
Nabil yang masih merasa bingung kini tengah berdiri di depan cermin besar, menatap tidak percaya dengan dirinya saat ini, gaun pengantin berwarna putih dengan tempelan berlian pada lengan, dada dan juga pinggang nya, senada dengan niqab putih yang juga di tempelkan berlian pada bagian ujung dan juga talinya, di atas kepalanya di tambah selendang tipis yang terurai sampai ke pinggang, di letakkan mahkota kecil di atasnya penambah cantik wanita berbadan dua itu, matanya yang berbulu lentik bertambah cantik saat di poles dengan make up yang natural. Nabil masih shock saat mengamati dirinya pada pantulan cermin.
"Katakan, Mira! Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Nabil yang masih sangat bingung.
Bagaimana tidak, pagi buta dia sudah di kejutkan dengan kedatangan sahabat nya, di tambah lima orang yang mengaku sebagai MUA untuk merias dirinya.
"Yang akan terjad, kamu akan menjadi ratu hari ini, ratu nya Tn. Faris Hazam Adinata Bagaskara," jawab Mira sambil terkekeh, dia sangat senang melihat sahabatnya yang tampak kebingungan.
"Siapa yang merencanakan ini? Gaun sebagus ini, dan para perias yang datang saat pagi-pagi buta?" tanya Nabil lagi masih belum puas dengan jawaban yang di berikan, Mira.
"Ya tentu saja kami, masalah gaun nya, juga aku yang membantu Tn.Faris dan asistennya untuk memilih model agar segera di rancang." jawab Mira dengan rasa puas karna sahabat nya terlihat begitu cantik dan memukau.
Nabil menautkan alisnya, dia hendak bertanya lagi, akan tetapi pintu di urungkan karena pintu kamar sudah di buka, terlihat lah wajah cantik Ummi Fatimah tanpa menggunakan niqab.
"Ummi...!" panggil Nabil dan wanita paruh baya itu langsung mendekati sang putri.
"Kamu sangat cantik, Nak!" tanpa basa-basi, ummi langsung memeluk tubuh anak semata wayangnya.
"Apa Ummi juga mengetahui nya? Apa cuman aku yang tidak tau sama sekali?" tanya Nabil lagi menatap sang ummi juga sahabat nya secara bergantian.
Mira dan ummi terkekeh "Kamu akan tau sebentar lagi," jawab ummi ambigu.
"Iya, Bil! Jangan kamu pikirkan, nanti kami bisa bertanya pada suami mu." timpal Mira akhirnya, dia sudah tidak ingin lagi membuat sahabatnya tambah bingung.
"Mira, apa kamu sudah siap, Nak? Sebentar lagi kita akan berangkat!" tanya ummi.
"Sudah, Ummi! Tadi Mira juga sedikit di rias oleh para MUA itu." jawab Mira. Memang saat ini dia juga terlihat sangat cantik, gamis berwarna biru setelan dengan niqab yang dia kenakan, wajah di tambah sedikit riasan, semakin menunjukkan jika dia juga sangat cantik.
"Ya sudah, kalau sudah siap ajak lah Nabil keluar, Ummi mau memakai niqab dulu!" ujar Ummi sambil mengelus lembut lengan anaknya dan juga Mira.
"Baik, Ummi!" jawab Mira.
__ADS_1
Setelah ummi keluar, Mira langsung membantu Nabil memakai heels dengan cara berjongkok di hadapan sahabat terbaik nya itu.
"Sudah," tukas Mira dengan bibir yang terus tersenyum.
"Ayo kita keluar!" Mira langsung membantu Nabil berjalan dengan memegang lengan sahabat nya, dia tau jika ibu hamil di sebelah nya ini tidak terlalu biasa menggunakan heels yang lumayan tinggi.
"Mira...!" panggil Nabil sambil kaki mereka terus menuruni anak tangga.
"Iya kenapa, Bil?"
"Aku kok merasa gugup ya?"
Mira terkekeh mendengar pertanyaan Nabil "Tenang saja, kamu sudah sangat cantik kok." Mira yang tau kegugupan Nabil pun berusaha menenangkan hati sahabat nya itu.
"Aku gugup bertemu dengan, Mas Faris. Ntah kenapa aku merasa seperti ini pertemuan pertama kami!" ujar Nabil lagi, bisa-bisa nya dia merasa gugup bertemu dengan suaminya sendiri, padahal baru kemaren mereka menghabiskan malam yang panjang.
"Mungkin, Allah berikan rasa yang spesial untuk mu, agar kamu bisa merasakan bahagianya menjadi ratu sehari hingga nanti malam pertama," timpal Mira di iringi dengan kekehan.
Abi Zainal melangkah mendekati anak perempuan satu-satunya itu "Kamu sangat cantik, Nak!" puji abi Zainal seraya memeluk Nabil.
"Abi jahat!" celetuk Nabil dengan wajah manyun di balik niqab nya.
"Loh, kok jahat?" tanya abi tidak paham dengan ucapan putrinya.
"Kenapa nggak bilang kalau mau membuat rencana seperti ini? Semuanya mengetahui, hanya aku yang tidak, bahkan kemarin Abi menjemput ku tanpa memberi alasan nya, membuat ku penasaran saja." protes Nabil panjang lebar.
Abi Zainal hanya terkekeh geli mendengar putri nya yang masih tidak terima dengan cara mereka yang diam-diam membuat acara sebesar ini.
"Abi mau bilang, tapi ya mau bagaimana lagi, suamimu yang melarang Abi mengatakan pada mu, karna dia lah yang merencanakan pesta kejutan untuk mu." ujar Abi malah menyalahkan menantu nya.
"Ya, setelah sampai di sana aku akan memarahi, Mas Faris, karna tidak jujur padaku dan semalam tidak memberikan kabar untuk ku." timpal Nabil dalam hati.
__ADS_1
Ummi juga barusan tiba di belakang Nabil dan Mira "Ayo kita berangkat!" seru ummi mengajak keluarga kecil nya untuk segera pergi pada tempat acara.
Kendaraan beroda empat yang melaju sedang akhirnya tiba di sebuah gedung bertingkat tinggi. Sebuah hotel berbintang yang terkenal di Kota mereka tinggal, melihat dari luar saja sudah nampak jika tempat itu di hias begitu indah.
Baru saja mobil yang di tumpangi Nabil berhenti tepat di depan gedung pencakar langit tersebut, tidak berapa lama mobil yang mengantar mempelai pria pun tiba.
Faris dengan gagahnya keluar dari dalam mobil, tatapan nya langsung tertuju pada wanita yang masih duduk dalam dalam mobil dengan memakai gaun putih dan niqab terlihat sangat memukau.
Setelah ummi dan Mira turun, Nabil juga ikut turun, dia berdiri tepat di hadapan Faris.
Matanya langsung berbinar, bukan karena Faris, akan tetapi karna lelaki paruh baya yang berdiri di belakang Faris tengah tersenyum menatap dirinya.
"Kakek...!" panggil Nabil, dan Kakek pun tersenyum.
Dengan langkah lebar Nabil langsung melangkah, melewati Faris yang tengah melongo menatap dirinya, tanpa canggung Nabil langsung masuk ke dalam pelukan sang Kakek.
"Sayang...!"
.
.
.
.
~Bersambung.
Jangan lupa Like komen dan juga Vote ya kakak ku sayang.
Bantu dukung juga dengan bintang dan juga hadiah sebanyak-banyak nya.
__ADS_1