Istri Taruhan Kunci Surgaku

Istri Taruhan Kunci Surgaku
Persyaratan konyol.


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan, lepaskan istriku!" bentak Faris, ingin melangkah menghajar satu persatu para penjaga yang menodongkan senjata pada sang istri. Dia sudah tak kuasa melihat sang istri yang di perlukan seperti itu. Hatinya terasa berdenyut.


"Selangkah kamu maju, maka anak peluru itu akan masuk ke dalam perut istri mu!" ujar seseorang dari belakang Faris.


Mendengar itu, Faris langsung membalikkan tubuhnya, dia menyipitkan mata melihat dua orang yang sedang berjalan beriringan dengan angkuh dan sombong.


Faris menatap tajam dua orang yang terus berjalan, mereka sama-sama menggunakan topeng, menutupi wajah mereka.


Faris memperhatikan orang tersebut, dalam hatinya terbesit, jika dia bisa menebak orang di balik topeng tersebut, ingatan nya sangat kuat, dan dia sangat mengenali dua orang di hadapannya.


"Siapa kalian, dan apa yang kalian inginkan?" tanya Faris, dia tidak ingin gegabah, lebih baik dia memastikan dulu sebelum mengambil tindakan.


"Hah ... Akhirnya, yang di tunggu datang juga. Selamat datang Tuan!" oceh Rangga sambil menundukkan kepalanya.


"Cepat katakan apa yang kalian inginkan? Dan kenapa kalian menculik istri ku, hah?" bentak Faris tak suka basa-basi.


"Ussstt ... Jangan berteriak, kami tidak tuli!" sergah Rangga lagi.


"Lepaskan istriku, jika terjadi apa-apa pada istri dan anak ku, maka aku tidak akan segan-segan menghabisi kalian!" ancam Faris dengan amarah yang tak dapat dia bendung lagi.


"Ckckck ... Tenang, lah, Tuan! Kami tidak akan menyakiti istri dan juga anak mu, asalkan...!" Rangga menggantung ucapannya, membuat Faris semakin meradang.


"Cepat katakan, apa yang kalian inginkan?"


"Kamu hanya cukup mendatangi dua berkas ini!" timpal Talia, kakinya dia ayunkan mendekati Faris, tanpa rasa malu dia langsung menempelkan tubuhnya di lengan Faris.


"Jangan sentuh suamiku!" sentak Nabil yang tak rela melihat Talia memeluk Faris di hadapannya.


"Jangan berisik kau, jal*ng! Lebih baik kamu pikirkan nasib mu dan anakmu!" hardik Talia juga tak kalah membentak Nabil.


"Ahhkkk!" Talia langsung menjerit kesakitan karna Faris melintir tangan nya kebelakang.


"Jangan pernah berbicara seperti itu pada istri ku, karna dia bukan wanita biasa, jika dengan dirimu, kamu tak ada bandingan apa-apa dengan nya!" cibir Faris, dia juga tidak rela orang lain menghina kekasih hatinya itu.


"Lepaskan aku, atau anak dan istri mu tidak akan selamat!" ancam Talia memberontak.


"Lepaskan istriku atau aku bunuh wanita ini!" Faris langsung menodongkan senjata yang dia bawa di kepala, Talia. Dia berharap dengan cara balik mengancam seperti itu, mereka akan melepaskan sang istri.


"Ha ... Ha ... Ha ... Jika dia menembakkku, maka kalian juga harus menembak nya!" sarkas Talia yang tidak merasa takut sedikitpun.


"Ayo tembak aku, dan bersiaplah kehilangan anak dan istri mu!" lanjut Talia bersungguh-sungguh.


Faris sedikit kaget mendengar jawaban wanita yang berada di tangan nya. Untuk apa dia membunuh seorang, jika pada dasarnya tidak bisa menyelamatkan orang tercinta nya.


"Dengarkan aku Tuan Faris Hazam Adinata Bagaskara. Kamu belum membaca persyaratan yang kami tawarkan, mungkin saja anda tertarik!" Rangga yang sedari tadi menyaksikan interaksi mereka bertiga kini kembali bersuara.


Faris menatap tajam pada lelaki yang suaranya sedikit berubah, karna itulah dia perlu memastikan jika orang yang dia duga itu benar atau salah.


Lelaki penerus Bagaskara ini melepaskan kasar tangan Talia. Kemudian dia melihat berkas yang tadi di berikan oleh wanita itu.

__ADS_1


"Perjanjian pertama, kamu harus mendatangi surat perceraian dengan istri mu dan menyerahkan nya pada saya, dan perjanjian ke dua, kamu harus bersedia menikah dengan Talia!" jelas Rangga, saat Faris melihat berkas tersebut.


Seperti dugaan nya, jika wanita itu ternyata benar-benar, Talia, lalu untuk apa juga dia menggunakan topeng, pikir Faris.


"Bagaimana, apa kamu setuju Tuan Bagaskara?"


Amarah Faris seketika memuncak, dia meremas kuat berkas persyaratan konyol dari Rangga dan Talia, dia baru paham jika dua orang yang bekerjasama sama itu, mempunyai tujuan yang sama.


"Kurang aj*r, aku tidak akan pernah menyetujui nya!" tolak Faris mentah-mentah.


Tatapan nya langsung beralih pada sang istri yang tengah mengangguk, menyuruh Faris menyetujui nya.


"Lakukan lah Mas, dalam agama perceraian tidak akan sah jika kita di paksa melakukan nya!" batin Nabil, ingin dia mengatakan itu, tapi dia takut jika itu membuat Rangga dan Talia semakin marah.


Memang benar, perceraian yang di lakukan untuk melindungi nyawa sendiri dan nyawa keluarga kita tidak akan sah, maka dari itu Nabil terus mengiyakan nya.


Tapi tidak dengan, Faris, dia tidak setuju dengan persyaratan itu "Tidak, sayang! Aku tidak akan menyetujui nya, kamu tenang saja, aku akan menyelamatkan mu dan juga anak kita!" elak Faris yang tidak memahami isi hati Nabil.


"Tidak ada cara lain, Mas! Setujui saja. Pikirkan keselamatan anak-anak kita!" lirih Nabil, berharap Faris mengerti.


"Tidak akan, Bila! Aku tidak akan menyetujui persyaratan bodoh seperti itu!"


"Uh ... Benar-benar pasangan yang sangat romantis, bahkan saat inipun kalian berhasil membuat ku iri!" celetuk Rangga mengejek Faris dan juga Nabil.


Bughhh....


Tanpa aba-aba, Rangga langsung memukul Faris dengan begitu keras, hingga cucu Adinata itu terlungkup ke lantai.


Faris bangkit, dia ingin menghajar Rangga, akan tetapi lagi-lagi Faris tidak bisa melakukan apa-apa setelah mendapatkan ancaman dari Rangga.


"Jika kamu membalasku, maka jangan salah kan aku anak panah itu menancap di perut istri mu!" dia tau jika ilmu bela diri yang dimiliki Faris tidak akan bisa dia tandingi, maka dari itu dengan mengambil kesempatan ini, Rangga sengaja memukuli Faris.


Sementara Faris mematung mendengar ucapan Rangga, dia hanya bisa menahan setiap pukulan, demi keselamatan anak dan istri nya, Faris rela jika dirinya yang akan tiada.


Bugh...


Bugh...


Bugh...


Mendapatkan pukulan keras berkali-kali, membuat tubuh Faris lagi-lagi jatuh ke lantai.


"Lepaskan Mas, Faris! Jangan sakiti dia aku mohon!" pinta Nabil berteriak histeris.


Sementara Rangga tidak menghiraukan nya, dia terus memukul sahabatnya itu, seolah dia punya dendam sangat besar pada Faris.


"Cukup, Rangga! Apa kamu tidak punya hati memukuli sahabat mu seperti itu, hah?" hardik Nabil lagi, dan itu membuat Rangga dan Faris menoleh.


"Ra--Rangga!" ucap Faris terbata karna menahan sakit di seluruh tubuhnya.

__ADS_1


"Ups, aku ketahuan!" ucap Rangga, dia langsung membuka topeng nya.


Faris tidak terlalu terkejut, memang Rangga yang dia duga, karna dia tau bentuk tubuh sahabat nya itu seperti apa.


"Ke--kenapa kam--mu melakukan i--nih?" tanya Faris berusaha untuk bangkit.


Bugh...


Belum sempat Faris bangun, Rangga kembali menendang nya "Karna kamu telah menikahi wanita yang aku cintai, jauh sebelum kamu mengenal, Nabil!"


Bugh...


"Aku juga tidak suka dengan mu, karna selalu melakukan sesuka hati mu!"


Bugh...


"Hentikan, jangan pukuli Mas Faris lagi, aku mohon. Hiks ... Hiks ...!"


Di sela-sela itu, Nabil hanya bisa menangis dan memohon agar Rangga menghentikan memukul Abi dari anak yang dia kandung.


"Ya Allah, lindungi suami hamba, bantu kami ya Allah.!" pinta Nabil di dalam hati.


Matanya tertuju pada perut yang tak hentinya menendang "Iya, Nak! Kalian pasti sedih melihat Abi seperti itu, doakan, Nak! Semoga Abi selamat!" lirih Nabil terus membatin.


"Dan hari ini aku bisa membuktikan, Faris yang dikenal macan asia tang tak terkalahkan hari ini bisa di kalahkan oleh seorang Rangga!"


Saat ingin memberikan pukulan lagi, Talia langsung mendorong tubuh Rangga "Sudah cukup, ini tidak sesuai kesepakatan kita!" hardik Talia ingin membantu Faris bangun.


Akan tetapi, Faris langsung menghempas tubuh Talia, dia tidak sudi jika di sentuh oleh wanita licik seperti Talia.


Dor...


Dor....


Dor...


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.

__ADS_1


...Hu ... Aku ingin kisah ini segera tuntas, gak sanggup aku menangis, kasihan Abi Faris. ...


...Jangan lupa ya like komen dan juga Vote sebanyak-banyak nya....


__ADS_2